%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
                             Renungan Harian
        Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Senin, 3 September 2007
Bacaan : Kisah Para Rasul 4:32-37
Setahun: Mazmur 140-142; 1 Korintus 14:1-20

Nats   : Tidak ada seorang pun yang berkekurangan di antara mereka
          (Kisah Para Rasul 4:34)

Judul:
                       BERHASIL KARENA SAHABAT

Enam orang sahabat membentuk sebuah klub renovasi rumah di Minneapolis,
Minnesota. Mereka bertemu sebulan sekali pada hari Sabtu di rumah salah
seorang dari mereka untuk mengerjakan proyek-proyek yang tidak dapat
ditangani seorang diri. Setelah saling membantu selama 20 tahun, mereka
mengaku bahwa kini ada suatu ikatan erat di antara mereka, seperti
sebuah keluarga besar. Sebuah kelompok serupa dibentuk di Snohomish,
Washington. Moto mereka adalah "Berhasil karena Sahabat".

Perhatian kelompok-kelompok ini terhadap para sahabat mereka
mengingatkan saya pada jemaat mula-mula (Kisah Para Rasul 4:32-37).
Selama masa penganiayaan hebat terhadap orang-orang percaya, mereka
sangat membutuhkan dukungan satu sama lain. Beberapa orang dengan
sukarela menjual tanah atau rumah mereka kemudian membawa hasil
penjualan itu kepada para rasul, dan "dibagi-bagikan kepada setiap orang
sesuai dengan keperluannya" (ayat 35). Mereka "sehati" dan "segala
sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama" (ayat 32).

Sebagai pengikut Kristus masa kini, kita pun perlu saling mendukung dan
menguatkan secara rohani. Mungkin kita sedang bergumul tentang bagaimana
kita akan melayani Tuhan, mencemaskan suatu masalah dalam pekerjaan,
atau merasa tidak yakin dengan cara mendisiplinkan anak yang suka
memberontak. Ini merupakan kesempatan yang baik untuk mendapatkan
nasihat serta doa dari sesama orang kristiani.

Melalui kasih, marilah kita saling melayani -- secara fisik maupun
rohani -- di tengah keluarga Allah (Galatia 5:13) --AMC

               ORANG-ORANG KRISTIANI AKAN BERDIRI TEGUH
                    JIKA MEREKA SALING BAHU-MEMBAHU



     Kisah Para Rasul 4:32-37

32. Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati
     dan sejiwa, dan tidak seorangpun yang berkata, bahwa sesuatu dari
     kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu
     adalah kepunyaan mereka bersama.
33  Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian
     tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam
     kasih karunia yang melimpah-limpah.
34  Sebab tidak ada seorangpun yang berkekurangan di antara
     mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah,
     menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa 35
dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu
     dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya. 36
Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut
     Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus. 37
Ia menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan
     meletakkannya di depan kaki rasul-rasul.





“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or 
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you 
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the 
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer 
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus 
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient 
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of 
e-mail transmission through Internet”

Kirim email ke