%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Kamis, 5 Juni 2008
Ayat SH: Hakim 20:1-17
Judul: "Bukan semata demi persatuan"
"Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh", tampaknya tengah
dihayati oleh bangsa Israel usai mendengar kisah si Lewi yang
tidak sepenuhnya benar (ayat 4-5). Kengerian yang dia ciptakan
melalui pengiriman potongan mayat gundiknya ke setiap suku di
Israel, berhasil memprovokasi bangsanya. Setiap suku berdatangan
dari berbagai tempat, bahkan dari berbagai tempat di perbatasan.
Mereka bermufakat untuk menuntut balas atas tindakan orang Gibea
terhadap gundiknya (ayat 1). Inilah kesempatan bagi mereka untuk
menunjukkan solidaritas sebagai satu bangsa. Sayangnya,
permufakatan ini bukanlah inisiatif Allah.
Akan tetapi, suku Benyamin tidak bersedia ikut dalam permufakatan
itu. Bukan karena mereka tahu bahwa permufakatan itu tidak
berdasar kehendak Allah, melainkan karena mereka lebih memilih
untuk berpihak pada orang Gibea. Orang Benyamin juga tidak mau
membiarkan orang Gibea mempertanggungjawabkan perbuatan mereka
(ayat 12-13). Bukannya memberikan dukungan bagi orang-orang
sebangsa, suku Benyamin malah bersekutu dengan orang Gibea untuk
memerangi bangsanya sendiri. Memang Gibea adalah bagian
Benyamin. Namun dengan berlaku demikian, suku Benyamin telah
mengingkari panggilan sebagai umat Allah.
Di dalam komunitas orang beriman pun, rentan terjadi perbedaan
pendapat dan perpecahan. Bila terjadi, tentu pihak-pihak yang
bersengketa akan mencari sekutu untuk berpihak pada mereka.
Kadang kala, solidaritas dijadikan sebagai alasan nomor satu
untuk mencari sekutu. Padahal seharusnya kedua belah pihak
mencoba berpikir jernih dan melihat masalah berdasarkan kaca
mata kebenaran Allah. Karena solidaritas yang tidak dilandaskan
pada kebenaran firman Allah adalah solidaritas yang buta dan
tidak dapat dipertanggungjawabkan. Maka bila kita diperhadapkan
pada perpecahan gereja, pertimbangkanlah untuk tidak sembarangan
berpihak. Jangan sampai hanya demi solidaritas dan kesatuan,
lalu kita mengabaikan diberlakukannya kebenaran.
Hakim² 20:1-17
1. Lalu majulah semua orang Israel; dari Dan sampai Bersyeba
dan juga dari tanah Gilead berkumpullah umat itu secara serentak
menghadap TUHAN di Mizpa.
2 Maka berdirilah para pemuka dari seluruh bangsa itu, dari
segala suku orang Israel, memimpin jemaah umat Allah yang
jumlahnya empat ratus ribu orang berjalan kaki, yang
bersenjatakan pedang.
3 Kedengaranlah kepada bani Benyamin, bahwa orang Israel telah
maju ke Mizpa. Berkatalah orang Israel: "Ceritakan bagaimana
kejahatan itu terjadi."
4 Lalu orang Lewi, suami perempuan yang terbunuh itu, menjawab:
"Aku sampai dengan gundikku di Gibea kepunyaan suku Benyamin
untuk bermalam di sana.
5 Lalu warga-warga kota Gibea itu mendatangi aku dan mengepung
rumah itu pada malam hari untuk menyerang aku. Mereka bermaksud
membunuh aku, tetapi gundikku diperkosa mereka, sehingga mati.
6 Maka kuambillah mayat gundikku, kupotong-potong dia dan
kukirimkan ke seluruh daerah milik pusaka orang Israel, sebab
orang-orang itu telah berbuat mesum dan berbuat noda di antara
orang Israel.
7 Sekarang kamu sekalian, orang Israel, telah ada di sini.
Berikanlah di sini pertimbanganmu dan nasihatmu."
8 Kemudian bangunlah seluruh bangsa itu dengan serentak, sambil
berkata: "Seorangpun dari pada kita takkan pergi ke kemahnya,
seorangpun dari pada kita takkan pulang ke rumahnya.
9 Inilah yang akan kita lakukan kepada Gibea; memeranginya,
dengan membuang undi!
10 Kita akan memilih dari seluruh suku Israel sepuluh orang
dari tiap-tiap seratus, seratus orang dari tiap-tiap seribu,
seribu orang dari tiap-tiap sepuluh ribu, untuk mengambil bekal
bagi laskar ini, supaya sesudah mereka datang, dilakukan kepada
Gibea-Benyamin setimpal dengan segala perbuatan noda yang telah
diperbuat mereka di antara orang Israel."
11 Demikianlah orang Israel berkumpul melawan kota itu,
semuanya bersekutu dengan serentak.
12. Kemudian suku-suku Israel mengirim orang kepada seluruh suku
Benyamin dengan pesan: "Apa macam kejahatan yang terjadi di
antara kamu itu!
13 Maka sekarang, serahkanlah orang-orang itu, yakni
orang-orang dursila yang di Gibea itu, supaya kami menghukum mati
mereka dan dengan demikian menghapuskan yang jahat itu dari
antara orang Israel." Tetapi bani Benyamin tidak mau mendengarkan
perkataan saudara-saudaranya, orang Israel itu.
14 Sebaliknya, bani Benyamin dari kota-kota lain berkumpul di
Gibea untuk maju berperang melawan orang Israel.
15 Pada hari itu dihitunglah jumlah bani Benyamin dari
kota-kota lain itu: dua puluh enam ribu orang yang bersenjatakan
pedang, belum termasuk penduduk Gibea, yang terhitung tujuh ratus
orang pilihan banyaknya.
16 Dari segala laskar ini ada tujuh ratus orang pilihan yang
kidal, dan setiap orang dari mereka dapat mengumban dengan tidak
pernah meleset sampai sehelai rambutpun.
17 Juga orang-orang Israel dihitung jumlahnya; dengan tidak
termasuk suku Benyamin ada empat ratus ribu orang yang
bersenjatakan pedang; semuanya itu prajurit.
Femmy Patty
Kantor Bank Indonesia Ambon
Jl. Raya Pattimura No7
Tlp. (0911)-352762 Ext.1029
Fax. (0911)-356517
“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee
and could contain information that is confidential; If you are not the intended
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of
e-mail transmission through Internet”