*Batik*,  katanya sudah dicopyright sama Malaysia . 

*Angklung*,  katanya sudah diaku asli Malaysia . 

*Lagu Rasa Sayange*, malah muncul di iklan visit Malaysia .
Pemerintah cum Depbudpar: diemmmmm ajaaaaa!
Ini ada orang yang kesel sama tu negara sampe - sampe bikin logo kaya 
begini neh! (attached)

*/Subject:/* Surat buat sahabatku, Malaysia 


Ramadhan 1428 H
Kepada sahabatku, Malaysia

Hai, sahabatku Malaysia. Bagaimana kabarmu menjelang lebaran kali ini? 
Wah, tentunya sudah banyak persiapan serta kesibukan yang menyita waktu 
karena sebentar lagi idul fitri akan tiba. Tapi, walaupun sibuk, jangan 
lupa untuk mengeluarkan zakat fitrahnya ya... ingat lho, ini kewajiban.

Hai sahabatku Malaysia . Di lebaran nanti jangan lupa putar lagu Rasa 
Sayange ya, ups lupa... lagu Rasa Sayang Hey. Lagu itu memang punya 
irama yang bagus dan punya nuansa yang mengasyikkan buat siapapun untuk 
berbalas pantun. Karena aku tahu di sana tidak punya lagu-lagu yang 
bagus, makanya kamu bilang bahwa lagu Rasa Sayang Hey itu adalah lagumu.

Tenang saja, aku nggak marah kok, sebab aku punya ribuan lagu lainnya. 
Kamu mau?

Hai sahabatku Malaysia . Jangan lupa ya lebaran nanti kamu pasti 
dikunjungi oleh saudara-saudaramu. Wah, di rumah pasti sibuknya luar 
biasa. Piring yang kotor, gelas yang berantakan, karpet yang terkena 
tumpahan kuah, atau sampah yang berserakan. Sahabatku, kamu jangan 
khawatir. Sebab, saudaraku akan memberesi semua yang berantakan itu. 
Kalau saudaraku tidak bekerja sesuai keinginanmu, ya sudah dicambuk 
saja, disuruh loncat dari jendela, atau gajinya nggak usah diberi. 
Bukannya kamu selama ini juga begitu?

Hai sahabatku, Malaysia . Di saat lebaran nanti, jangan marah ya kalau 
ada asap yang juga ikutan menyambangi rumah-rumahmu. Karena hanya itu 
oleh-oleh yang bisa aku berikan kepadamu. Meski sebenarnya aku ingin 
memberikan buah-buahan kepadamu, tetapi kamu lupa ya kalau pohon-pohonku

sudah kamu ambil. Masak sih kamu bisa lupa? Kan hutan di Sumatera dan 
Kalimantan sekarang sudah habis olehmu.

Hai sahabatku, Malaysia . Di lebaran nanti kamu pakai apa? Tentu kamu 
akan pakai batik motif perang itukan? Wah, kalau itu sih memang bagus 
sekali. Di sini, kamu bisa lihat motif itu di Yogyakarta . Sama? Memang 
sama, tapi kan katanya kamu yang punya dan asli dari sana .

Apalagi ketika kamu pakai batik kamu sedang menyantap ketupat dengan 
lauknya rendang daging yang kamu bilang asli buatan sana . Aku pernah 
lho dapat kiriman darimu, sekotak rendang daging dengan tulisan MADE IN 
MALAYSIA . Hmm, memang enak. Jangan khawatir kalau kamu kekurangan resep

makanan dan masakan, kamu tinggal bilang saja. Di sini ada ribuan resep 
khas Indonesia yang boleh kamu ambil. Tenang saja aku nggak marah kok, 
bahkan kalau kamu bilang khas dan asli dari Malaysia pun aku nggak
marah.

Hai sahabatku, Malaysia . O ya menjelang lebaran nanti tanggal 10 
Oktober ada astronotmu kan yang akan terbang ke luar angkasa dengan 
Soyuz. Wah, selamat ya. Aku turut senang lho. Ternyata tidak sia-sia 
bapak-ibu guru kami mengajari anak-anak Malaysia pendidikan. Bahkan 
sampai sekarang pun masih banyak kan profesor Indonesia yang mengajar di

sana . Wah, kalau kamu lupa terhadap siapa gurunya, ya nggak apa-apa. 
Karena bagi aku guru itu adalah pahlawan, pahlawan tanpa tanda jasa. 
Jadi kalau kamu melupakan sejarah dan kenyataan itu ya wajar saja.

Hai sahabatku, Malaysia . Suatu saat nanti aku akan berlebaran di sana .

Tapi apakah kamu ingat dengan namaku? Ya, namaku INDONESIA dan bukan 
INDON. Kalau kamu lupa sih ya nggak apa-apa. Toh, selama ini kamu juga 
sering lupa. Maklum kamu kan orang muda yang ngakunya tua bangka. He he 
he he....

Ya sudah sahabatku, Malaysia . Di bulan yang baik dan berkah ini, 
kuucapkan kepadamu untuk menikmati lebaran dengan enak ya. Jangan 
sedih.... aku, Indonesia nggak apa-apa kok.
Aku selalu paham kok kalau kamu memang begitu, dan memang sifatnya
begitu.

dari sahabatmu,
Indonesia

PS: Eh, aku punya lagu lebaran yang dinyanyikan BIMBO. Kamu mau ambil
nggak?



“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or 
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you 
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the 
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer 
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus 
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient 
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of 
e-mail transmission through Internet”

Kirim email ke