Sekedar mengingatkan !!! 

 

 

Bom Paku di Tj Duren

Ini pengalaman pribadi, Sabtu 22 September 2007, jam 16:30 saya keluar
dari Citra Land menuju perumahan Taman Kedoya Baru melalui Tanjung
Duren. Rute yang saya lalui: Jl. Tanjung Duren Utara melewati Jl. Patra
Raya menuju Jl. Kebon Raya untuk tembus ke Jl. Arjuna Utara. Keadaan
padat merayap, tidak bisa lebih dari 25km/jam, karena cukup padat. Itu
hampir jam buka, sehingga banyak anak2 dan orang2 di tepi jalan.

Saya tidak ingat pasti mulai mana, tetapi saya sempat merasa mobil jadi
agak berat. Yang pertama terlintas adalah mungkin ada masalah dengan
mesin. Tiba2, di Jl. Kebon Raya ada seorang pengendara motor [bapak2,
tdk rapih] menunjuk2 arah ban. Saya tidak mempedulikan, karena khawatir
ada maksud jahat. Yang mencurigakan adalah selama kira2 1 menit,
pengendara tersebut mengikuti disamping mobil saya sambil terus coba
menunjuk2 ban.

Disana feeling sudah tidak enak, tapi saya tetap jalan sampai ke jalan
Arjuna Utara. Dari Jl. Kebon Raya 1, saya belok kanan dan masuk ke
Gedung Arjuna Elektro / GAE [Klinik Mata Nusantara] dan memutuskan
memeriksa keadaanban. Dari sejak belokan setelah Jl. Kebon Raya 1, saya
sudah terasa bahwa ban saya yang kena, bukan mesin, karena sampai
kempes habis. Disini pula pengendara motor tadi berhenti mengikuti saya.

Bom paku tersebut, bukan dari paku, melainkan buatan tangan. Seperti
paku, tapi bagian tengahnya bolong, persis seperti konsep jarum suntik.
Ini digunakan supaya membuat ban tubeless anda kempes seketika. Kalau
sekedar paku, ban tubeless masih tahan paling tidak sehari baru kempes.
Untuk membuat pakunya berdiri, mereka bisa menancapkan di gabus/kardus.
Sederhana tetapi sangat efektif.

Memang ternyata ban saya kempes habis dan saya telat 15 menit dari
janji saat itu. Ini adalah kejadian ke-2 atau ke-3 selama ini dan ini
yang paling parah. Tahun lalu kejadian serupa menimpa 2 orang kawan di
Jl. Panjang antara jembatan Kedoya menuju Perempatan Relasi, Kb Jeruk.
Yang satu kehilangan tas kerja, yang satu lagi tidak apa2. Beberapa
waktu silam, mobil yang dikemudikan keluarga saya (KIA Carnival) juga
kena bom paku di Jl. Sudirman (Bunderan Semanggi) pada tengah hari.
Waktu itu tidak terjadi apa-apa karena di mobil kami ada 5 orang, jadi
mereka tidak berani bertindak.

Masih ada beberapa kejadian lagi yang dialami langsung oleh orang2 yang
kami kenal yang terlalu banyak untuk saya sampaikan sekarang. Di bulan
puasa, tempat ramai, bahkan siang hari pun mereka berani bertindak.
Jangan terintimidasi - jangan terlihat takut. Kalau mereka nekat,
tabrak aja.

TIPS:
1 Hati-hati kalau ada pengendara motor yang melemparkan sesuatu kebawah
mobil anda. Itu yang terjadi dengan KIA Carnival kami.

2 Kalau ada yang menunjukkan ban anda kempes atau berasap, jangan
pedulikan - jalan saja, cari tempat yang agak terang / ramai, baru
periksa keadaan anda.

3 Pastikan tidak ada orang yang mengikuti anda dan/atau orang yang
memberi tahukan bahwa ban anda bermasalah sudah tidak ada lagi. 

4 Kalau ada tempat parkir, kalau perlu yang bayar - parkir di sana saja.
Paling tidak mereka belum berani beraksi dalam gedung/tempat parkir.

5 Pastikan ban serep, dongkrak dan lain2 dalam keadaan baik. Kalau kena
bom paku, segera perbaiki/ganti ban hari berikutnya. Kalau kena lagi
paling tidak sudah prepared.
6 Last but not least, berdoa :)

Demikian sharing saya, semoga berguna. 

-- 
Andry Lie 
[EMAIL PROTECTED] <mailto:lie6197%40yahoo.com>  | YM: lie6197



________________________________

** 



“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or 
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you 
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the 
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer 
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus 
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient 
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of 
e-mail transmission through Internet”

Kirim email ke