======================================================================
                             Renungan Harian
        Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
======================================================================

Tanggal: Kamis, 31 Maret 2008
Bacaan : Ratapan 3:17-25
Setahun: 1 Samuel 25-26

Nats: Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku
       akan berharap: Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak
       habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar
       kesetiaan-Mu!" (Ratapan 3:21-23)

Judul:
                         MENGHITUNG RAHMAT

"Rumput di halaman rumah tetangga selalu terlihat lebih hijau."
Pepatah ini hendak menggambarkan kecenderungan orang untuk melihat
apa yang tidak dimiliki dalam hidupnya. Ada orang yang beranggapan
bahwa hidup orang lain lebih menyenangkan. Akibatnya, orang itu
tidak dapat bersyukur dengan hidupnya sendiri. Sikap demikian
sebenarnya justru memicu ketidakbahagiaan.

Dalam bukunya, "Petunjuk Hidup Tenteram dan Bahagia", Dale Carnegie
mengatakan, "Kecenderungan untuk jarang melihat apa yang kita
miliki, tetapi selalu ingat pada apa yang tidak kita punyai,
merupakan tragedi terbesar di dunia ini. Bisa jadi hal ini telah
lebih banyak menimbulkan kemalangan dibandingkan dengan yang
ditimbulkan oleh semua perang dan penyakit dalam sejarah."

Yeremia, penulis Kitab Ratapan, menunjukkan teladan yang indah.
Berbagai kejadian buruk menimpa hidupnya, sampai-sampai ia sempat
berpikir, "Sangkaku: hilang lenyaplah kemasyhuranku dan harapanku
kepada Tuhan" (ayat 18). Namun, ia tidak membiarkan diri terjebak
dalam kondisi itu. Sebaliknya, ia memusatkan perhatian pada rahmat
dan kesetiaan Tuhan, "Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan ...
Tak berkesudahan kasih setia Tuhan... selalu baru tiap pagi; besar
kesetiaan-Mu!" (ayat 21-23).

Hidup memiliki begitu banyak hal yang dapat kita syukuri; udara yang
kita hirup dengan nyaman, tawa dan tangisan anak-anak kita, makanan
dan minuman yang bisa kita nikmati, dan sebagainya. Mari kita
perhatikan hal-hal ini. Mari pusatkan perhatian kepada kesetiaan
Allah yang tak pernah habis, dan mari kita bersyukur! -AYA

                         SELAMA KITA HIDUP
                 SELALU ADA ALASAN UNTUK BERSYUKUR


     Ratapan 3:17-25

17  Engkau menceraikan nyawaku dari kesejahteraan, aku lupa akan
     kebahagiaan.
18  Sangkaku: hilang lenyaplah kemasyhuranku dan harapanku
     kepada TUHAN.
19  "Ingatlah akan sengsaraku dan pengembaraanku, akan ipuh dan
     racun itu."
20  Jiwaku selalu teringat akan hal itu dan tertekan dalam
     diriku.
21. Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku
     akan berharap:
22  Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya
     rahmat-Nya,
23  selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!
24  "TUHAN adalah bagianku," kata jiwaku, oleh sebab itu aku
     berharap kepada-Nya.
25  TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi
     jiwa yang mencari Dia.




“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or 
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you 
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the 
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer 
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus 
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient 
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of 
e-mail transmission through Internet”

Kirim email ke