Syalloom, Seorang Anak Muslim menyembuhkan dgn nama YESUS
Tue, 29 May 2007 21:44:17 -0700 Dear all, Mungkin teman2 sdh dengar dan membaca (Harian Komentar Sabtu, 19 Mei 2007) tentang seorang anak di Kel Madidir Unet Kec Bitung Tengah Kota Bitung yang mempunyai karunia menyembuhkan orang2 sakit hanya dengan ber-doa secara Kristen dan menyebut nama TUHAN YESUS dan seketika orang sakit itu jadi sembuh. Saya informasikan (sumber dr bbrp orang yg melihat langsung mapun dari rekan2 yg ada di Bitung) bahwa anak ini yg bernama Natalia Tahir (wanita), beragama Islam saat ini dia sekolah di kelas 2 SMA neg 2 Bitung. Menurut cerita saat dia dalam kandungan, ibunya pernah bermimpi jika anaknya perempuan dan lahir tgl 25 Desember maka harus diberi nama Natalia, dan memang ini terjadi...anak perempuan ini lahir tepat tgl 25 Des shg oleh orang tuanya diberi nama Natalia. Orang tuanya adalah keluarga muslim yg kehidupan sehari-hari sangat sederhana, bapaknya pengurus mesjid dan ibunya bekerja di salah satu perusahaan ikan di Bitung. Rumahnya hanya terbuat dari bambu dan berukuran kecil dan berada di perkampungan muslim. Anak ini pernah dihukum oleh orang tuanya krn sering berdoa menyebut nama Yesus dan menurut orang tuanya membuat malu keluarga apalagi mereka beragama bukan Kristen. Saat itu anak ini diikat tangannya dan digantung kemudian dipukuli, krn orangtuanya merasa iba akhirnya dia diturunkan namun setelah itu anak ini malah bertanya kepada orangtuanya kenapa tangannya seperti ada tanda bekas diikat? orangtuanya heran krn menurut anak itu dia tdk tahu apa yg dialaminya dan tdk merasakan saat dia dipukuli oleh orang tuanya. Disekolah oleh teman2nya merasa heran krn anak ini sering menyanyi lagu "Mujizat Itu Nyata" pdhl dia bukan Kristen shg mereka beranggapan mungkin krn lagu ini sdh didengar umum (ada di Sinetron TV) shg orang non kristen juga tahu lagu itu, selain itu anak ini sering berkhobat di lingkungan sekolahnya perihal kuasa mujizat itu. Saat ini rumah mereka dipenuhi oleh orang2 yg ingin disembuhkan baik dari Bitung maupun dari luar daerah. Penyembuhan anak ini dimulai saat hari Kenaikan Isa Almasih (Kamis, 17 Mei 07) dimana dia masuk di salah satu gereja yg ada di Bitung dan ada informasi bahwa dia saat itu menyebuhkan orang yg lumpuh. Pelayanan doa-nya sesudah anak itu pulang sekolah (siang hari) dan berlangsung bahkan sampai subuh. Seperti halnya Karunia seorang anak di Meko Sulteng, anak ini juga memiliki kesamaan dlm hal membaca pikiran/maksud orang yg datang kerumahnya. Jika orang yg datang masih memiliki ikatan dosa (perselisihan, Zinah, dll) maka orang ini akan diusir/suruh pulang. Ada juga orang muslim yg meminta didoakan tapi dlm doa jangan sebut nama Yesus akhirnya orang ini tdk sembuh. Anak ini juga tdk mau di foto atau diambil gambarnya, menurut dia jika ada yg berhasil memfotonya maka hasilnya akan rusak. Informasi dari teman2 sdh bbrp orang lumpuh yg bisa berjalan juga ada seorang bapak tua yg buta saat ini bisa melihat setelah didoakan oleh anak ini, begitu juga kemarin ada ibu yg perutnya bengkak setelah selesai didoakan langsung kempis perutnya. Hanya sampai saat ini anak tsb belum di Baptis (masuk Kristen) dan hal ini khususnya dilingkungan muslim sepertinya ditentang krn cara dia menyembuhkan orang bukan dgn cara agama mereka. Saat ini juga belum ada pendapat dari kalangan tokoh2/hamba2 Tuhan/Pendeta perihal penyembuhan yg dilakukan anak ini. Kita sebagai orang percaya tentunya harus kembali kepada Iman kristiani kita masing2. Kita percaya Tuhan dapat memberikan Karunia kepada siapa saja tanpa memandang usia dan pangkat seseorang, namun satu hal apakah orang yg diberi karunia tersebut juga mencerminkan pribadi Yesus dalam kehidupan sehari-harinya? ?!!! ....Tuhan Yesus memberkati. - ShiNtA- Imanuel <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Syalom, Saya baru saja menjemput istri dan anak saya yang baru pulang dari kota Bitung. FYI, kota Bitung adalah kota pelabuhan yang terletak di Propinsi Sulawesi Utara. Nah, saya mendengar sebuah cerita yang menarik dari istri saya mengenai kejadian yang belakangan ini sedang terjadi di sana. Fenomena 'aneh' dan ajaib yang terjadi di desa Meko, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah kini terjadi juga di kota Bitung, Sulawesi Utara. Seperti yang teman-teman sudah ketahui sebelumnya, di desa Meko, Tuhan Yesus memilih untuk menyatakan kuasa dan mujizat-Nya melalui seorang anak kecil kelas 2 SD. Sedangkan di Bitung, kali ini Tuhan Yesus kembali menyatakan pribadi-Nya melalui seorang gadis remaja kelas 2 SMA. Semula saya skeptis mendengar cerita ini, karena gadis remaja yang bernama Natalia ini adalah seorang beragama "lain" (penggunaan nama barat/kristen di Indonesia Timur oleh orang-orang non-kristen adalah hal yg biasa). Pikir saya, bagaimana mungkin Tuhan Yesus bisa memakai seseorang yang tidak termasuk 'domba-Nya' untuk jadi alatNya? Namun... Saya tidak begitu jelas mengenai kisah awal dari 'karunia' yg tiba-tiba diperoleh gadis ini. Singkat cerita, tiba2 gadis ini dijumpai oleh Tuhan Yesus dan diberi kuasa. Sejak itu, Natalia mulai memberitakan tentang Kristus dan menyembuhkan banyak orang. Saya dengar ada yang buta langsung melihat, lumpuh langsung berjalan, dll. Namun yang sangat menarik adalah, setiap kali ia selesai melakukan pelayanan kesembuhan tersebut maka si 'pasien' yang dilayani akan diberikan pesan yang kurang lebih bunyinya, "Silahkan pulang kembali lewat jalan dimana Anda lewat tadi, dan ingat, JANGAN BERBUAT DOSA LAGI." Pikirku, mirip sekali dengan pelayanan Kristus. Yang sungguh menepis rasa skeptis saya, setiap kali melayani, ia selalu berusaha agar segala perhatian dan pujian diarahkan pada Kristus. Ia selalu mengingatkan orang-orang yang melihat disekelilingnya bahwa semua mujizat yang terjadi dihadapan mereka itu adalah karya Tuhan Yesus, hanya Yesus lah yang melakukannya, dan ia senantiasa mengingatkan orang-oarng agar bertobat dari dosa mereka. Kalau 'karunia' ini palsu, besar kemungkinan besar Nama Yesus tidak akan ditinggikan disini. Sebaliknya, nama si oknum yang akan berusaha untuk dibesar-besarkan. Namun yang terjadi adalah sebaliknya. Satu hal lagi. Setiap kali ada orang yang mau memberi Natalia sesuatu sebagai rasa terima kasih (entah berupa uang atau barang), selalu ditolak. Dan dianjurkan agar pemberian tersebut sebaiknya diberikan kepada yang membutuhkan saja. Analisa saya, jelas motivasi individu ini bukanlah untuk meraup keuntungan. Karena gadis ini berlatar belakang "agama lain", maka terjadilah perpecahan dan silang pendapat baik dikalangan pemeluk agama mereka sendiri maupun di kalangan gereja. Pemuka-pemuka agama "lain" setempat segera mengambil tindakan. Setiap org beragama tersebut yang mengalami mujizat dimintai keterangan. Dan akhirnya, Natalia sendiri pun diperhadapkan kepada para pemuka agama tersebut dan pejabat pemerintah daerah setempat (bahkan kalau tidak salah, kasus ini sdh sampai ke tingkat Gubernur dan sudah dimuat di beberapa Surat Kabar setempat). Dalam satu kesempatan, ketika sedang dimintai keterangan, tiba-tiba Natalia meminta untuk berbicara 4 mata dengan seorang pemuka agama yang sedang menginterogasinya. Si pemuka agama menolak dengan alasan Natalia tidak perlu takut utk bercerita apapun secara terbuka dihadapan hadirin yang ada. Karena si pemuka tersebut memaksa, akhirnya Natalia dengan terus terang membongkar segala aib dan kebobrokan si pemuka agama tersebut dihapan hadirin dgn harapan membawanya kepada pertobatan. Bayangkan... malunya.... Saya masih terus mencari konfirmasi berita ini. Jika sahabat2 ada yg memiliki famili atau kenalan disana, mohon juga utk melakukan hal yang sama. Terlepas dari hasil konfirmasi yang akan saya peroleh nanti, yang menjadi permenungan saya adalah, mengapa Tuhan harus memakai 'orang seberang'? Apakah Tuhan tidak dapat memakai anak-anakNya lagi? Demikian juga dengan gadis kecil kelas 2 SD di Meko, pikirku mengapa Tuhan harus memakai anak sekecil itu? Apakah tidak ada lagi orang-orang Kristen dewasa yang dapat dipercaya oleh Tuhan? Apakah mungkin karena anak kecil lebih murni dan polos hatinya? Kalau begitu, pertanyaan saya apakah tidak ada lagi Pendeta dan pelayanan-pelayan yang murni sehingga Tuhan harus memakai seorang anak ingusan????? Aaaaakkh.. ini sangat mengganggu saya... Rasanya, kita harus banyak bercermin dan mengevaluasi pengiringan masing-masing kita dijalan Tuhan. Satu hal yang pasti, saya yakin kedatangan Tuhan Yesus sudah semakin dekat. "Akan terjadi pada hari-hari terakhir -- demikianlah firman Allah -- bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi." -(Kisah Para Rasul 2:17 ; Yoel 2:28) "Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah." -( I Korintus 1:27-29 ) ________________________________ "This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee and could contain information that is confidential; If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of e-mail transmission through Internet" ________________________________ ** “This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee and could contain information that is confidential; If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of e-mail transmission through Internet”
