---------- Forwarded message ----------
From: Nikijuluw J.A. <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 24 Jul 2007 18:22
Subject: Fw: Ribuan Muslim Protes Konferensi di Lembah Karamel Cianjur
To: Johny Gmail <[EMAIL PROTECTED]>


----- Original Message -----
From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, July 24, 2007 3:01 PM
Subject: Re: Ribuan Muslim Protes Konferensi di Lembah Karamel Cianjur


surat jawaban dari pihak Lembah Karmel :

Subject: Klarifikasi Demo
Date: Sat, 21 Jul 2007 14:07:57 +0700
Cikanyere, 21 Juli 2007

Salam dalam kasih Kristus,

Melalui surat ini, kami dari pihak Lembah Karmel, akan menjelaskan dan
meluruskan kejadian tanggal 20 Juli 2007 yang terjadi di tempat kami,
Lembah Karmel, Cikanyere.

Berdasarkan pemberitaan melalui media massa (koran, radio, internet dan
televisi), dikatakan bahwa kemarin siang, tanggal 20 Juli 2007, lebih dari
1000 orang datang ke Lembah Karmel, Cikanyere untuk berdemonstrasi dengan
tuntutan supaya penyelenggaraan International Conference Komunitas
Tritunggal Mahakudus, tanggal 25-29 Juli 2007 nanti dibatalkan.

Perlu kami jelaskan bahwa semua pemberitaan itu terlalu dibesar-besarkan.
Demonstrasi memang ada, tetapi bukan di lokasi ataupun di depan Lembah
Karmel, juga jumlahnya tidak 1000 orang melainkan seratus lebih. Masalah
ini sebenarnya dipicu oleh satu orang yang memang sudah lama menjadi
sumber
berbagai masalah di daerah ini karena ambisi politiknya.
Dari dulu dia sudah memusuhi semua Gereja-Gereja yang ada, juga semua
pembangunan perumahan baru. Jadi bukan hanya kami yang diganggunya.
Gangguan yang ditujukan kepada kami, bukan hanya sekali ini saja. Gangguan
itu sudah dimulai dari sejak dulu, mulai dengan masalah perijinan.
Dikatakan bahwa kami membangun kompleks Lembah Karmel ini secara liar,
tanpa ijin, tidak memperhatikan kesehatan lingkungan hidup, mencuri air
dan
luasnya ribuan hektar. Padahal, semua bangunan di Lembah Karmel sudah
memiliki ijin resmi dan lengkap dari pemerintah, dan luasnya tidak lebih
dari 14 ha.

Di samping itu, fitnah lain disebarkan, misalnya dikatakan bahwa Lembah
Karmel sedang
membangun lumbung-lumbung dan rumah kebun, kemudian juga memiliki proyek
perumahan besar yang bisa dilihat di satu bukit. Semua fitnah ini sama
sekali tidak benar. Itu semua adalah milik orang lain, juga tanah-tanah di
sekitar Lembah Karmel, adalah milik orang lain. Semua fitnah dan provokasi
yang dilemparkan, tujuannya hanya satu yaitu supaya Lembah Karmel ditutup.

Karena semua usahanya selama ini gagal, maka dia mengambil moment akan
diselenggarakannya IC ini untuk memprovokasi umat Islam. Tapi gagal lagi
karena sebenarnya, dia sendiri tidak memiliki pendukung dari masyarakat
sekitar. Para pendemo yang melakukan demo kemarin adalah orang-orang yang
berasal dari luar wilayah ini, karena memang dia adalah orang yang
berkantong tebal sehingga dengan uangnya dia bisa mendatangkan rombongan
pendemo itu.
Justru kami mendapat dukungan penuh dari masyarakat sekitar,

Aparat Keamanan, semua LSM dan ORMAS. Merekalah yang menjaga kami dan
lokasi
Lembah Karmel dengan ketat, bahkan menutup jalan, jauh sebelum jalan masuk
ke daerah lokasi Lembah Karmel. Juga dalam kejadian serangan bulan Mei
yang
lalu, Aparat Keamanan, Pak Camat berserta masyarakat sekitarlah yang
melindungi kami.

Jadi sekali lagi, kami menegaskan bahwa semua pemberitaan di media massa
lebih banyak menyampaikan ketidakbenaran daripada kebenaran.
Demikianlah penjelasan dan klarifikasi kami tentang kejadian kemarin,
terima kasih atas perhatian dan doa-doa Anda semua.

Syalom,
LEMBAH KARMEL
P.O. Box 25, Sindanglaya ? Cipanas
Cianjur 43253 ? Jawa Barat.




                     miranda-kmi
                                              To:      nita-kmi/P/KHI,
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
                     07/20/2007 03:35
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED],
                     PM                       [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], benny-kmi/P/KHI, [EMAIL PROTECTED],
                                              agus-kmi/P/KHI,
[EMAIL PROTECTED], supriyatna-kmi/H3/C/KHI, budi-kmi/H3/C/KHI
                                              cc:
                                              Subject: Ribuan Muslim
Protes Konferensi di Lembah Karamel Cianjur





20/07/2007 14:43 WIB
Ribuan Muslim Protes Konferensi di Lembah Karamel Cianjur
Erna Mardiana - detikcom

Cianjur - Sedikitnya 1.000 orang bergerak menuju Lembah Karamel,
Kampung Cikanyere, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur. Mereka
menentang pelaksanaan konferensi 'Tritunggal Maha Kudus'. Polisi
menghadang mereka.

Hingga pukul 14.30 WIB, Jumat (20/7/2007), massa yang tergabung dalam
Konsorsium Umat Islam Kabupaten Cianjur itu sudah berada sekitar 100
meter dari Lembah Karamel, tempat akan digelarnya konferensi. Konferensi
digelar 24-29 Juli 2007.

Massa bergerak seusai salat Jumat dari Masjid Siti Hajar yang terletak
sekitar 1 KM dari Lembah Karamel. Sebagian besar dari mereka mengenakan
baju koko. Selain massa dari Cianjur, massa dari Bandung juga ikut
bergabung dalam aksi ini.

Sekitar 13.45 WIB, mereka bergerak menuju Lembah Karmel dengan berjalan
kaki. Sebelumnya di Masjid Siti Hajar, mereka melakukan orasi yang
intinya menentang konferensi di Lembah Karamel, karena izin prinsip dan
pembangunan bangunan itu bukanlah sebagai kawasan peribadatan.

Di tengah jalan, sekitar 30 polisi menghadang ribuan orang itu. Namun,
karena aparat terlalu sedikit, massa pun bisa lolos dari barikade
polisi. Dan 100 meter menjelang Lembah Karamel, puluhan polisi kembali
menghadang mereka.

Kali ini, langkah kaki massa terhenti. Sebab, aparat kepolisian tampak
berbekal tameng, helm, dan senapan gas air mata. Aparat juga mengerahkan
sejumlah anjing pelacak.

Massa pun akhirnya melakukan orasi-orasi kembali. Teriakan takbir
terdengar nyaring. Dalam orasinya, salah seorang orator menyampaikan
protes terhadap pelaksanaan konferensi tersebut. "Memang ada SMS yang
mengabarkan bahwa pihak Karamel telah membatalkan konferensi ini. Namun,
kami tidak percaya, SMS tidak memiliki kekuatan hukum," kata dia.

Hingga saat ini, massa dan polisi saling berhadapan. (asy/nrl)






Kirim email ke