%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
                             Renungan Harian
        Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Rabu, 23 Januari 2008
Bacaan : Galatia 6:1-10
Setahun: Keluaran 17-19

Nats: Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah
       datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi
       lemah (Galatia 6:9)

Judul:
                              MBAH GINUK

Berikut ini adalah cerita dari mahasiswa-mahasiswa sebuah sekolah
teologi. Saat memasuki semester akhir, mereka wajib melakukan
pelayanan di desa. Dua orang mahasiswa setiap akhir pekan melayani di
gereja kecil di sebuah desa. Seusai pelayanan, mereka selalu
mendapatkan sepiring pisang goreng pemberian seorang nenek yang
tinggal di desa itu. Nenek itu bernama Mbah Ginuk. Selalu begitu.

Suatu kali karena usia tua, Mbah Ginuk meninggal dunia. Para
mahasiswa yang biasa melayani di gereja di desa Mbah Ginuk merasa
sangat kehilangan. Mereka berangkat pelayanan dengan hati sedih,
bukan saja karena tidak lagi akan mendapatkan pisang goreng yang
enak, tetapi juga rindu kepada Mbah Ginuk yang memperlakukan mereka
seperti cucu sendiri. Namun, yang mengejutkan mereka, setelah mereka
selesai melakukan pelayanan, di pastori terhidang sepiring pisang
goreng yang tidak kalah lezatnya. "Lo, siapa yang mengirim pisang
goreng ini?" tanya mereka dengan nada ingin tahu campur gembira.
"Tetangga Mbah Ginuk yang menyediakannya!" ujar orang yang ditanya.

Ternyata kebaikan hati Mbah Ginuk yang itu menjadi inspirasi bagi
tetangganya yang juga sudah tua untuk melakukan hal yang sama.
Demikianlah perbuatan baik akan melahirkan perbuatan baik lainnya.
Maka, seperti yang dikatakan oleh Rasul Paulus, marilah kita tidak
jemu-jemu untuk berbuat baik. Pasti ada banyak cara bagi kita untuk
meneladani Mbah Ginuk. Marilah kita menyediakan "pisang goreng" kita
sendiri bagi orang-orang yang ada di sekitar kita --XQP

        KEBAIKAN HATI TAK DIUKUR DARI BANYAKNYA PEMBERIAN KITA
               TETAPI KETULUSAN HATI YANG MENGIRINGINYA



     Galatia 6:1-10

  1. Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu
     pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke
     jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu
     sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.
  2  Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu
     memenuhi hukum Kristus.
  3  Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia
     sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri.
  4  Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia
     boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat
     keadaan orang lain.
  5  Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri.
  6  Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman,
     membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang
     memberikan pengajaran itu.
  7  Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan.
     Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.
  8  Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai
     kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh,
     ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.
  9  Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah
     datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.
10  Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah
     kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada
     kawan-kawan kita seiman.




“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or 
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you 
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the 
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer 
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus 
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient 
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of 
e-mail transmission through Internet”

Kirim email ke