%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
                             Renungan Harian
        Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Kamis, 1 November 2007
Bacaan : Matius 22:15-22 
Setahun: Yeremia 24-26; Titus 2

Nats   : Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada 
         Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada 
         Allah (Matius 22:21)

Judul: 
                            DUA KERAJAAN 

Dalam sebuah tulisan di USA Today, Rick Hampson menulis, "Tidak 
seperti dahulu, kehidupan agama kaum muda sekarang tidak membuat 
mereka peduli pada kehidupan bernegara. Mereka bahkan menganggap 
pemilihan umum sebagai tindakan yang tak masuk akal." Berikut adalah 
kutipan kata-kata dari seorang sarjana, "Saya tak peduli mengapa saya 
tidak peduli." Saya heran bahwa sebagai pengikut Yesus, kita 
terkadang juga memandang tanggung jawab bernegara kita dengan cara 
seperti itu!

Pandangan Yesus dalam Matius 22 membantu para pengikut-Nya untuk 
berpikir jernih mengenai kewajiban bernegara mereka di dunia. Bangsa 
Yahudi diwajibkan membayar pajak kepada pemerintah Romawi. Mereka 
benci membayar pajak karena uang tersebut langsung masuk ke 
perbendaharaan Kaisar. Sebagian pajak ini digunakan untuk menyokong 
pembangunan kuil-kuil berhala dan gaya hidup para bangsawan Romawi 
yang mengalami kemerosotan moral. Mereka mungkin juga mempertanyakan 
apakah mereka memiliki tanggung jawab bernegara kepada Kaisar. Namun, 
Yesus mengingatkan bahwa mereka memiliki dua kewarganegaraan. Mereka 
hidup di dunia yang memiliki dua kerajaan, yaitu kerajaan Kaisar 
(otoritas yang bersifat manusiawi) dan kerajaan Allah (otoritas yang 
bersifat ilahi). Mereka bertanggung jawab terhadap keduanya, tetapi 
mereka punya tanggung jawab lebih kepada Allah dan kerajaan-Nya 
(Kisah Para Rasul 5:28,29). 

Sebagai pengikut Kristus, kita diperintahkan untuk bekerja sama 
dengan penguasa kita, tetapi kita dipanggil untuk menunjukkan 
ketaatan dan komitmen utama kepada Allah --MLW

                    PEMERINTAH MEMILIKI OTORITAS 
              TETAPI ALLAH MEMEGANG OTORITAS TERTINGGI 


    Matius 22:15-22

15. Kemudian pergilah orang-orang Farisi; mereka berunding
    bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan. 
16  Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-orang
    Herodian bertanya kepada-Nya: "Guru, kami tahu, Engkau adalah
    seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan
    Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak
    mencari muka.
17  Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan
    membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?"
18  Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu
    berkata: "Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? 
19  Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu." Mereka
    membawa suatu dinar kepada-Nya.
20  Maka Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah
    ini?"
21  Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus
    kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu
    berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu
    berikan kepada Allah."
22  Mendengar itu heranlah mereka dan meninggalkan Yesus lalu
    pergi.





“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or 
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you 
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the 
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer 
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus 
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient 
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of 
e-mail transmission through Internet”

Kirim email ke