%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
                          Santapan Harian
        Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%


Tanggal: Rabu, 28 Mei 2008
Ayat SH: Hakim² 14:1-20

Judul:  Tidak menghargai panggilan Allah

Sekali pun dikandung, dilahirkan, dan ditentukan untuk hidup sebagai
    nazir Allah, Simson tidak menjadi pahla-wan bagi Israel dengan
    sendirinya. Sepak terjangnya sebagai hakim diawali oleh
    pernyataan: "Mulailah hatinya digerak-kan oleh Roh TUHAN ..."
    (Hak. 13:25). Terjemahan yang lebih tepat adalah: "Mulailah Roh
    TUHAN menggerakkannya ...". Kata Ibrani patsam berarti
    "mendorong" atau "memaksa." Kata ini menyatakan bahwa seluruh
    perjalanan hidup Simson berada di bawah kendali Roh Allah. Itu
    berarti setiap sepak terjangnya, sekali pun tidak sesuai dengan
    panggilan kena-zirannya, digunakan Allah untuk merealisasikan
    segala rencana-Nya bagi umat-Nya.

Ini terlihat melalui kekerasan hati Simson untuk meng-ambil seorang
    gadis Filistin sebagai isterinya (ayat 1-3). Tindakan ini
    menunjukkan bahwa ia tidak menghargai panggilan kenazirannya.
    Meskipun Allah mengatur hal itu terjadi sebagai jalan untuk
    menghukum orang Filistin (ayat 4), bukan berarti Simson tidak
    bersalah. Apa yang terjadi berikutnya pun masih merupakan
    rangkaian tindakan yang berlawanan dengan panggilan
    kenazirannya. Ia bersentuhan dengan bangkai (ayat 5-9), dan
    mengadakan pesta yang biasanya menyajikan anggur (ayat 10).
    Tindakannya membunuh 30 orang Filistin, walau sesuai dengan
    keinginan Allah untuk menghukum Filistin, dilakukan dengan
    alasan yang salah. Namun kita tidak melihat adanya penyesalan
    dalam diri Simson, meski ia melakukan sesuatu yang dapat
    meretakkan hubungannya dengan Allah. Simson benar-benar tidak
    menghargai Allah, dan hak istimewa sebagai nazir yang Allah
    berikan kepada dia.

Masalah mendasar yang terdapat dalam diri Simson ada-lah bahwa ia
    tidak pernah tunduk pada otoritas Allah. Ini termanifestasi juga
    dalam ketidaktaatannya kepada orang-tuanya (ayat 3). Sebagai
    nazir ia tidak memiliki disiplin diri yang baik. Ia membiarkan
    hasrat menguasai dirinya (band. 1Kor. 9:27). Padahal disiplin
    dan penaklukan diri mengindikasikan penyerahan diri seseorang
    pada otoritas Allah.


    Hakim² 14:1-20

1. Simson pergi ke Timna dan di situ ia melihat seorang gadis
    Filistin.
2  Ia pulang dan memberitahukan kepada ayahnya dan ibunya: "Di
    Timna aku melihat seorang gadis Filistin. Tolong, ambillah dia
    menjadi isteriku."
3  Tetapi ayahnya dan ibunya berkata kepadanya: "Tidak adakah
    di antara anak-anak perempuan sanak saudaramu atau di antara
    seluruh bangsa kita seorang perempuan, sehingga engkau pergi
    mengambil isteri dari orang Filistin, orang-orang yang tidak
    bersunat itu?" Tetapi jawab Simson kepada ayahnya: "Ambillah dia
    bagiku, sebab dia kusukai."
4  Tetapi ayahnya dan ibunya tidak tahu bahwa hal itu dari pada
    TUHAN asalnya: sebab memang Simson harus mencari gara-gara
    terhadap orang Filistin. Karena pada masa itu orang Filistin
    menguasai orang Israel.
5  Lalu pergilah Simson beserta ayahnya dan ibunya ke Timna.
    Ketika mereka sampai ke kebun-kebun anggur di Timna, maka seekor
    singa muda mendatangi Simson dengan mengaum.
6  Pada waktu itu berkuasalah Roh TUHAN atas dia, sehingga
    singa itu dicabiknya seperti orang mencabik anak kambing--tanpa
    apa-apa di tangannya. Tetapi tidak diceriterakannya kepada
    ayahnya atau ibunya apa yang dilakukannya itu.
7  Maka pergilah ia ke sana, lalu bercakap-cakap dengan
    perempuan itu, sebab Simson suka kepadanya.
8  Setelah beberapa waktu kembalilah ia ke sana untuk kawin
    dengan perempuan itu; dan ketika ia menyimpang dari jalan untuk
    melihat bangkai singa itu, tampaklah ada kawanan lebah pada
    kerangka singa itu dan juga madu.
9  Dikeruknya madu itu ke dalam tangannya dan sambil memakannya
    ia berjalan terus, kemudian pergilah ia kepada ayahnya dan
    ibunya, dan memberikannya juga kepada mereka, lalu mereka
    memakannya. Tetapi tidak diceriterakannya kepada mereka, bahwa
    madu itu dikeruknya dari kerangka singa.
10. Setelah ayahnya pergi kepada perempuan itu, Simson
    mengadakan perjamuan di sana, sebab demikianlah biasanya
    dilakukan orang-orang muda.
11  Ketika mereka melihat dia, dipilihlah tiga puluh orang kawan
    untuk menemani dia.
12  Kata Simson kepada mereka: "Aku mau mengatakan suatu
    teka-teki kepada kamu. Jika kamu dapat memberi jawabnya yang
    tepat kepadaku dalam tujuh hari selama perjamuan ini berlangsung
    dan menebaknya, maka aku akan memberikan kepadamu tiga puluh
    pakaian lenan dan tiga puluh pakaian kebesaran.
13  Tetapi jika kamu tidak dapat memberi jawabnya kepadaku, maka
    kamulah yang harus memberikan tiga puluh pakaian dalam dan tiga
    puluh pakaian kebesaran kepadaku." Kata mereka kepadanya:
    "Katakanlah teka-tekimu itu, supaya kami dengar."
14  Lalu katanya kepada mereka: "Dari yang makan keluar makanan,
    dari yang kuat keluar manisan." Ada tiga hari lamanya mereka
    tidak dapat memberi jawab teka-teki itu.
15  Pada hari ketujuh berkatalah mereka kepada isteri Simson:
    "Bujuklah suamimu, supaya diberitahukannya kepada kami jawab
    teka-teki itu; kalau tidak, kami akan membakar engkau beserta
    seisi rumah ayahmu. Apakah engkau mengundang kami untuk membuat
    kami menjadi miskin? Tidak, bukan?"
16  Lalu menangislah isteri Simson itu sambil memeluk Simson,
    katanya: "Engkau benci saja kepadaku, dan tidak cinta kepadaku;
    suatu teka-teki kaukatakan kepada orang-orang sebangsaku, tetapi
    jawabnya tidak kauberitahukan kepadaku." Sahutnya kepadanya:
    "Sedangkan kepada ayahku dan ibuku tidak kuberitahukan, masakan
    kepada engkau akan kuberitahukan?"
17  Tetapi isterinya itu menangis di sampingnya selama ketujuh
    hari mereka mengadakan perjamuan itu. Pada hari yang ketujuh
    diberitahukannyala kepadanya, karena ia merengek-rengek
    kepadanya, kemudian perempuan itu memberitahukan jawab teka-teki
    itu kepada orang-orang sebangsanya.
18  Lalu pada hari yang ketujuh itu, sebelum matahari terbenam,
    berkatalah orang-orang kota itu kepadanya: "Apakah yang lebih
    manis dari pada madu? Apakah yang lebih kuat dari pada singa?"
    Sahutnya kepada mereka: "Kalau kamu tidak membajak dengan lembu
    betinaku, pasti kamu tidak menebak teka-tekiku."
19  Maka berkuasalah Roh TUHAN atas dia, lalu pergilah ia ke
    Askelon dan dibunuhnya tiga puluh orang di sana, diambilnya
    pakaian mereka dan diberikannya pakaian-pakaian kebesaran itu
    kepada orang-orang yang dapat memberi jawab teka-teki itu. Tetapi
    amarahnya masih juga bernyala-nyala, lalu pulanglah ia ke rumah
    ayahnya.
20  Maka diberikanlah isteri Simson itu kepada kawannya, bekas
    pengiringnya.

 

Femmy Patty

Kantor Bank Indonesia Ambon

Jl. Raya Pattimura No7

Tlp. (0911)-352762 Ext.1029

Fax. (0911)-356517

 



“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or 
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you 
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the 
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer 
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus 
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient 
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of 
e-mail transmission through Internet”

Kirim email ke