%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
                            Renungan Harian
        Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Kamis, 22 Maret 2007
Bacaan : Kisah 24:16
Setahun: Yosua 10-12; Lukus 1:39-56

Nats : Aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni
di hadapan Allah dan manusia (Kis. 24:16)

Judul:
                        PENDETEKSI RASA SAKIT

Dokter Paul Bran, misionaris medis di India, berbicara tentang penderita
lepra yang mengalami perubahan bentuk tubuh karena ujung-ujung syaraf
mereka tak dapat merasakan sakit. Mereka tak akan kesakitan bila
melangkah di atas api atau bila jari mereka terluka oleh pisau.
Akibatnya, mereka tak sadar jika luka itu terbuka. Ini penyebab
terjadinya infeksi dan cacat tubuh.

Dokter Brand menciptakan alat yang akan berbunyi jika terkena api atau
benda tajam. Alat itu memperingatkan bila terdapat luka pada orang yang
tak dapat merasakan sakit. Segera mesin itu ditempelkan pada jari dan
kaki pasien. Alat itu bekerja dengan baik sampai saat mereka hendak
bermain bola basket. Mereka akan mencopot alat itu sehingga mereka kerap
terluka lagi tanpa menyadarinya.

Seperti fungsi rasa sakit bagi tubuh kita, hati nurani berguna
mengingatkan kita akan kerusakan rohani. Namun, dosa yang menjadi
kebiasaan dan belum dipertobatkan dapat membuat hati nurani mati rasa
(1Tim. 4:1-3). Untuk menjaga kemurnian hati nurani, kita perlu
menanggapi rasa sakit akibat kesalahan kita dengan mengaku dosa (1Yoh.
1:9), bertobat (Kis. 26: 20), dan menebus kerugian yang ditanggung
sesama akibat perbuatan kita (Luk. 19:8). Dengan yakin Paulus berkata,
"Aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di
hadapan Allah dan manusia" (Kis. 24:16). Seperti Paulus, kita seharusnya
tidak mati rasa pada peringatan Allah yang menyakitkan tentang dosa,
tetapi justru mengizinkan peringatan itu menghasilkan karakter saleh
dalam diri kita --HDF

     Suara hatiku jelas mengerti
     Ketetapan firman-Nya yang suci,
     Namun dapat tak terkendali
     Kalau kutolak perintah ini. --Fraser

                        HATI NURANI YANG MURNI
                   IBARAT SEBUAH TILAM YANG LEMBUT

     Kisah 24:16

16  Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati
     nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia.

     Efesus 4:31,32

31  Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan
     fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala
     kejahatan.
32  Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain,
     penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di
     dalam Kristus telah mengampuni kamu.




**

Kirim email ke