%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
                             Renungan Harian
        Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Kamis, 21 Juni 2007
Bacaan : Amsal 15:1-4
Setahun: Ester 3-5; Kisah 5:22-42

Nats: Yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya (Lukas 6:45)

Judul:
                            LOCKHORNS

Sejak 1968 para tokoh dalam komik The Lockhorns saling melemparkan
lelucon pedas dan sindiran terhadap pernikahan. Kini dengan dimuat di
lebih dari 500 surat kabar, kartun itu menghibur jutaan pembaca lewat
tokoh Leroy yang mengatakan hal-hal seperti ini kepada Lorretta, "Tentu
saja kita kini bisa mengobrol. Asal, jangan berdiri di depan televisi."
Tanpa kehilangan kata-kata atau balasan, Lorretta menyahut, "Tentu saja,
aku membelanjakan uang lebih banyak daripada penghasilanmu. Aku
memercayai kemampuanmu untuk menghasilkan lebih."

Sembari tertawa, sekilas kita bisa menangkap gambaran tentang diri kita
sendiri. Sekarang ini, kata-kata pedas atau ejekan kasar
(sarkasme) sudah terlalu biasa, padahal dampaknya bisa sangat serius.
Sarkasme yang tidak berperasaan bisa lebih membahayakan daripada memar
fisik. Salomo berkata bahwa ada orang yang mengucapkan kata-kata setajam
pedang (Amsal 12:18), dan perkataan yang keji itu dapat melukai hati
(15:4).

Mengendalikan perkataan kita tidaklah mudah, karena masalah yang
sebenarnya bukan terletak pada kata-kata, melainkan hati kita. Di balik
kekasaran itu, kita mungkin akan menemukan rasa tidak aman, rasa takut,
atau rasa bersalah di dalam diri kita yang mendorong kita melindungi
diri dengan mengorbankan orang lain.

Adakah sisi positif dari kata-kata yang kasar? Tak ada, kecuali sebagai
peringatan bahwa kita tidak berjalan bersama Kristus. Dalam perlindungan
dan kasih karunia-Nya, janganlah menyerang satu sama lain dalam upaya
untuk melindungi diri sendiri --MRD II

     Alih-alih melontarkan perkataan amarah
     Yang melukai dan menyulut pertikaian,
     Pakailah perkataan yang penuh kasih dan ramah,
     Yang menyembuhkan dan merawat kehidupan. --Sper

                        PERKATAAN YANG KASAR
                 MENGUNGKAPKAN HATI YANG PENUH DOSA


     Amsal 15:1-4

  1. Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi
     perkataan yang pedas membangkitkan marah.
  2. Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan, tetapi mulut
     orang bebal mencurahkan kebodohan.
  3. Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan
     orang baik.
  4. Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang
     melukai hati.




“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or 
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you 
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the 
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer 
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus 
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient 
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of 
e-mail transmission through Internet”

Kirim email ke