%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Senin, 5 November 2007
Ayat SH: Amsal 22:1-16
Judul: Didiklah anak!
Pendidikan penting untuk mempersiapkan masa depan. Pendidikan akan
menjauhkan orang dari kebodohan (15). Selain itu, pendidikan akan
mengembangkan potensi yang terdapat di dalam diri seseorang.
Pendidikan pada masa muda merupakan investasi yang tepat, yang
akan memberikan manfaat besar di hari tua kelak (6). Artinya
pendidikan bukan hanya berguna untuk seketika waktu saja,
melainkan di sepanjang hidup. Selain itu, pendidikan memang lebih
baik diberikan ketika seseorang masih cukup muda, yakni ketika ia
relatif lebih mudah berubah ke arah yang lebih baik. Maka
sepanjang hidup akan dia jalani sesuai dengan didikan yang telah
diterima.
Didikan akan memampukan orang untuk memilih jalan bijak dan bukan
jalan kefasikan. Kemampuan untuk memilih itulah yang akan
menentukan kesuksesan hidup. Tentu saja kisahnya akan jauh berbeda
bila orang tidak diberikan pendidikan pada kesempatan yang paling
baik di dalam hidupnya, yaitu pada masa mudanya. Ini mencakup masa
kanak-kanak sampai mencapai taraf kematangan. Bila di dunia ini
ada hal yang tidak bisa ditunda-tunda maka pendidikan anak adalah
salah satunya. Namun perlu dipahami bahwa yang dimaksud dengan
pendidikan bukan sekadar memberi anak makan, menyediakan pakaian
dan ruang tidur yang nyaman! Bahkan membentak atau memasukkan anak
ke sekolah Kristen pun bukan sebuah pendidikan! Pendidikan
mencakup tindakan mengajar, menasehati, mendisiplin anak, dsb.
Mendidik adalah sebuah upaya membentuk karakter hingga anak hidup
takut akan Allah.
Ingatlah bahwa amsal ini adalah perintah, bukan usulan! Orang tua yang
tidak mendidik anak berarti membiarkan mereka menjadi perusak
dunia. Maka orang tua harus menyadari bahwa masa untuk mendidik
anak begitu terbatas dan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Apabila
kesempatan emas itu bergulir begitu saja, tentu orang tua harus
mempertanggungjawabkannya di hadapan Tuhan.
Amsal 22:1-16
1. Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang
lebih baik dari pada perak dan emas.
2. Orang kaya dan orang miskin bertemu; yang membuat mereka semua
ialah TUHAN.
3. Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia, tetapi
orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka.
4. Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan,
kehormatan dan kehidupan.
5. Duri dan perangkap ada di jalan orang yang serong hatinya; siapa
ingin memelihara diri menjauhi orang itu.
6. Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada
masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.
7. Orang kaya menguasai orang miskin, yang berhutang menjadi budak
dari yang menghutangi.
8. Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana, dan tongkat
amarahnya akan habis binasa.
9. Orang yang baik hati akan diberkati, karena ia membagi rezekinya
dengan si miskin.
10. Usirlah si pencemooh, maka lenyaplah pertengkaran, dan akan
berhentilah perbantahan dan cemooh.
11. Orang yang mencintai kesucian hati dan yang manis bicaranya
menjadi sahabat raja.
12. Mata TUHAN menjaga pengetahuan, tetapi Ia membatalkan perkataan si
pengkhianat.
13. Si pemalas berkata: "Ada singa di luar, aku akan dibunuh di tengah
jalan."
14. Mulut perempuan jalang adalah lobang yang dalam; orang yang
dimurkai TUHAN akan terperosok ke dalamnya.
15. Kebodohan melekat pada hati orang muda, tetapi tongkat didikan
akan mengusir itu dari padanya.
16. Orang yang menindas orang lemah untuk menguntungkan diri atau
memberi hadiah kepada orang kaya, hanya merugikan diri saja.
“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee
and could contain information that is confidential; If you are not the intended
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of
e-mail transmission through Internet”