%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
                          Santapan Harian
        Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Tanggal: Rabu, 18 Juni 2008
Ayat SH: 1Samuel 8:1-22
Judul:  "Ketika menghadapi masalah"
Sering dalam hidup ini kita diperhadapkan pada masalah yang menekan
    dan menghimpit kita. Tekanan ini tentu saja mempengaruhi hidup
    kita, dan mendesak kita untuk mengambil pilihan-pilihan yang
    ditawarkan dunia. Bukan tidak mungkin kita mengambil pilihan
    yang salah, yang akan menimbulkan penyesalan di kemudian hari.
Pada zaman hakim-hakim memimpin mereka, Israel mengalami keamanan
    dan kemerdekaan. Namun begitu seorang hakim mati, terjadilah
    kekosongan kepemimpinan. Akibatnya, mereka kembali dikuasai
    musuh. Saat itu, Samuel sudah tua, sebentar lagi pensiun.
    Anak-anaknya tidak bisa diharapkan menggantikan dia (ayat 3).
    Israel menyadari bahwa tanpa dipimpin seorang raja, sebagaimana
    yang dimiliki bangsa-bangsa lain, mereka rentan untuk dijadikan
    bulan-bulanan musuh-musuh mereka. Maka mereka meminta raja untuk
    menggantikan Samuel menjadi hakim atas mereka (ayat 5-6). Mereka
    lupa bahwa kekalahan yang dialami Israel bukan karena tidak ada
    kepemimpinan politik yang bersistem, melainkan karena dosa-dosa
    mereka. Mereka lupa bahwa Allah adalah Raja, pemimpin sejati
    mereka. Sudah berulang kali Allah terbukti dapat diandalkan.
    Maka pilihan keliru, menolak Allah sebagai Raja dan menggantikan
    Dia dengan manusia, mengandung konsekuensi yang besar. Samuel
    menguraikan harga mahal yang harus mereka bayar kepada raja
    (ayat 10-18). Walau demikian, bangsa Israel bersikeras untuk
    mengambil jalannya sendiri.
Tekanan hidup seharusnya menjadikan kita lebih dekat dan bersandar
    pada Bapa. Kita seharusnya minta petunjuk Tuhan lebih dulu dalam
    menghadapi masalah. Jangan hanya mengandalkan kemauan dan
    pikiran kita saja. Sebab pilihan kita belum tentu sesuai dengan
    kehendak dan rancangan Allah. Oleh karena itu, libatkan Allah
    ketika kita menghadapi  setiap kesukaran. Ingatlah bahwa Tuhan
    mau campur tangan dan tidak akan tinggal diam dalam setiap
    masalah yang dihadapi anak-anak-Nya.
    1Samuel 8:1-22
1. Setelah Samuel menjadi tua, diangkatnyalah anak-anaknya
    laki-laki menjadi hakim atas orang Israel.
2  Nama anaknya yang sulung ialah Yoel, dan nama anaknya yang
    kedua ialah Abia; keduanya menjadi hakim di Bersyeba.
3  Tetapi anak-anaknya itu tidak hidup seperti ayahnya; mereka
    mengejar laba, menerima suap dan memutarbalikkan keadilan.
4. Sebab itu berkumpullah semua tua-tua Israel; mereka datang
    kepada Samuel di Rama
5  dan berkata kepadanya: "Engkau sudah tua dan anak-anakmu
    tidak hidup seperti engkau; maka angkatlah sekarang seorang raja
    atas kami untuk memerintah kami, seperti pada segala
    bangsa-bangsa lain."
6  Waktu mereka berkata: "Berikanlah kepada kami seorang raja
    untuk memerintah kami," perkataan itu mengesalkan Samuel, maka
    berdoalah Samuel kepada TUHAN.
7  TUHAN berfirman kepada Samuel: "Dengarkanlah perkataan
    bangsa itu dalam segala hal yang dikatakan mereka kepadamu, sebab
    bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak,
    supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka.
8  Tepat seperti yang dilakukan mereka kepada-Ku sejak hari Aku
    menuntun mereka keluar dari Mesir sampai hari ini, yakni
    meninggalkan Daku dan beribadah kepada allah lain, demikianlah
    juga dilakukan mereka kepadamu.
9  Oleh sebab itu dengarkanlah permintaan mereka, hanya
    peringatkanlah mereka dengan sungguh-sungguh dan beritahukanlah
    kepada mereka apa yang menjadi hak raja yang akan memerintah
    mereka."
10  Dan Samuel menyampaikan segala firman TUHAN kepada bangsa
    itu, yang meminta seorang raja kepadanya,
11  katanya: "Inilah yang menjadi hak raja yang akan memerintah
    kamu itu: anak-anakmu laki-laki akan diambilnya dan
    dipekerjakannya pada keretanya dan pada kudanya, dan mereka akan
    berlari di depan keretanya;
12  ia akan menjadikan mereka kepala pasukan seribu dan kepala
    pasukan lima puluh; mereka akan membajak ladangnya dan
    mengerjakan penuaian baginya; senjata-senjatanya dan perkakas
    keretanya akan dibuat mereka.
13  Anak-anakmu perempuan akan diambilnya sebagai juru campur
    rempah-rempah, juru masak dan juru makanan.
14  Selanjutnya dari ladangmu, kebun anggurmu dan kebun zaitunmu
    akan diambilnya yang paling baik dan akan diberikannya kepada
    pegawai-pegawainya
15  dari gandummu dan hasil kebun anggurmu akan diambilnya
    sepersepuluh dan akan diberikannya kepada pegawai-pegawai
    istananya dan kepada pegawai-pegawainya yang lain.
16  Budak-budakmu laki-laki dan budak-budakmu perempuan,
    ternakmu yang terbaik dan keledai-keledaimu akan diambilnya dan
    dipakainya untuk pekerjaannya.
17  Dari kambing dombamu akan diambilnya sepersepuluh, dan kamu
    sendiri akan menjadi budaknya.
18  Pada waktu itu kamu akan berteriak karena rajamu yang kamu
    pilih itu, tetapi TUHAN tidak akan menjawab kamu pada waktu itu."
19  Tetapi bangsa itu menolak mendengarkan perkataan Samuel dan
    mereka berkata: "Tidak, harus ada raja atas kami;
20  maka kamipun akan sama seperti segala bangsa-bangsa lain;
    raja kami akan menghakimi kami dan memimpin kami dalam perang."
21  Samuel mendengar segala perkataan bangsa itu, dan
    menyampaikannya kepada TUHAN.
22  TUHAN berfirman kepada Samuel: "Dengarkanlah permintaan
    mereka dan angkatlah seorang raja bagi mereka." Kemudian
    berkatalah Samuel kepada orang-orang Israel itu: "Pergilah,
    masing-masing ke kotanya." 






*



“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or 
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you 
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the 
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer 
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus 
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient 
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of 
e-mail transmission through Internet”

Kirim email ke