Note: forwarded message attached.
       
--- Begin Message ---
 

Ketika doa menjadi dosa...

Orang kristen(di Indonesia) adalah orang yang paling rajin berdoa.Wajar saja
karena di alkitab ada beberapa ayat yg memang bertujuan untuk mengajar,
memotivasi dan memerintahkan orang kristen untuk berdoa.

Kita menjadi semakin memfavoritkan ayat-ayat tentang doa:mintalah maka akan
diberi, ketuklah maka pintu akan dibukakan, carilah maka engkau akan
mendapat.

Itu sebab orang kristen semakin percaya bahwa doa adalah jawaban dari segala
sesuatu.Hal itu terbukti dengan banyaknya jargon/slogan tentang manfaat doa
berupa sticker yg bisa ditempel di mobil, di dinding ruang kerja/melajar, di
kantor, di kamar mandi, bahkan di kamar pengantin:-)

"Tuhan hanya sejauh doa"
"ora et labora"
"doa adalah nafas orang kristen"
"Doa adalah jawabannya"

Orang kristen -di Indonesia - paling gemar mengkoleksi segala hal tentang
doa
mulai dari buku, sticker, t-shirt, spanduk yang mengkampanyekan pentingnya
doa.

Sepuluh tahun terakhir ketika gereja di Indonesia belajar bahwa gereja
terbesar
di dunia -yang ada di Yoido Full Gospel Church di Korea-di hasilkan oleh
jemaat
yang tekun berdoa, maka gereja di Indonesia lantas ikut-ikutan belajar
bagaimana berdoa.

Banyak penerbit kristen menterjemahkan buku-buku tentang doa yang isinya
tentang bagaimana berdoa yang benar, spritual warfare/peperangan rohani,
pemetaan rohani/spiritual mapping, bagaimana menjadi kristen kelas dunia
yang
kaya, bagaimana terlepas dari kemiskinan dan hutang , bahkan saya sendiri
pernah nyaris menerbitkan buku yang berjudul " bagaimana supaya doa seorang
pemulung dikabulkan Tuhan dan doa sang toke ditolak".

Tujuan dari mobilisasi doa itu adalah supaya terjadi kebangunan rohani di
Indonesia.Supaya kekristenan di Indonesia itu maju, supaya gereja tidak lagi
dianiaya, supaya lebih banyak orang percaya di Indonesia, supaya kasih dan
kemurahan Tuhan boleh terjadi di di Indonesia, supaya lebih mudah untuk
mendapatkan ijin membangun gereja bahkan supaya mudah dapat jodoh alias ph
alias pasangan hidup dan mendapatkan mertua yang baik.  

10 tahun terakhir jabatan "intercessor" alias "pendoa syafaat" mendapat
gengsi
tersendiri (karena posisinya yang strategis) dalam komunitas gereja(terutama
karismatik/pentakosta atau yang berafiliasi dgn GKLMS-Gereja Kristen
Langsung
Masuk Sorga)-dan karena membanjirnya para intercessor/pendoa syafaat ,
karunia
itu sudah dijadikan topeng dan dimanipulasi sedemikian rupa oleh para
"pendoa
syafaat gadungan" .

Itu sebab beberapa tahun terakhir karunia pendoa syafaat sudah dikebiri
bahkan
diperkosa fungsinya(oleh komunitas gereja) hanya sebagai orang yang berdoa
memintakan sesuatu bagi orang lain(menurut kamus intercessor adalah "
perantara/pengantara/orang yang berdiri di tengah" .Sama sekali tidak
ditonjolkan fungsi lain yaitu menegur suatu kesalahan/dosa orang yang
didoakan!

Kita semakin terbius untuk giat berdoa apalagi ayat diatas diikuti kalimat
pendukung di belakangnya: "Bapa manakah diantara kamu yang akan memberi batu
jika anaknya meminta roti dan akan memberi ular/kalajengking jika anaknya
meminta yang ikan.Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik
kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang
baik
kepada mereka yang meminta kepada-Nya."

Kelompok literal akan memahami itu sebagai: Tuhan tidak akan memberi kamu
Suzuki Smash kalau kamu memang meminta Suzuki Thunder or Yamaha Scorpio,
Tuhan
tidak akan memberikan becak dayung kalau kamu memang meminta sedan Jaguar
kepada-Nya. Tuhan tidak akan memberi kamu jabatan ketua RT kalau memang kamu
meminta menjadi walikota...

Ayat-ayat itu hanya akan memotivasi kita menaikkan doa-doa yang ambisius
-kalau
kita tidak melihat seutuhnya segala aspek tentang doa yang ada di kitab
suci!! 

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan doa.Tidak ada salahnya kalau kita
rajin
berdoa.Kita hanya bersalah ketika kita rajin berdosa.

Doa menjadi salah ketika doa itu dimotivasi oleh sesuatu yang salah.

Akibat pengaruh buku dan arus pengajaran yang tidak seimbang orang kristen
menjadi lebih senang berdoa meminta sesuatu ketimbang bergiat untuk mentaati
perintah Tuhan(mis untuk mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri dan
mengasihi Tuhan dengan segenap hati -segenap akal budi)

Doa menjadi dosa ketika apa yang kita mintakan ke Tuhan hanya akan kita
pakai
untuk memuaskan keinginan/hawa nafsu kita sendiri. 

Doa menjadi menjadi dosa ketika kita berdoa buat kemajuan orang lain, tetapi
mental kita sendiri tidak siap dan tidak ingin melihat orang lebih maju dari
kita di kemudian hari...

Doa menjadi dosa ketika mentalitas hati orang yang berdoa dipenuhi oleh iri,
dengki, benci, dendam, dan perseteruan dan sakit hati!!!

Doa yang lahir dari orang-orang yang seperti itu tidak akan pernah didengar
Tuhan!
Bahasa Medannya:"hanya nambah-nambahin dosa ajanya itu...":(

ditulis di medan 14 mei 2008
rabu pkl:13:25 wib 
by:siregar, erwin
yayasan pengkajian sosial philia-Batam
akte no 63 notaris Maria Anastasia Halim,SH 21 Januari 1997

sebagai sarana menyalurkan dinamika masyarakat
mencerdaskan bangsa
menumbuh kembangkan kesadaran bermasyarakat
sekaligus sebagai data kajian...

 

 


--- End Message ---

Kirim email ke