%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Kamis, 13 September 2007
Bacaan : Amsal 16:18-25
Setahun: Amsal 16-18; 2 Korintus 6
Nats : Jikalau keangkuhan tiba, tiba juga cemooh, tetapi hikmat ada
pada orang yang rendah hati (Amsal 11:2)
Judul:
KUDA DAN ANAK MANUSIA
Dalam salah satu novel berseri Narnia yang berjudul Kuda dan Anak
Manusia, Bree adalah seekor kuda yang bisa berbicara. Ia menganggap anak
lelaki yang menungganginya, Shasta, sebagai "anak kuda" yang sangat
membutuhkan latihan. Kerap kali pendapat-pendapat angkuh si kuda
mencerminkan sikapnya yang sombong. Ia menganggap dirinya sebagai kuda
perang yang gagah berani, dan memiliki kemampuan serta keberanian yang
hebat. Namun, sewaktu mendengar auman singa besar, ia lari dan
membiarkan anggota rombongan lainnya terancam.
Di kemudian hari, Bree menemui Aslan sang singa, yang adalah raja
Narnia. Kuda itu mengakui bahwa selama ini ia adalah sosok yang gagal
karena sombong dan penakut. Dan, Aslan pun memuji Bree karena telah
mengakui kesalahannya.
Alkitab mengatakan, "Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati
mendahului kejatuhan" (Amsal 16:18). Hidup ini memiliki caranya sendiri
untuk menunjukkan kelemahan kita, saat kita menjadi sombong. Oleh sebab
itu, dengan belajar bahwa "kecongkakan mendahului kehancuran" kita dapat
menemukan titik balik yang membuat kita tak lagi meninggikan diri. Dan,
saat kita bersikap rendah hati di hadapan Allah dan manusia, kita dapat
menjadi saluran hikmat bagi orang lain. "Jikalau keangkuhan tiba, tiba
juga cemooh, tetapi hikmat ada pada orang yang rendah hati" (Amsal
11:2).
Menonjolkan betapa pentingnya diri kita akan membuat kita tersandung.
Namun, memusatkan perhatian untuk memuliakan Allah dan memenuhi
kebutuhan sesama akan memberi kita cara pandang orang bijak --HDF
KEANGKUHAN MEMBAWA CEMOOH
KERENDAHAN HATI MEMBAWA HIKMAT
Amsal 16:18-25
18. Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati
mendahului kejatuhan.
19. Lebih baik merendahkan diri dengan orang yang rendah hati
dari pada membagi rampasan dengan orang congkak.
20. Siapa memperhatikan firman akan mendapat kebaikan, dan
berbahagialah orang yang percaya kepada TUHAN.
21. Orang yang bijak hati disebut berpengertian, dan berbicara
manis lebih dapat meyakinkan.
22. Akal budi adalah sumber kehidupan bagi yang mempunyainya,
tetapi siksaan bagi orang bodoh ialah kebodohannya.
23. Hati orang bijak menjadikan mulutnya berakal budi, dan
menjadikan bibirnya lebih dapat meyakinkan.
24. Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu,
manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.
25. Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut.
“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee
and could contain information that is confidential; If you are not the intended
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of
e-mail transmission through Internet”