@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@
                          Santapan Harian
       Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@


Tanggal: Senin, 21 April 2008
Ayat SH: Hakim 5:1-31

Judul:  Merayakan kemenangan

Luapan sukacita umat Israel sungguh tak terbendung. Kemenangan yang
    datang dari Allah dirayakan, disaksikan, dan digemakan melalui
    puisi dan nyanyian yang indah. Nyanyian Debora merupakan psuisi
    dalam PL yang konon dianggap paling tua dan paling sering
    dinyanyikan. Ada tiga bagian penting yang bisa kita simak dalam
    puisi ini.

Bagian pertama (ayat 1-18) adalah pujian bagi Tuhan yang memberikan
    kemenangan. Israel mengakui bahwa kemenangan itu mereka peroleh
    bukan dari kekuatan atau senjata yang mereka miliki (ayat 8).
    Kemenangan itu  juga yang menandai bangkitnya rasa solidaritas
    Israel untuk bersama berjuang. Semaraknya dukungan terhadap
    Debora dan Barak datang dari berbagai suku dan tingkatan sosial,
    walaupun ada juga suku-suku yang meragukannya (ayat 14-18).

Bagian kedua (ayat 19-27), melukiskan kekalahan musuh secara tragis
    dan dramatis. Peristiwa sungai Kison di sini menjadi lebih jelas
    dari pasal sebelumnya. Dengan puitis, dilukiskan benda-benda
    langit seolah-olah berlarian turun, meninggalkan tempatnya dan
    ikut dalam peperangan melawan Sisera. Awan gelap dan curahan
    hujan lebat membuat sungai Kison meluap seketika dan
    menghanyutkan kereta perang dan pasukan Sisera yang gagah
    perkasa itu (ayat 20-21). Yael, istri Heber pun dipuji karena
    kecerdikan dan keberaniannya mengecoh Sisera saat bersembunyi di
    rumahnya. Ia bertindak tepat waktu merobohkan Sisera dengan
    tangannya.

Bagian ketiga (ayat 28-31), melukiskan kecemasan, kesedihan, dan
    kehampaan ibu Sisera yang menantikan putranya pulang. Semua
    musuh Tuhan akan binasa, tetapi orang yang mengasihi Tuhan akan
    terbit dalam kemegahan (ayat 31).

Seharusnya setiap saat kumandang pujian atas Tuhan bergema dalam
    hidup orang percaya karena kemenangan demi kemenangan atas
    berbagai pencobaan dan kuasa dosa yang dialaminya. Namun
    kemenangan itu baru dapat dinikmati bila setiap saat pula
    anak-anak Tuhan hidup bersandarkan anugerah-Nya.




    Hakim² 5:1-31

1. Pada hari itu bernyanyilah Debora dan Barak bin Abinoam,
    demikian:
2  Karena pahlawan-pahlawan di Israel siap berperang, karena
    bangsa itu menawarkan dirinya dengan sukarela, pujilah TUHAN!
3  Dengarlah, ya raja-raja! Pasanglah telingamu, ya
    pemuka-pemuka! Kalau aku, aku mau bernyanyi bagi TUHAN, bermazmur
    bagi TUHAN, Allah Israel.
4  TUHAN, ketika Engkau bergerak dari Seir, ketika Engkau
    melangkah maju dari daerah Edom, bergoncanglah bumi, tirislah
    juga langit, juga awan tiris airnya;
5  gunung-gunung--yakni Sinai--bergoyang di hadapan TUHAN, di
    hadapan TUHAN, Allah Israel.
6. Dalam zaman Samgar bin Anat, dalam zaman Yael, kafilah tidak
    ada lagi dan orang-orang yang dalam perjalanan terpaksa menempuh
    jalan yang berbelit-belit.
7  Penduduk pedusunan diam-diam saja di Israel, ya mereka
    diam-diam, sampai engkau bangkit, Debora, bangkit sebagai ibu di
    Israel.
8  Ketika orang memilih allah baru, maka terjadilah perang di
    pintu gerbang. Sesungguhnya, perisai ataupun tombak tidak
    terlihat di antara empat puluh ribu orang di Israel.
9  Hatiku tertuju kepada para panglima Israel, kepada mereka
    yang menawarkan dirinya dengan sukarela di antara bangsa itu.
    Pujilah TUHAN!
10  Kamu, yang menunggang keledai betina putih, kamu, yang duduk
    di atas permadani, kamu, yang berjalan di jalan, ceriterakanlah
    hal itu!
11  Di tempat-tempat penimbaan air, menurut suara orang-orang
    yang berdendang, di sanalah orang menyanyikan perbuatan TUHAN
    yang adil, perbuatan-Nya yang adil terhadap orang-orang-Nya di
    pedusunan di Israel. Pada waktu itu turunlah umat TUHAN ke pintu
    gerbang.
12. Bangunlah, bangunlah, Debora! Bangunlah, bangunlah,
    nyanyikanlah suatu nyanyian! Bangkitlah, Barak! dan giringlah
    tawananmu, hai anak Abinoam!
13  Lalu turunlah para bangsawan yang terluput, umat TUHAN turun
    bagi-Nya sebagai pahlawan.
14  Dari suku Efraim mereka datang ke lembah, mengikuti engkau,
    ya suku Benyamin, dengan laskarmu; dari suku Makhir turunlah para
    panglima dan dari suku Zebulon orang-orang pembawa tongkat
    pengerah.
15  Juga para pemimpin suku Isakhar menyertai Debora, dan
    seperti Isakhar, demikianlah Naftali menyertai Barak. Mereka
    menyusul dia dan menyerbu masuk lembah. Tetapi pihak
    pasukan-pasukan suku Ruben ada banyak pertimbangan.
16  Mengapa engkau tinggal duduk di antara kandang-kandang
    sambil mendengarkan seruling pemanggil kawanan? Di pihak
    pasukan-pasukan suku Ruben ada banyak pertimbangan!
17  Orang Gilead tinggal diam di seberang sungai Yordan; dan
    suku Dan, mengapa mereka tinggal dekat kapal-kapal? Suku Asyer
    duduk di tepi pantai laut, tinggal diam di teluk-teluknya.
18  Tetapi suku Zebulon ialah bangsa yang berani mempertaruhkan
    nyawanya, demikian juga suku Naftali, di tempat-tempat tinggi di
    padang.
19  Raja-raja datang dan berperang, pada waktu itu raja-raja
    Kanaan berperang dekat Taanakh, pada mata air di Megido, tetapi
    perak sebagai rampasan tidak diperoleh mereka.
20  Dari langit berperang bintang-bintang, dari peredarannya
    mereka memerangi Sisera.
21  Sungai Kison menghanyutkan musuh, Kison, sungai yang
    terkenal dari dahulu kala itu. --Majulah sekuat tenaga, hai
    jiwaku! --
22  Ketika itu menderaplah telapak kuda, karena berpacu lari
    kuda-kudanya.
23  "Kutukilah kota Meros!" firman Malaikat TUHAN, "kutukilah
    habis-habisan penduduknya, karena mereka tidak datang membantu
    TUHAN, membantu TUHAN sebagai pahlawan."
24. Diberkatilah Yael, isteri Heber, orang Keni itu, melebihi
    perempuan-perempuan lain, diberkatilah ia, melebihi
    perempuan-perempuan yang di dalam kemah.
25  Air diminta orang itu, tetapi susu diberikannya; dalam cawan
    yang indah disuguhkannya dadih.
26  Tangannya diulurkannya mengambil patok, tangan kanannya
    mengambil tukul tukang, ditukulnya Sisera, dihancurkannya
    kepalanya, diremukkan dan ditembusnya pelipisnya.
27  Dekat kakinya orang itu rebah, tewas tergeletak, dekat
    kakinya orang itu rebah dan tewas, di tempat ia rebah, di sanalah
    orang itu tewas, digagahi.
28  Dari jendela ibu Sisera menjenguk dan berseru dari tingkap:
    "Mengapa keretanya tak kunjung datang? Mengapa kereta-keretanya
    belum kedengaran?"
29  Yang paling bijak di antara dayang-dayangnya menjawabnya,
    dan ia sendiri juga membalas perkataannya itu:
30  "Bukankah mereka mendapat jarahan dan membagi-baginya, gadis
    seorang dua untuk setiap orang jarahan kain berwarna sehelai dua
    untuk Sisera, jarahan kain sulaman aneka warna sehelai dua untuk
    leherku?"
31  Demikianlah akan binasa segala musuh-Mu, ya TUHAN! Tetapi
    orang yang mengasihi-Nya bagaikan matahari terbit dalam
    kemegahannya. Lalu amanlah negeri itu empat puluh tahun lamanya. 

 

Femmy Patty

Kantor Bank Indonesia Ambon

Jl. Raya Pattimura No7

Tlp. (0911)-352762 Ext.1029

Fax. (0911)-356517

 



“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or 
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you 
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the 
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer 
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus 
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient 
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of 
e-mail transmission through Internet”

Kirim email ke