Dari surat pembaca Kompas.

Oleh Tamara 
Jalan Malaka Merah, Duren Sawit, Jakarta Timur

Saya berniat menarik uang lewat ATM Mandiri RS Islam Pondok Kopi,
Jakarta Timur, tanggal 26 April, dengan memilih penarikan jumlah Rp
300.000. Setelah beberapa saat di monitor ATM tertulis "Maaf,
transaksi tidak dapat diproses". Seharusnya kartu ATM keluar, namun
kartu tidak keluar dan uang yang akan saya tarik juga tidak keluar.
Saya kemudian telepon call center yang tercantum di ATM tersebut
(92899242).

Dari nomor telepon itu menjawab: "Bank Mandiri selamat siang..." Saya
sama sekali tidak curiga saat menanyakan nama, nomor rekening, nomor
kartu, dan nomor PIN. Setelah pulang ke rumah di telepon seluler saya
terdapat lima pesan masuk yang isinya rekening Mandiri telah didebet 5
x Rp 1.000.000. Total Rp 5.000.000. Setelah membaca pesan dari >small
2small 0< Banking Mandiri saya langsung telepon Bank Mandiri (14000)
setelah mencari-cari brosur Bank Mandiri. Petugas memberitahu bahwa
nomor telepon yang ada di ATM Mandiri palsu.

Uang saya telah dikuras berdasarkan jumlah maksimal pengambilan lewat
ATM per hari. Saya panik dan langsung mendatangi kantor Bank Mandiri
tempat saya membuka rekening (KCP Perum Klender, Jaktim). Saya
diberitahu oleh salah satu customer service bahwa nomor telepon yang
tertempel di ATM Mandiri RSI Pondok Kopi, Jaktim, itu palsu, dan juga
dijelaskan bahwa sebenarnya kartu tidak tertelan namun hanya diganjal
oleh penipunya sehingga seolah-olah kartu tertelan. Dan, saya
diharapkan untuk menghubungi nomor telepon call center yang terdapat
di dekat mesin ATM tersebut.

Ketika ditanyakan, apakah bisa dilacak lewat kamera CCTV di ATM
tersebut atau dilacak lewat transaksi? Petugas customer service itu
mengatakan, tidak semua ATM Mandiri dilengkapi kamera CCTV. Dan, dalam
hal ini transaksi diambil tunai bukan lewat transfer sehingga mustahil
untuk dilacak. Juga diakui bahwa bahwa kejadian seperti itu sudah
sering terjadi di ATM Mandiri, seperti mesin ATM yang diganjal dan
penempelan nomor call center palsu.

Namun, mengapa pihak Bank Mandiri tidak melakukan tindakan pengamanan
ekstra seperti mengontrol mesin-mesin ATM, meletakkan kamera CCTV di
dalam ruang ATM, dan menempatkan petugas satpam di ATM?

 

         



“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or 
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you 
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the 
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer 
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus 
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient 
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of 
e-mail transmission through Internet”

Kirim email ke