%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal : Senin 26 Mei 2008
Ayat SH : Hakim² 12:1-15
Judul: Jika iri berpadu arogansi
Iri saja atau arogansi saja sudah merupakan sesuatu yang negatif.
Lalu bagaimana bila iri dan arogansi bertemu? Kehancuranlah yang
terjadi!
Kisah kemenangan suku Gilead sampai juga ke telinga suku Efraim,
tetangga mereka. Bukan ikut bahagia atas kemenangan itu, Efraim
malah tersinggung dan marah (ayat 1). Bukan karena tidak diberi
kesempatan untuk membantu, melainkan karena tidak bisa ikut
serta dalam kisah kesuksesan itu. Efraim, yang merasa diri
superior, iri atas kemenangan Gilead. Namun tak cukup sampai di
situ. Secara arogan, mereka mengancam akan membakar Yefta,
berikut rumahnya!
Tanggapan Yefta terhadap kemarahan suku Efraim, berbeda dengan
tanggapan Gideon dalam situasi yang sama. Gideon menanggapi
kemarahan suku Efraim dengan merendahkan dirinya. Hasilnya,
amarah suku Efraim mereda (Hak 8:1-3). Sedangkan Yefta, yang
bertindak sesuai ucapan, menanggapi ancaman suku Efraim dengan
tegas. Bagi Yefta, Tuhanlah yang telah menyerahkan bani Amon ke
dalam tangannya. Sementara suku Efraim hanya berdiam diri, meski
punya kesempatan untuk menolong. Padahal Yefta sendiri sudah
minta tolong, tetapi tidak dihiraukan (ayat 2-3). Baru ketika
perang usai, mereka mengajukan komplain, bahkan ancaman! Arogan
sekali! Merespons arogansi suku Efraim, Yefta mengumpulkan semua
orang Gilead untuk memerangi suku Efraim (ayat 4). Terjadilah
perang saudara yang memakan korban jiwa dari suku Efraim, sampai
mencapai 42.000 orang (ayat 6).
Iri hati yang berpadu dengan arogansi berakhir dengan perseteruan.
Kedua sifat negatif itu berasal dari sikap mening-gikan diri dan
merendahkan sesama; menganggap diri penting, sementara orang
lain bukan apa-apa. Tentu tak mudah menghadapi orang yang
bersifat demikian. Namun Roh Kudus menghendaki pengikut Kristus
menanggapi sikap demikian dengan sabar. Kita perlu belajar
merendahkan diri dan membalas kejahatan dengan kebaikan, amarah
dengan sikap bersahabat. Roh Kudus pasti memampukan kita!
Hakim² 12:1-15
1. Dikerahkanlah orang Efraim, lalu mereka bergerak ke Zafon.
Dan mereka berkata kepada Yefta: "Mengapa engkau bergerak untuk
memerangi bani Amon dengan tidak memanggil kami untuk maju
bersama-sama dengan engkau? Sebab itu kami akan membakar rumahmu
bersama-sama kamu!"
2 Tetapi jawab Yefta kepada mereka: "Aku dan rakyatku telah
terlibat dalam peperangan yang hebat dengan bani Amon; lalu aku
memanggil kamu, tetapi kamu tidak datang menyelamatkan aku dari
tangan mereka.
3 Ketika kulihat, bahwa tidak ada yang datang menyelamatkan
aku, maka aku mempertaruhkan nyawaku dan aku pergi melawan bani
Amon itu, dan TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tanganku. Mengapa
pada hari ini kamu mendatangi aku untuk berperang melawan aku?"
4 Kemudian Yefta mengumpulkan semua orang Gilead, lalu mereka
berperang melawan suku Efraim. Dan orang-orang Gilead mengalahkan
suku Efraim itu. Sebab orang-orang itu mengatakan: "Kamulah
orang-orang yang telah lari dari suku Efraim!" --kaum Gilead itu
ada di tengah-tengah suku Efraim dan suku Manasye--.
5 Untuk menghadapi suku Efraim itu, maka orang Gilead menduduki
tempat-tempat penyeberangan sungai Yordan. Apabila dari suku
Efraim ada yang lari dan berkata: "Biarkanlah aku menyeberang,"
maka orang Gilead berkata kepadanya: "Orang Efraimkah engkau?"
Dan jika ia menjawab: "Bukan,"
6 maka mereka berkata kepadanya: "Coba katakan dahulu:
syibolet." Jika ia berkata: sibolet, jadi tidak dapat
mengucapkannya dengan tepat, maka mereka menangkap dia dan
menyembelihnya dekat tempat-tempat penyeberangan sungai Yordan
itu. Pada waktu itu tewaslah dari suku Efraim empat puluh dua
ribu orang.
7 Yefta memerintah sebagai hakim atas orang Israel enam tahun
lamanya. Kemudian matilah Yefta, orang Gilead itu, lalu
dikuburkan di sebuah kota di daerah Gilead.
8. Sesudah dia, maka Ebzan dari Betlehem memerintah sebagai
hakim atas orang Israel.
9 Ia mempunyai tiga puluh anak laki-laki. Tiga puluh anaknya
perempuan dikawinkannya ke luar kaumnya dan tiga puluh anak
perempuan diambilnya dari luar kaumnya untuk anak-anaknya lelaki
itu. Ia memerintah atas orang Israel tujuh tahun lamanya.
10 Kemudian matilah Ebzan, lalu dikuburkan di Betlehem.
11 Sesudah dia, maka Elon orang Zebulon memerintah sebagai
hakim atas orang Israel. Ia memerintah atas orang Israel sepuluh
tahun lamanya.
12 Kemudian matilah Elon, orang Zebulon itu, lalu dikuburkan di
Ayalon, di tanah Zebulon.
13 Sesudah dia, maka Abdon bin Hilel, orang Piraton, memerintah
sebagai hakim atas orang Israel.
14 Ia mempunyai empat puluh anak laki-laki dan tiga puluh cucu
laki-laki, yang mengendarai tujuh puluh ekor keledai jantan. Ia
memerintah atas orang Israel delapan tahun lamanya.
15 Kemudian matilah Abdon bin Hilel, orang Piraton itu, lalu
dikuburkan di Piraton, di tanah Efraim, di pegunungan orang
Amalek.
Femmy Patty
Kantor Bank Indonesia Ambon
Jl. Raya Pattimura No7
Tlp. (0911)-352762 Ext.1029
Fax. (0911)-356517
“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee
and could contain information that is confidential; If you are not the intended
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of
e-mail transmission through Internet”