%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
                          Santapan Harian
        Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Senin, 9 Juni 2008
Ayat SH: 1Samuel 1:19-28

Judul:  "Persembahan syukur"

Bagaimana menyatakan syukur terdalam kita? Banyak orang mengira
    asalkan memberi persembahan yang lumayan banyak, katakanlah
    lebih dari sepuluh persen - bukankah persepuluhan itu kewajiban
    minimal? - maka itu sudah sesuatu yang menunjukkan lebih dari
    sekadar kewajiban. Tentu Tuhan senang dengan persembahan
    demikian.

Seringkali kita salah mengerti konsep ucapan syukur dan makna
    persembahan. Kita mengucap syukur karena Allah telah berkarya
    dalam hidup kita dengan karya yang tidak bisa dibandingkan atau
    dibalas dengan cara apapun. Baik karya-Nya terbesar, yaitu
    keselamatan dalam Kristus, maupun berbagai kebaikan Tuhan yang
    kita alami dalam perjalanan iman kita, semua itu adalah
    anugerah. Maka ucapan syukur adalah pengakuan bahwa semua
    berasal dari Allah, dan tidak ada satu hal pun yang boleh kita
    klaim karena jasa atau kelayakan kita. Dengan sendirinya,
    persembahan kita berikan bukan karena kebaikan kita melainkan
    keluar dari hati yang tulus bersyukur atas kebaikan-Nya.

Itulah yang dilakukan Hana setelah Tuhan "mengingat" (ayat 19)
    dirinya dan mengabulkan permintaannya. Ucapan syukur Hana
    tercermin dari nama putranya, Samuel (ayat 20). Samuel adalah
    pemberian Allah. Oleh karena itu sebagai persembahan syukur,
    Samuel dipersembahkan untuk melayani Tuhan sekehendak-Nya (ayat
    28). Inilah persembahan yang berkenan kepada-Nya: "seumur hidup
    terserahlah ia kiranya kepada Tuhan."

Banyak keluarga melihat sikap Hana ini sebagai teladan untuk
    mempersembahkan anak sulung sebagai hamba Tuhan. Tentu tidak
    setiap anak sulung dari keluarga Kristen, Tuhan pilih dan
    panggil untuk menjadi hamba-Nya secara khusus. Jauh lebih
    penting bagi kita untuk melihat teladan Hana sebagai respons
    yang tepat terhadap anugerah. Berikan yang terbaik, yang Tuhan
    mau kita persembahkan sebagai ucapan syukur dan pengakuan, bahwa
    semua yang kita miliki berasal dari Tuhan semata.




    1Samuel 1:19-28

19. Keesokan harinya bangunlah mereka itu pagi-pagi, lalu sujud
    menyembah di hadapan TUHAN; kemudian pulanglah mereka ke rumahnya
    di Rama. Ketika Elkana bersetubuh dengan Hana, isterinya, TUHAN
    ingat kepadanya.
20  Maka setahun kemudian mengandunglah Hana dan melahirkan
    seorang anak laki-laki. Ia menamai anak itu Samuel, sebab
    katanya: "Aku telah memintanya dari pada TUHAN."
21  Elkana, laki-laki itu, pergi dengan seisi rumahnya
    mempersembahkan korban sembelihan tahunan dan korban nazarnya
    kepada TUHAN.
22  Tetapi Hana tidak ikut pergi, sebab katanya kepada suaminya:
    "Nanti apabila anak itu cerai susu, aku akan mengantarkan dia,
    maka ia akan menghadap ke hadirat TUHAN dan tinggal di sana
    seumur hidupnya."
23  Kemudian Elkana, suaminya itu, berkata kepadanya:
    "Perbuatlah apa yang kaupandang baik; tinggallah sampai engkau
    menyapih dia; hanya, TUHAN kiranya menepati janji-Nya." Jadi
    tinggallah perempuan itu dan menyusui anaknya sampai disapihnya.
24  Setelah perempuan itu menyapih anaknya, dibawanyalah dia,
    dengan seekor lembu jantan yang berumur tiga tahun, satu efa
    tepung dan sebuyung anggur, lalu diantarkannya ke dalam rumah
    TUHAN di Silo. Waktu itu masih kecil betul kanak-kanak itu.
25  Setelah mereka menyembelih lembu, mereka mengantarkan
    kanak-kanak itu kepada Eli;
26  lalu kata perempuan itu: "Mohon bicara tuanku, demi tuanku
    hidup, akulah perempuan yang dahulu berdiri di sini dekat tuanku
    untuk berdoa kepada TUHAN.
27  Untuk mendapat anak inilah aku berdoa, dan TUHAN telah
    memberikan kepadaku, apa yang kuminta dari pada-Nya.
28  Maka akupun menyerahkannya kepada TUHAN; seumur hidup
    terserahlah ia kiranya kepada TUHAN." Lalu sujudlah mereka di
    sana menyembah kepada TUHAN.

 

Femmy Patty

Kantor Bank Indonesia Ambon

Jl. Raya Pattimura No7

Tlp. (0911)-352762 Ext.1029

Fax. (0911)-356517

 



“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or 
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you 
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the 
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer 
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus 
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient 
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of 
e-mail transmission through Internet”

Kirim email ke