Motivasi

 

HEMAT SAJA TENAGA ANDA DARI PERTENGKARAN

Percaya atau tidak, selalu saja ada orang yang berusaha mengambil
keuntungan
dari setiap pertengkaran yang anda kobarkan. Tak peduli apakah anda atau
lawan anda yang kalah, tak segan-segan mereka mencari celah untuk
menunggangi keadaan. Pertengkaran selalu lemah melemahkan. Meski anda
memenangkannya, anda takkan pernah sungguh-sungguh memenangkan semuanya.
Pasti anda kehilangan sesuatu, setidaknya pengendalian diri anda
sendiri.
Karenanya, tak ada yang dapat menarik keuntungan sebanyak-banyaknya,
selain
orang ketiga yang seolah berdiri di luar arena pertempuran.

Pepatah mengatakan, bila dua ekor gajah bertarung, pelanduk kecil mati
di
tengah-tengahnya. Namun, di kejauhan segerombolan burung pemakan bangkai
yang cerdik menunggu dengan sabar kejatuhan salah satu gajah petarung.
Bahkan mungkin mereka juga menunggu kejatuhan pelanduk-pelanduk kecil.
Karena, mereka memang tak peduli pada siapa pun yang tersungkur. Bagi
mereka, dalam pertengkaran selalu ada peluang untuk dimanfaatkan. Maka,
secerdik-cerdiknya anda memenangkan pertengkaran, jauh lebih cerdik jika
anda menghemat tenaga untuk memahami perbedaan.

===================================================

 

Smiley:
TIDAK MAU MENGALAH
Chinese Wisdom

Seorang anak lelaki disuruh ayahnya pergi ke kota untuk membeli tepung
roti.
Anak lelaki itu segera berangkat berjalan kaki. Jarak antara desa tempat
tinggalnya dan kota cukup jauh juga. Di perjalanan ia harus melewati
sebuah
jembatan kecil.

Kini ia tiba di ujung jembatan kecil itu. Di seberang jalan ia melihat
seorang anak lelaki lain yang berjalan ke arahnya. Mereka berdua
sama-sama
berjalan di jalur yang sama. Hingga tepat di tengah-tengah jembatan itu
mereka saling berhadap-hadapan. Keduanya berhenti dan berpandangan. Anak
lelaki itu berpikir, "Wah, kurang ajar sekali anak ini. Dia tidak mau
mengalah dan memberikan jalan padaku."

Di saat yang sama, anak lelaki lain itu berpikiran hal yang sama,
"Seharusnya dia yang mengalah dan memberikan jalan padaku."

Lama keduanya saling berdiri di tengah jembatan tanpa ada satu pun yang
mau
mengalah dan memberikan jalan. Keduanya sama-sama berpikir bahwa "Aku
harus
berteguh hati dan kuat pendirian." Keduanya saling berpandangan tanpa
ada
satupun yang berbicara atau bergerak.

Siang pun tiba. Di rumah, ayah dari anak lelaki yang hendak pergi ke
kota
itu mulai cemas memikirkan mengapa anaknya belum juga kembali. Sang ayah
lalu bergegas menyusul anaknya ke kota. Hingga akhirnya ia sampai di
jembatan dan melihat ke dua anak lelaki itu saling berdiam dan
berhadap-hadapan. Sang ayah berteriak pada anak lelakinya, "Wahai
anakku,
mengapa engkau berdiri di situ?"

Anak lelakinya menjawab, "Anak lelaki ini menghalangi jalanku. Ia sama
sekali tidak mau mengalah. Bagaimana aku bisa berjalan jika ia menutup
jalanku?"

Sang ayah mulai kesal. Ia lalu berkata pada anaknya, "Sudahlah anakku,
sebaiknya kau minggir dan segera pergi ke kota untuk membeli tepung.
Biar
ayahmu ini yang berdiri di sini menggantikanmu dan tidak memberikan
jalan
pada anak lelaki yang tidak tahu diri ini!"

Smiley...! Teguh hati memang boleh. Sesekali mengalah demi tercapainya
tujuan bukanlah hal yang tercela. Tetapi bukan berarti lalu kita harus
menjadi tembok bagi tercapainya tujuan orang lain bukan? 

(Disadur dari: Chinese Wisdom)

 



“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or 
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you 
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the 
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer 
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus 
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient 
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of 
e-mail transmission through Internet”

Kirim email ke