Riwayat Hidupku

 

Sembilan bulan aku berada dalam rahimnya, sakit dan lelah tak
dirasakannya.

Hanya kebahagiaan yang memancar dari raut wajahnya hingga lahirlah aku
kedunia ini.

 

Saat aku berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanku.

Sebagai balasannya, aku menangis sepanjang malam.

 

Saat aku berumur 2 tahun, dia mengajariku bagaimana cara berjalan.

Sebagai balasannya, aku kabur saat dia memanggilku.

 

Saat aku berumur 3 tahun, dia memasakkan semua makananku dengan kasih
sayang.

Sebagai balasannya, aku buang piring berisi makanan ke lantai.

 

Saat aku berumur 4 tahun, dia memberiku pensil berwarna.

Sebagai balasannya, aku corat-coret dinding rumah dan meja makan.

 

Saat aku berumur 5 tahun, dia membelikanku pakaian-pakaian yang mahal
dan indah.

Sebagai balasannya, aku memakainya untuk bermain di kubangan lumpur
dekat rumah.

 

Saat aku berumur 6 tahun, dia mengantarku pergi sekolah.

Sebagai balasannya, aku berteriak "nggak mau!!"

 

Saat aku berumur 7 tahun, dia membelikanku bola.

Sebagai balasannya, aku lemparkan bola ke jendela tetangga.

 

Saat aku berumur 8 tahun, dia memberiku es krim.

Sebagai balasannya, aku tumpahkan hingga mengotori seluruh bajuku.

 

Saat aku berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus pianoku.

Sebagai balasannya, aku sering bolos dan sama sekali tidak pernah
berlatih.

 

Saat aku berumur 10 tahun, dia mengantarku kemana saja, dari kolam
renang hingga pesta ulang tahun.

Sebagai balasannya, aku melompat keluar mobil tanpa memberi salam.

 

Saat aku berumur 11 tahun, dia mengantar aku dan teman-temanku ke
bioskop.

Sebagai balasannya, aku minta dia duduk di baris lain.

 

Saat aku berumur 12 tahun, dia melarangku untuk melihat acara TV & Video
khusus orang dewasa.
Sebagai balasannya, aku tunggu sampai dia pergi keluar rumah.

 

Saat aku berumur 13 tahun,dia menyarankanmu untuk memotong rambut,
karena sudah waktunya.

Sebagai balasannya, aku katakan dia tidak tahu mode.

 

Saat aku berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kempingku selama
sebulan liburan.

Sebagai balasannya, aku tak pernah meneleponnya, mengabarkan
keberadaanku.

 

Saat aku berumur 15 tahun, pulang kerja dia ingin memelukku.

Sebagai balasannya, aku kunci pintu kamarku.

 

Saat aku berumur 16 tahun, dia ajari aku mengemudi mobilnya.

Sebagai balasannya, aku pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa
peduli kepentingannya.

 

Saat aku berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting.

Sebagai balasannya, aku pakai telepon nonstop semalaman.

 

Saat aku berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika aku lulus SMA.

Sebagai balasannya, aku berpesta dengan teman-temanku hingga pagi.

 

Saat aku berumur 19 tahun, dia membayar kuliahku dan mengantarku ke
kampus pada hari pertama.

Sebagai balasannya, aku minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar
aku tidak malu di depan teman-temanku, ditertawakan sebagai "anak mami".

 

Saat aku berumur 20 tahun, dia memberiku sebuah mobil guna aktivitasku,
dan suatu hari bertanya "Dari mana saja seharian ini?"

Sebagai balasannya, aku jawab, "Ah, Ibu cerewet amat sih, ingin tahu
urusan orang!"

 

Saat aku berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus
untuk karirku di masa depan.

Sebagai balasannya, aku membentak "Aku tidak ingin seperti Ibu"

 

Saat aku berumur 22 tahun, dia memelukku dengan haru saat aku lulus
perguruan tinggi.

Sebagai balasannya, aku tagih janjinya untuk kapan bisa ke Luar Negeri.

 

Saat aku berumur 23 tahun, dia membelikanku 1 set furniture lengkap
untuk rumah baruku.
Sebagai balasannya, aku ceritakan pada temanku betapa kunonya furniture
itu.

Saat aku berumur 24 tahun, dia bertemu dengan kekasihku dan bertanya
tentang keluarga dan rencananya di masa depan.
Sebagai balasannya, aku mengeluh, "Aduuh, bagaimana ibu ini, kok
bertanya seperti itu?." 

Saat aku berumur 25 tahun, dia membiayai pernikahanku.

Sebagai balasannya, aku pindah ke kota lain menjauh darinya
bertahun-tahun.

 

Saat aku berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasihat bagaimana
merawat bayiku kepada aku dan istriku.

Sebagai balasannya, aku katakan padanya, "Bu, sekarang jamannya sudah
berbeda!"

 

Saat aku berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta
ulang tahun salah seorang kerabat.

Sebagai balasannya, "Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu."

 

Beberapa bulan ini, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanku.

Sebagai balasannya, aku baca tentang pengaruh negatif orang tua yang
menumpang tinggal di rumah anak-anaknya,

dan kucari pula informasi tentang rumah jompo.

 

Dan hingga larut malam aku tertidur dengan menggenggam buku dan brosur
rumah jompo, tiba-tiba kudapati dia meninggal dengan tenang.

Dan aku menjadi teringat semua yang belum pernah aku lakukan untuknya,
mereka datang menghantam hatiku bagaikan palu godam,

kemudian aku berteriak lantang, "tidaaak..." dan terdengar istriku
bertanya "Ayah mimpi apa???".

 

Aku hanya menjawab "Tidak ada apa-apa, besok pulang kantor, Ayah akan
mengunjungi Ibu..."

 

UNTUK SAHABAT SEMUA, JIKA IBUMU MASIH ADA,

JANGAN LUPA MEMBERIKAN KASIH SAYANGMU

LEBIH DARI YANG PERNAH KAU BERIKAN SELAMA INI..

SEBELUM PENYESALAN ITU DATANG...

 

Diambil dari : http://myquran. org/ <http://myquran.org/> 

 

------------ --------- --------- --------- --------- --------- -

 

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh

Lewati rintang untuk aku anakmu

Ibuku sayang masih terus berjalan

Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah

 

Seperti udara... kasih yang engkau berikan

Tak mampu ku membalas...ibu. ..ibu....

 

Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu

Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu

Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku

Dengan apa membalas...ibu. ..ibu....

 

Seperti udara... kasih yang engkau berikan

Tak mampu ku membalas...ibu. ..ibu....

 

(Iwan Fals, ibu)

 

Rgds,

Haryadi

Bagian Percetakan, Publikasi dan Administrasi

Direktorat Statistik Ekonomi dan Moneter

Menara Sjafruddin Prawiranegara Lt.15

Jl. M.H. Thamrin No.2 Jakarta 10350

Telp.   : 021-3818159

Fax.     : 021-3501931

e-mail  : [EMAIL PROTECTED]

http://www.bi.go.id/

 

 



“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or 
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you 
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the 
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer 
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus 
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient 
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of 
e-mail transmission through Internet”

Kirim email ke