________________________________

From: Nikijuluw J.A. [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Tuesday, October 30, 2007 09:07
To: MG-Pro Juanita; Jasmine Toekan Bogor; Vina Toekan; Pattipeilohy
Hedy; Pattipeilohy Miranda; [EMAIL PROTECTED]; Linda Teresia Tobing;
Linda Tuelang; Sonny Tutuarima; Theo Donsu Yahoo; RIO Rishaputra Yahoo
Subject: Fw: Ganyang Malaysia

 

 

----- Original Message ----- 

Sent: Monday, October 29, 2007 8:48 PM

Subject: Ganyang Malaysia

 

MALAYSIA NYANYIKAN "RASA SAYANGE" DI FORUM PEMUDA JEPANG-ASEAN

 

Tokyo, 29/10 (ANTARA) - Kotingen pemuda Malaysia kembali menyanyikan
lagu daerah asal Maluku "Rasa Sayange" dalam acara pembukaan forum
pertukaran pemuda Jepang-ASEAN di Tokyo, Senin, seolah melupakan pesan
yang baru saja disampaikan anggota keluarga Kerajaan Jepang untuk
membangun saling pengertian. 

Usai acara peresmian pertemuan para pemimpin pemuda Jepang-Asean yang
dibuka oleh Princess Akishino, akrab dipanggil Putri Kiko, kontingen
Malaysia menyanyikan lagu yang sedang menjadi persoalan di antar kedua
negara itu dengan keras-keras, seperti tidak mengindahkan kebiasaan
Jepang yang melarang suara ribut-ribut. 

Ulah Malaysia itu dilakukan di salah satu gedung yang bersebelahan
dengan tempat upacara pembukaan berlangsung. Tempat tersebut memang
disediakan pihak panitia Jepang sebagai ajang pameran memperkenalkan
kebudayaan masing-masing negara peserta. 

Stand Malaysia persis bersebelahan dengan stand Indonesia, sehingga saat
pemuda-pemudi Malaysia menyanyikan lagu Rasa Sayange, kontan membuat
rombongan pemuda Indonesia tertegun dan kesal. 

"Sepertinya mereka dengan sengaja menyanyikan lagu itu keras-keras
dihadapan kita, apalagi juga secara provokatif mengajak peserta yang
lain untuk ikut menyanyikan lagu tersebut," kata Anom, pemudi asal Bali.


Sementara anggota lainnya, Wesley Corry Mirin, asal Papua mengatakan,
kelompok Indonesia untungnya mampu menahan diri walau merasa tidak
senang dengan tindakan Malaysia. 

"Mereka sepertinya tidak mendengar apa yang disampaikan Putri Kiko dalam
acara pembukaan yang menekankan pentingnya saling pengertian dan
persahabatan di antara para peserta," ujarnya. 

Aksi tersebut rupanya diketahui salah seorang staf penerangan KBRI Tokyo
yang kemudian cepat-cepat memanggil salah seorang diplomat Indonesia
untuk menyaksikan sendiri ulah kelompok Malaysia. 

Langsung berhenti 

Diplomat perempuan Indonesia, dewi Justicia Meidiwaty segera bergegas
kea real pameran. Namun begitu ia mendekati stand Indonesia dan
Malaysia, tiba-tiba lagu Rasa Sayange mendadak tidak terdengar. 

Kedatangan sosok perempuan berwajah Indonesia dengan pakaian khas
diplomat seperti jas hitam formal nampaknya langsung dikenali rombongan
Malaysia itu dari jauh sehingga dengan cepat menggantinya dengan lagu
lain berbahasa Jepang. 

Melihat gelagat tersebut, kontan saja Anom nekad mengajak berbicara
salah seorang peserta putri Malaysia agar dirinya bisa diajari lagu
tersebut. Lantas anggota rombongan Malaysia itu dengan malu-malu
mempersilahkannya tetapi sambil berlalu begitu saja. 

Sebelumnya pada acara pembukaan, baik Putri Kiko maupun sambutan dari
Dubes Kamboja yang mewakili negara Asean, berpesan sama tentang
pentingnya membangun saling pengertian dan kerjasama dalam memupuk rasa
persahabatan di antar sesama peserta. 

Dua pekan lalu, delegasi kesenian negeri jiran itu juga "menantang"
Indonesia dengan menampilkan lagu asal daerah Sumatera Barat Indang
Sungai Garinggiang ciptaan Tiar Ramon pada 1981, sebagai musik pengiring
tarian Malaysia di Asian Festival 2007 di Osaka. 

Konsulat Jenderal RI di Osaka kemudian melayangkan surat protes ke
Malaysia, namun tidak mendapat respon yang jelas. Bahkan staf Konjen
Osaka sudah bertemu dengan Direktur Pariwisata Malaysia di Osaka, Azhari
Haron itu, namun juga menerima jawabanan yang sama. 

"Dia beralasan ke luar kota saat itu," kata Masni Eriza, konsul
penerangan Konje RI di Osaka. (T.B011/ 

(T.B011/B/E001/E001) 29-10-2007 14:53:10 NNNN

________________________________

* 



“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or 
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you 
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the 
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer 
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus 
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient 
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of 
e-mail transmission through Internet”

Kirim email ke