=======================================================================
Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
=======================================================================
Tanggal: Rabu, 2 April 2008
Bacaan : Wahyu 4:1-11
Setahun: 1 Samuel 30-31; 2 Samuel 1
Nats: "Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian
dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala
sesuatu; dan karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan
di-ciptakan" (Wahyu 4:11)
Judul:
MAKAN SEPUASNYA
Sepasang suami-istri menjalani hidup sehat, antara lain dengan
melakukan diet ketat, nyaris vegetarian. Alkisah, mereka mencapai
umur panjang dan meninggal bersama-sama dalam usia lanjut. Di surga,
mereka diundang ke perjamuan yang mewah. Aneka hidangan, yang dulu
tak berani mereka sentuh saat masih di bumi, tersaji secara
berlimpah. Ternyata di surga mereka tak perlu berpantang makan.
Mendengar penjelasan itu, sang suami mengamuk pada istrinya, "Kalau
kau tidak memaksaku makan sereal hambar itu, mungkin dua puluh tahun
lalu aku sudah sampai di sini, tahu nggak?"
Pernah membayangkan surga seperti cerita di atas? Kita membayangkan
surga sebagai tempat untuk melampiaskan keinginan yang kita kekang
selama di bumi. Namun, jika kita berfokus pada keinginan diri, itu
berarti kita sedang membayangkan surga yang lain dari yang diulurkan
Kristus.
Kerajaan Surga disebut juga Kerajaan Allah, bukan Kerajaan "aku".
Surga berpusat kepada Allah sebagai Raja, sang pemegang kedaulatan
tertinggi (ayat 8-11). Surga bukan tempat pelampiasan kehendak diri,
melainkan tempat kehendak Tuhan digenapi. Di surga, kita dapat
melakukan sepuasnya bukan apa yang kita ingini, melainkan apa yang
semestinya kita lakukan sebagai anak Allah. Dan, justru dengan
mematuhi kehendak Allah itulah kita dipuaskan.
Hebatnya, hidup dengan cara surgawi bisa kita mulai saat ini. Yakni
dengan belajar hidup tidak egois atau sekehendak hati. Sebaliknya,
kita belajar untuk selalu mempertimbangkan masakmasak; apakah sikap,
ucapan, dan tindakan kita selaras dengan kehendak Allah -ARS
KERAJAAN SURGA ADALAH KERAJAAN ALLAH, BUKAN KERAJAAN AKU
Wahyu 4:1-11
1. Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah
pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar,
berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah ke
mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi
sesudah ini.
2 Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta
terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang.
3 Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata
yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta
itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya.
4 Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di
takhta-takhta itu duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai
pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka.
5 Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang
menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu:
itulah ketujuh Roh Allah.
6 Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal;
di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat
makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah
belakang.
7 Adapun makhluk yang pertama sama seperti singa, dan makhluk
yang kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga
mempunyai muka seperti muka manusia, dan makhluk yang keempat
sama seperti burung nasar yang sedang terbang.
8. Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam,
sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan
dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam:
"Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah
ada dan yang ada dan yang akan datang."
9 Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan
puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk
di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya,
10 maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan
Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang
hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di
hadapan takhta itu, sambil berkata:
11 "Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian
dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala
sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan
diciptakan."
“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee
and could contain information that is confidential; If you are not the intended
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of
e-mail transmission through Internet”