Syukur 
  
Oleh : Lisa Nuryanti Director Expands Consulting &Training Specialist 

 

Puspa sangat senang ketika mengikuti acara ulang tahun perusahaan.
Sebetulnya bukan hanya Puspa, semua orang juga senang. Salah satu
acaranya adalah pembagian door prize. Door prize ini sangat menarik
karena jumlahnya banyak. Semua orang pasti dapat. Dari handphone (HP),
walkman, DVD player, hingga selimut, gelas, panci, jaket dan berbagai
jenis barang lainnya. 

Puspa sudah mengincar HP karena HP-nya sudah sering mati, sudah saatnya
beli baru. Apalagi HP yang dijadikan door prize ada tiga unit. Berarti
kesempatan makin besar kan? 

Cara pembagian door prize berbagai macam, ada yang diundi, ada yang
diberikan bagi yang bisa menjawab pertanyaan, dan sebagainya. Dua HP
telah dibagikan secara diundi. Puspa masih mengharap untuk mendapatkan
HP ketiga. Saat itu dikatakan bahwa HP ketiga akan diberikan kepada yang
rumahnya paling jauh dari kantor. Puspa sangat gembira, rumahnya di
Tangerang. Segera dia mengacungkan tangannya. 

Pada saat bersamaan ada dua orang lain yang mengacungkan tangan. Yang
satu tinggal di Ciputat, Jakarta Selatan, dan yang kedua tinggal di
Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pembawa acara menanyakan kepada para
hadirin untuk menentukan mana yang rumahnya paling jauh. Beberapa orang
memilih Puspa yang rumahnya paling jauh karena tinggal di Tangerang.
Hampir semua orang setuju, Puspa sudah senang sekali. 

Tapi tiba-tiba ada yang mengatakan bahwa sebenarnya yang di Tanjung
Priok lebih jauh jaraknya. Tangerang memang bisa dikatakan luar Jakarta,
tapi dari segi jarak, masih lebih jauh yang di Tanjung Priok. Hadirin
lain ada yang setuju dan ada yang tidak setuju. Tapi karena lebih banyak
yang setuju, akhirnya orang yang rumahnya di Tanjung Priok terpilih
sebagai pemenang yang berhak mendapatkan HP. 

Semua orang menganggap hal tersebut sebagai permainan saja. Tapi bagi
Puspa, kejadian itu sangat mengecewakannya. Dia sangat kecewa dengan
keputusan tersebut. Akhirnya Puspa mendapat sebuah selimut tebal. Puspa
sangat kecewa. 

Beberapa waktu kemudian, terjadilah hujan lebat selama beberapa hari di
Jakarta sehingga beberapa daerah terkena banjir. Rumah Puspa kebetulan
aman dari banjir. Tapi rumah karyawan yang tinggal di Tanjung Priok itu
terlanda banjir. Untunglah seluruh anggota keluarganya sempat
dievakuasi. 

Diselamatkan HP 

Setelah kembali bekerja, dia bercerita bahwa door prize HP yang
diperolehnya telah menyelamatkannya. Dengan HP tersebut dia bisa
menghubungi sanak saudaranya sehingga mereka bisa minta bantuan tim
penyelamat untuk mengevakuasinya dan seluruh anggota keluarga. 

Mendengar hal ini, Puspa malu sendiri. Ternyata HP tersebut lebih
berguna di tangan orang lain. Puspa malu pada dirinya sendiri. Bukankah
dia bisa beli HP baru lagi asalkan mau menabung? Dia merasa harus
bersyukur karena teman kerjanya terselamatkan oleh HP tersebut. 

Kini Puspa bisa mensyukuri hadiahnya karena ternyata adiknya sakit dan
menggigil akibat demam tinggi. Selimut tebal Puspa menjadi penyelamat
sementara karena di rumah memang tidak ada selimut.

 

Ketika saya menjadi pembicara di salah satu public workshop, salah
seorang peserta, seorang ibu, bercerita. Ibu ini mempekerjakan seorang
pembantu rumah tangga di rumahnya. Baru dua minggu bekerja, pembantu
tersebut mengajukan satu pertanyaan yang mengejutkan. 

Dia bertanya : "Bu, Ibu kok tiap hari pesta?". Tentu saja Ibu itu
terkejut, dia tidak merasa mengadakan pesta di rumahnya. Apalagi pesta
tiap hari. "Pesta? Pesta apa?", tanyanya heran. "Ibu tiap hari masak
ayam. Itu kan pesta?", jawab pembantunya dengan polos. Tentu saja Ibu
ini terkejut, tersentak, dan sekaligus terharu. 

Hatinya tersentuh. Hampir menangis rasanya. Berarti, pembantu ini
biasanya hanya makan ayam di saat pesta. Karena itu, pembantunya heran
mengapa di tempatnya bekerja setiap hari masak ayam, mengapa setiap hari
mengadakan pesta. Ibu ini hanya diam saja, tidak bisa berkata apa-apa,
tidak bisa menjawab. Matanya berkaca-kaca. 

Sambil menceritakan kisah inipun, mata beliau berkaca-kaca. Kisah
tersebut membuat semua orang yang ada di ruangan itu, seluruh peserta
public workshop termasuk saya yang menjadi pembicara, merasa tersentuh
dan terharu, sekaligus merasa malu. Mata kami juga berkaca-kaca. 

Salah seorang peserta mengaku merasa malu pada dirinya sendiri setelah
mendengar kisah tersebut. Dia berkata : "Di rumah, anak-anak saya sering
berkata Bosan ah. Makan ayam melulu.'' Padahal di luar sana, masih ada
orang yang hanya makan ayam kalau pesta". "Kita harus belajar untuk
bersyukur" kata salah seorang peserta lain. Semua setuju. Semua orang
tergerak untuk mensyukuri apa yang sudah dimiliki. Mensyukuri semua yang
sudah diberikan Tuhan kepada kita. 

 

Seorang ibu yang berusia 50 tahun selalu dikira baru berumur 30 tahun.
Benar-benar awet muda. Ketika ditanya apa rahasianya, beliau menjawab :
"Selalu bersyukur. Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk kita.
Meskipun kita tidak menyadarinya." Betul sekali, Tuhan selalu memberikan
yang terbaik untuk kita semua. Be thankful! Give thanks for everything! 

 

 

________________________________

"This e-mail (including any attachments) is intended solely for the
addressee and could contain information that is confidential; If you are
not the intended recipient, you are hereby notified that any use,
disclosure, copying or dissemination of this e-mail and any attachment
is strictly prohibited and you should immediately delete it. This
message does not necessarily reflect the views of Bank Indonesia.
Although this e-mail has been checked for computer viruses, Bank
Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus and
any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a
result of e-mail transmission through Internet" 

 

________________________________

* 



“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or 
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you 
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the 
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer 
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus 
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient 
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of 
e-mail transmission through Internet”

Kirim email ke