%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Senin, 23 Juni 2008
Ayat SH: 1Samuel 12:1-25
Judul: "Memimpin sampai akhir"
Tidak banyak pemimpin yang mengakhiri kepemimpinannya dengan baik.
Ada yang jatuh di tengah jalan karena ambisi pribadi, ada pula
yang jadi gila kuasa sehingga tidak mau turun, meski sudah
waktunya.
Era hakim-hakim berakhir dan era kerajaan dimulai. Samuel sudah
menghantar umat Israel sesuai dengan panggilannya sebagai hakim
dan nabi. Saul sudah diterima dan dilantik sebagai raja.
Berikutnya kepemimpinan Samuel akan dilanjutkan oleh Raja Saul.
Bentuk dan cara kepemimpinan pasti berbeda, tetapi hal-hal
esensial harus sama.
Pertama, kepemimpinan Samuel bersih dari ambisi dan kepentingan
pribadi (ayat 3-5). Maka Saul dan setiap pemimpin harus
menyadari godaan besar untuk menyelewengkan kuasa dan otoritas
yang mereka miliki. Kedua, kepemimpinan Samuel berpusat kepada
Tuhan. Tuhan adalah Pemimpin Utama (ayat 7-17). Samuel
menegaskan dan mengajarkan bahwa umat Tuhan harus setia dan
taat, hanya kepada Tuhan. Walaupun Tuhan memberikan raja sesuai
permintaan mereka, kesetiaan utama tetap ditujukan kepada Tuhan.
Bahkan raja pun harus tunduk kepada Dia (ayat 14). Ketiga,
kepemimpinan Samuel didasarkan pada keadilan dan kebenaran
Allah, juga pada belas kasih dan kesetiaan-Nya (ayat 20-25).
Memang umat berdosa ketika meminta raja, tetapi saat mereka
mengakui dan menyesali dosa, Tuhan mengampuni dan memulihkan.
Dalam beberapa hal, kepemimpinan Saul memiliki kualitas seperti yang
ditunjukkan Samuel. Namun itu baru permulaan. Masih harus diuji,
apakah Saul sukses sampai akhir.
Godaan untuk menyelewengkan otoritas dan kuasa yang dipercayakan
kepada kita, sangat besar. Juga tak sedikit oknum pemerintahan,
masyarakat, gereja, maupun rumah tangga, yang kacau karena
kepemimpinan yang tidak konsisten dalam menegakkan kebenaran dan
keadilan. Bila kita menjadi pemimpin, berilah diri kita dipimpin
oleh Tuhan lebih dulu. Bila kita tidak dalam posisi pemimpin,
dukunglah para pemimpin kita, salah satunya dengan doa.
1Samuel 12:1-25
1. Berkatalah Samuel kepada seluruh orang Israel: "Telah
kudengarkan segala permintaanmu yang kamu sampaikan kepadaku, dan
seorang raja telah kuangkat atasmu.
2 Maka sekarang raja itulah yang menjadi pemimpinmu; tetapi aku
ini telah menjadi tua dan beruban, dan bukankah anak-anakku
laki-laki ada di antara kamu? Akulah yang menjadi pemimpinmu dari
sejak mudaku sampai hari ini.
3 Di sini aku berdiri. Berikanlah kesaksian menentang aku di
hadapan TUHAN dan di hadapan orang yang diurapi-Nya: Lembu
siapakah yang telah kuambil? Keledai siapakah yang telah kuambil?
Siapakah yang telah kuperas? Siapakah yang telah kuperlakukan
dengan kekerasan? Dari tangan siapakah telah kuterima sogok
sehingga aku harus tutup mata? Aku akan mengembalikannya
kepadamu."
4 Jawab mereka: "Engkau tidak memeras kami dan engkau tidak
memperlakukan kami dengan kekerasan dan engkau tidak menerima
apa-apa dari tangan siapapun."
5 Lalu berkatalah ia kepada mereka: "TUHAN menjadi saksi kepada
kamu, dan orang yang diurapi-Nyapun menjadi saksi pada hari ini,
bahwa kamu tidak mendapat apa-apa dalam tanganku." Jawab mereka:
"Dia menjadi saksi."
6. Lalu berkatalah Samuel kepada bangsa itu: "Tuhanlah saksi,
yang mengangkat Musa dan Harun dan yang menuntun nenek moyangmu
keluar dari tanah Mesir.
7 Maka sebab itu, berdirilah supaya aku bersama-sama dengan
kamu berhakim di hadapan TUHAN mengenai segala perbuatan
keselamatan TUHAN yang telah dikerjakan-Nya kepadamu dan kepada
nenek moyangmu.
8 Ketika Yakub datang ke Mesir dan nenek moyangmu berseru-seru
kepada TUHAN, maka TUHAN mengutus Musa dan Harun, yang membawa
nenek moyangmu keluar dari Mesir, dan membiarkan mereka diam di
tempat ini.
9 Tetapi mereka melupakan TUHAN, Allah mereka, dan Ia
menyerahkan mereka ke dalam tangan Sisera, panglima tentara di
Hazor, dan ke dalam tangan orang Filistin dan raja Moab, yang
berperang melawan mereka.
10 Mereka berseru-seru kepada TUHAN, katanya: Kami telah
berdosa, sebab kami telah meninggalkan TUHAN dan beribadah kepada
para Baal dan para Asytoret; maka sekarang lepaskanlah kami dari
tangan musuh kami, maka kami akan beribadah kepada-Mu.
11 Sesudah itu TUHAN mengutus Yerubaal, Barak, Yefta dan
Samuel, dan melepaskan kamu dari tangan musuh di sekelilingmu,
sehingga kamu diam dengan tenteram.
12 Tetapi ketika kamu melihat, bahwa Nahas, raja bani Amon,
mendatangi kamu, maka kamu berkata kepadaku: Tidak, seorang raja
harus memerintah kami, padahal TUHAN, Allahmu, adalah rajamu.
13 Maka sebab itu, lihat itu raja yang telah kamu pilih, yang
kamu minta. Sesungguhnya TUHAN telah mengangkat raja atasmu,
14 asal saja kamu takut akan TUHAN, beribadah kepada-Nya,
mendengarkan firman-Nya dan tidak menentang titah TUHAN, dan baik
kamu, maupun raja yang akan memerintah kamu itu mengikuti TUHAN,
Allahmu!
15 Tetapi jika kamu tidak mendengarkan firman TUHAN dan kamu
menentang titah TUHAN, maka tangan TUHAN akan melawan kamu dan
melawan rajamu.
16. Sekarang tinggallah berdiri dan lihatlah perkara yang besar
yang akan dilakukan TUHAN di depan matamu ini.
17 Bukankah sekarang musim menuai gandum? Aku akan berseru
kepada TUHAN, supaya Ia memberikan guruh dan hujan. Lihatlah dan
sadarlah, bahwa besar kejahatan yang telah kamu lakukan itu di
mata TUHAN dengan meminta raja bagimu."
18 Lalu berserulah Samuel kepada TUHAN, maka TUHAN memberikan
pada hari itu guruh dan hujan, sehingga sangat takutlah seluruh
bangsa itu kepada TUHAN dan kepada Samuel.
19 Berkatalah seluruh bangsa itu kepada Samuel: "Berdoalah
untuk hamba-hambamu ini kepada TUHAN, Allahmu, supaya jangan kami
mati, sebab dengan meminta raja bagi kami, kami menambah dosa
kami dengan kejahatan ini."
20 Dan berkatalah Samuel kepada bangsa itu: "Jangan takut;
memang kamu telah melakukan segala kejahatan ini, tetapi
janganlah berhenti mengikuti TUHAN, melainkan beribadahlah kepada
TUHAN dengan segenap hatimu.
21 Janganlah menyimpang untuk mengejar dewa kesia-siaan yang
tidak berguna dan tidak dapat menolong karena semuanya itu adalah
kesia-siaan belaka.
22 Sebab TUHAN tidak akan membuang umat-Nya, sebab nama-Nya
yang besar. Bukankah TUHAN telah berkenan untuk membuat kamu
menjadi umat-Nya?
23 Mengenai aku, jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada
TUHAN dengan berhenti mendoakan kamu; aku akan mengajarkan
kepadamu jalan yang baik dan lurus.
24 Hanya takutlah akan TUHAN dan setialah beribadah kepada-Nya
dengan segenap hatimu, sebab ketahuilah, betapa besarnya hal-hal
yang dilakukan-Nya di antara kamu.
25 Tetapi jika kamu terus berbuat jahat, maka kamu akan
dilenyapkan, baik kamu maupun rajamu itu."
Femmy Patty
Seksi Operasional Kas
Bank Indonesia Ambon
Telp. 0911-352762 (1029)
“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee
and could contain information that is confidential; If you are not the intended
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of
e-mail transmission through Internet”