Untuk semua teruciers serta keluarga kerabat pacar ect , jangan pernah naik Celebrity Taxi meski lagi terburu-buru sekalipun!!!
Cerita dibawah bener bgt, aku juga punya pengalaman nggak menyenangkan dengan Celebrity Taxi. Waktu itu saya & keluarga mo cari taxi dari Dufan ke Seaworld krn capek mo jalan lagi, ga lama dateng Celebrity Taxi dan sebenernya kita ud ga mau naik tapi supirnya maksa. Ditengah jalan dia minta ongkos 100ribu utk sampe Seaworld! Kita ga mau dan pilih jalan kaki tapi supirnya ga ngasih kita turun & malah marahin kita, padahal waktu itu kita sekeluarga & ada 2 org cowo anggota keluarga. Akhirnya ditengah jalan kita teriak panggil security yg kebetulan lewat trus supir taxi tsb akhirnya nurunin kita tp ga mau buka bagasi, dia mo bawa kabur tas kita yang ada di bagasi belakang! Untung disitu ada banyak orang yg bisa cegah taxi itu kabur. Setelah itu kita naik BlueBird dengan argo utk ke Seaworld dan supir BlueBird tsb kasih tau klo Celebrity Taxi memang taxi yg ga jelas, bahkan supirnya kebanyakan preman & bukan supir resmi dengan seragam dan tanda pengenal. Alhamdulilah ga sampe kejadian hal-hal yg mengerikan, karena waktu itu memang dari mulut supir Celebrity Taxi itu tercium bau alkohol yang tajam sekali. Dari kejadian itu saya ambil kesimpulan bahwa mereka benar-benar nekat padahal waktu itu saya nggak naik sendirian, malah dengan keluarga saya & juga dua orang laki-laki anggota keluarga. Jadi saya sarankan ke semua teman & kerabat utk tidak menggunakan Celebrity Taxi dalam keadaan apapun. Semoga membantu! TheAdes 0093 ----- Original Message ---- From: Lisa fitriyuli <[EMAIL PROTECTED] com> To: [EMAIL PROTECTED] ps.com Sent: Wednesday, October 31, 2007 2:50:05 PM Subject: [CitaCinta] PERAMPOKAN SELEBRITY TAXI Senin, 1 Oktober 2007 pukul 19.30 ketika saya hendak pergi les di Pancoran. Seperti biasa kalau tidak ada yang mengantarkan saya menggunakan TAXI sebagai transportasi ke tempat tujuan. Bukannya saya tidak mau naik angkutan umum (bus, metromini, dan sejenisnya). Karena kebetulan dari rumah (Dewi Sartika) ke tempat tujuan dekat, dan kalau di hitung - hitung lebih baik baik menggunakan taxi. Selama ini saya menggunakan taxi yang memang telah mempunyai citra baik. Tapi saat itu, saya karna sudah telat dan mengejar waktu. Saya menyetopkan taxi yang kosong yang pertamakali saya lihat. Seperti kita ketahui memang telah banyak kejahatan yang terjadi di taxi. Dan walau bagaimana pun kita, suatu saat butuh akan transportasi yang memberikan kenyamanan itu. Jadi setiap saya naik taxi apapun itu selalu mengingat nama taxi dan nomor pintunya, saya berhasil mengingat itu (SELEBRITI TAXI dengan nomor pintu 3284). Ketika pertama kali saya masuk taxi itu saya langsung mencari tanda pengenal supir yang ada di dashboard, tapi itu tidak saya temukan. Awalnya saya merasa cemas, tapi karna keadaan terburuburu ya saya tidak menghiraukan itu. Ketika memasuki jalan MT.Hariono saya memperhatikan supirnya, dia menyupir tidak fokus ke depan tapi melihat sisi kiri terus. Kalau kita naik angkutan umum itu wajar sekali karena mau liat penumpang. Ditambah supir itu mengambil jalur kiri terus, sedangkan kanan lancar sekali. Saya langsung bilang, "Pak tolong ambil kanan ya" supir itu mengikuti perintah saya. Saat itu kecemasan saya sempat berkurang, tapi selang beberapa menit supir itu langsung ambil kiri tepatnya itu di sesudah Menara Saidah, dan berhenti lalu dengan cepat orang asing memasuki taxi yang saya tumpangi. Mungkin karena berkah di bulan suci ramadhan ini, entah bagimana saya bisa tenang. Saya tidak hentinya menyebut asma Allah, saat itu yang ada di pikiran saya,"saya ikhlas sekali kalau harta saya harus hilang asalkan saya selamat dan tidak cacat fisik maupun mental. Supir dan temannya itu hanya mengancam saya dengan omongan "mau diperkosa dan di bawa ke tanjung periuk" dan meninta saya tenang, jangan melawan, dan janji saya tidak akan di apa-apain dan akan bisa les. Ketika taxi itu puter balik di bawah jembatan pancoran ke arah RS. Tebet. Disitu perampok yang duduk disamping itu memeriksa tas saya beserta isinya, dan mengambil 2 heandphone dan 2 kartu ATM beserta pinnya, juga menanyakan jumlah saldo "saya bilang 400rb". Pin itu terpaksa saya kasih dengan benar, karna saya berpikir kalau saya bohongin dan mereka mengecek dulu dan kecewa takutnya mereka akan bisa lebih tega lagi pada saya. Karna ketika di sebelum Indomobil Cawang, mereka seperti mau menaiki temannya lagi tapi tidak jadi karena kelamaan. Uang tunai senialai 40rb yang ada di dompet saya ia tidak ambil, malah saya tawarkan kenapa tidak diambil saja. Supir dan temannya itu kompak bergantian menjawab pertanyaan saya. "40rb hari gini buat apa, itu buat ongkos mbak pulang. Kita biasanya dapetnya ratusan mbak. Kita juga jadi kasian sama embak, kita salah target! kita pikir tadi embak seperti orang Cina". Waktu untuk memastikan pin itu benar atau tidak perampok yang duduk di samping saya meminta saya untuk sumpah dengan nama Allah, ya saya mengikuti karna memang benar adanya. Dan sempat - sempatnya berkata "iya mbak puasa nggak?". Lalu saya di puter - puterin di daerah Cawang Kapling, di sana saya meminta untuk diturunin dan mereka bilang "iya, kita lagi cari tempat untuk nurunin mbak yang aman". Sempet taxi itu masuk di salah satu gang masih di Cawang Kapling yang dikit lagi keluar ke flyover Kebon Nanas mereka berbincang "eh, jangan disini nanti ada anak - anak."enggak, ga ada" dan saya di suruh turun di gang yang gelap dan sepi katanya disana nembus ke tempat pool taxi buat saya pulang. Tapi saya malah memilih ga mau karna saya merasa takut jalan sendirian ditempat sepi dan gelap itu. Lalu taxinya muter - muter lagi, dan sebelum saya diturunin mereka lagi - lagi meminta saya bersumpah dengan nama Allah bahkan dengan taruhan nyawa orang tua pula. Untuk saya bisa ikhlas dan tidak melaporkan ke pihak berwajib. Karena keadaan saya mendesak ya saya turuti. Mendengar jawaban saya membuat mereka lega. Dan sempatnya mereka berkata "kita doa'in mbak jadi orang sukses dan jadi guru. Lain kali mbak kalau mau naik taxi blue bird aja". Akhirnya saya di turunin di pombensin kebon nanas yang sebelum saya turun, si supir meminta temannya memerikasa kalung, gelang, cincin, dengan lantang saya bilang ga ada. Dan syukur Alhamdulilah temannya yang duduk disamping saya dari awal tidak menyentuh saya sedikit pun. Dan meminta saya untuk tidak menengok kebelakang, kalau tidak saya akan ditarik lagi. Di pombensin itu saya langsung meminta tolong pada pegawai pombensin dan langsung di anterin ke Polsek Kebonanas. Sesampainya di Polsek saya langsung menelphone rumah dan meminta untuk blokir tabungan di Bank BNI dan Niaga. Dan saya merasa sudah agak tenang sedikit, sambil menunggu kedatangan keluarga saya. Ternyata ketika keluarga saya datang mereka bilang BNI ga mau blokir kalau bukan pemiliknya sendiri, meskipun yang menelpone keluarga sendiri yang bisa menjawab semua identitas diri yang ditanyakan oleh petugas cuctemer sevicenya. Coba pikir lagi, saat itu saya dalam keadaan mendesak dan dirugikan, itu benar - benar ga adil. Karna itu sudah terjadi penarikan sebesar 1,2 jt Dan syukur, saya baru inget kalau pin Bank NIAGA 6 digit, tapi saya kasih 4. Lalu saya melanjutkan laporan ke Polsek Pancoran. Sepulangnya kami (saya dan keluarga saya) dari polsek ayah dan tante saya menelphone SELEBRITI TAXI melaporkan kejadian ini, dan meminta pertanggung jawabannya. Tapi sampai sekarang tidak ada respon yang bertanggung jawab dari SELEBRITI TAXI. ---------------------------------------------------------- ---------- “This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee and could contain information that is confidential; If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of e-mail transmission through Internet”
