%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Rabu, 9 Januari 2008
Ayat SH: Mazmur 9
Judul: Keadilan Tuhan
Dilihat dari strukturnya yang berupa puisi akrostik (setiap bait
dimulai dengan abjad Ibrani secara berurutan), Mazmur 9 dan 10
sangat mungkin merupakan satu gubahan. Dalam bagian pertama (ayat
9:2-13), pemazmur mulai dengan menaikkan syukur karena perbuatan
tangan Tuhan pada masa lampau. Sejarah Israel adalah kesaksian
hidup dan nyata betapa Tuhan adalah hakim yang adil atas
bangsa-bangsa. Tuhan menyelamatkan Israel dari bangsa jahat yang
memperbudak mereka (Kel. 1-15), dan kemudian memakai Israel
sebagai alat penghukuman bagi bangsa-bangsa Kanaan yang fasik
dengan penyembahan berhala yang memakai ritual najis (lih. Kitab
Yosua).
Konflik antara baik dan jahat kita alami bukan saja dalam lingkup
perorangan, tetapi juga dalam lingkup sosial dan internasional.
Seperti halnya mazmur ini memperlihatkan pergumulan umat Tuhan
PL, ia juga menjadi bayang-bayang dari pergumulan gereja di zaman
sekarang ini. Hanya satu sebab agar umat Tuhan dari zaman ke
zaman dapat bertahan dan tetap mengukir sejarah, yaitu fakta
bahwa Tuhan Allah memerintah sejarah (ayat 8) serta aktif
melindungi umat-Nya (ayat 11). Di Indonesia kini pun gereja dan
orang Kristen bergumul untuk dapat hadir secara terhormat dan
dengan hak penuh. Andaikan kondisi ideal tersebut sewaktu-waktu
terganggu, merupakan penghiburan dan kekuatan bagi kita untuk
menatap kepada Tuhan agar Ia menunjukkan keadilan-Nya.
Tangan Tuhan berdaulat atas jalannya sejarah. Tidak ada bangsa yang
jahat yang tetap tinggal berjaya. Satu kali kelak mereka akan
dihukum oleh karena kefasikan mereka, terutama karena melawan
Tuhan dan umat-Nya. Kita perlu berdoa agar apa pun yang Tuhan
akan perlakukan atas bangsa kita, akhirnya rakyat dan pemimpin
bangsa kita akan mengetahui bahwa mereka adalah manusia biasa
(ayat 21) yang harus tunduk kepada Allah, taat, dan menyesuaikan
pola sikap dan kelakuan mereka, termasuk kepada orang Kristen,
sesuai dengan kebenaran Allah sendiri.
Mazmur 9
1. Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Mut-Laben. Mazmur Daud.
(9-2) Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hatiku, aku
mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib;
2 (9-3) aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau,
bermazmur bagi nama-Mu, ya Mahatinggi,
3 (9-4) sebab musuhku mundur, tersandung jatuh dan binasa di
hadapan-Mu.
4 (9-5) Sebab Engkau membela perkaraku dan hakku, sebagai Hakim
yang adil Engkau duduk di atas takhta.
5 (9-6) Engkau telah menghardik bangsa-bangsa, telah
membinasakan orang-orang fasik; nama mereka telah Kauhapuskan
untuk seterusnya dan selama-lamanya;
6 (9-7) musuh telah habis binasa, menjadi timbunan puing
senantiasa: kota-kota telah Kauruntuhkan; lenyaplah ingatan
kepadanya.
7 (9-8) Tetapi TUHAN bersemayam untuk selama-lamanya,
takhta-Nya didirikan-Nya untuk menjalankan penghakiman.
8 (9-9) Dialah yang menghakimi dunia dengan keadilan dan
mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran.
9 (9-10) Demikianlah TUHAN adalah tempat perlindungan bagi
orang yang terinjak, tempat perlindungan pada waktu kesesakan.
10 (9-11) Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab
tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN.
11. (9-12) Bermazmurlah bagi TUHAN, yang bersemayam di Sion,
beritakanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa,
12 (9-13) sebab Dia, yang membalas penumpahan darah, ingat
kepada orang yang tertindas; teriak mereka tidaklah
dilupakan-Nya.
13 (9-14) Kasihanilah aku, ya TUHAN; lihatlah sengsaraku,
disebabkan oleh orang-orang yang membenci aku, ya Engkau, yang
mengangkat aku dari pintu gerbang maut,
14 (9-15) supaya aku menceritakan segala perbuatan-Mu yang
terpuji dan bersorak-sorak di pintu gerbang puteri Sion karena
keselamatan yang dari pada-Mu.
15 (9-16) Bangsa-bangsa terbenam dalam pelubang yang dibuatnya,
kakinya tertangkap dalam jaring yang dipasangnya sendiri.
16 (9-17) TUHAN telah memperkenalkan diri-Nya, Ia menjalankan
penghakiman; orang fasik terjerat dalam perbuatan tangannya
sendiri. Higayon. Sela
17 (9-18) Orang-orang fasik akan kembali ke dunia orang mati,
ya, segala bangsa yang melupakan Allah.
18 (9-19) Sebab bukan untuk seterusnya orang miskin dilupakan,
bukan untuk selamanya hilang harapan orang sengsara.
19 (9-20) Bangkitlah, TUHAN, janganlah manusia merajalela;
biarlah bangsa-bangsa dihakimi di hadapan-Mu!
20 (9-21) Biarlah mereka menjadi takut, ya TUHAN, sehingga
bangsa-bangsa itu mengakui, bahwa mereka manusia saja. Sela
________________________________
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
<http://us.rd.yahoo.com/evt=51438/*http:/www.yahoo.com/r/hs>
________________________________
**
“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee
and could contain information that is confidential; If you are not the intended
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of
e-mail transmission through Internet”