FYI SCENE 1:
Beberapa waktu yang lalu saya ke pizza resto dan membayar dengan debt card yang berlink langsung dengan Account saya (ini sistem baru yang cepat, hanya mendekatkan Kartu ke scan reader), kasir menerima card saya, mendekatkannya ke scan readernya dan meletakkan di meja seperti biasa Jika menunggu approval. Ketika menunggu itu, ia mengambil hp dan mulai ber sms. Saya memakai hp jenis yang sama, saya kenali bunyi klik seperti ambil foto, bukan sms. Ia kemudian mengembalikan kartu saya sambil tetap me-nekan2 tuts hpnya. Sementara itu saya menduga apa yang difoto. Karena curiga ia memfoto card saya, saya mulai memperhatikan tiap tindakannya. Ia menaruh HPnya di meja dalam posisi tetap terbuka dan beberapa detik kemudian terdengar suara seperti picture saved in memory card. Sekarang saya yakin dia memfoto card saya, seandainya HP saya tidak sama saya tidak tahu ia memfoto card saya. Scanner bisa diakali dengan kode bar yang sama walaupun itu foto atau print out, asal susunan code bar sama maka transaksi akan diproses. SCENE 2 : Seorang teman anggota sebuah gym, menaruh bawaannya Dalam locker. Setelah exercise dan mandi, ia kembali ke loker dan mendapati lokernya tidak terkunci. Ia berpikir, rasanya tadi udah dikunci, Ia memeriksa bawaannya, termasuk dompetnya,ternyata tidak ada yang hilang, termasuk uang cash dan credit cardnya. Beberapa minggu kemudian, tagihan datang dan banyak transaksi kecil yang jumlahnya sangat mengejutkan. Ia menelepon bank complain ia tidak menggunakan sebanyak itu. Petugas customer care memeriksa transaksi tidak ada yang salah, dan menanyakan apakah kartunya mungkin dicuri ? Ia memeriksa dompetnya dan melihat cardnya masih ada, Ia menarik keluar kartu itu, dan ternyata itu bukan kartunya. Sebuah kartu kredit expired yang sama. Pencuri menukarnya dari loker gym dan menempatkan card expired yang sama atas nama orang lain yang tidak akan terbaca kalau kita tidak menariknya keluar dari dompet. Bank tetap menagih jumlah itu karena pemiliknya tidak melaporkan kehilangan. Bank biasanya tidak akan mengkonfirmasi pengguna bila jumlah transaksi kecil2. SCENE 3 : Seorang pria makan di local resto dan membayar dengan credit card. Ia menandatangani bill. Pelayan melipat kertas bill dan memberikan kembali cardnya. Biasanya ia akan langsung taruh card ke dalam dompet tanpa memeriksa. Kali ini ia melihat cardnya dan mendapati itu card atas nama orang lain. Ia memanggil pelayan itu. Si pelayan meminta maaf dan kembali ke counter kasir. Kasir mengambil card tsb, lalu mengambil card yang benar dari kolong counter dan memberikan kepada pelayan minta maaf dan berjalan kembali ke kasir tanpa kata-kata lain. Biasakanlah memeriksa kredit cards setelah transaksi, dan pastikan anda menerima kartu dengan nama yang benar. “This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee and could contain information that is confidential; If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of e-mail transmission through Internet”
