+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        Santapan Harian
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Tanggal: Senin, 7 Juli 2008
Ayat SH: 1Samuel 22:1-19

Judul:  "Gelap mata"

Seperti apakah perbuatan seseorang, yang tidak lagi dapat memakai
    akal sehat, terhadap orang yang dianggap mengancam dia? Gelap
    mata dan tidak terkendali! Itulah yang dilakukan Saul terhadap
    orang yang membantu Daud.

Kisah pembantaian Ahimelekh dan para imam di Nob adalah kisah tragis
    yang bisa dilihat dari berbagai segi. Pertama, dari sisi Daud.
    Tragedi ini terjadi karena Daud menipu Ahimelekh dengan
    mengatakan bahwa ia adalah utusan Saul untuk suatu maksud
    rahasia. Namun Saul justru menuduh Ahimelekh bersekongkol dengan
    Daud untuk mengkhianati raja. Daud sendiri menyadari akibat
    perbuatannya (ayat 22). Dari hal ini kita belajar untuk tidak
    sembarangan bertindak, karena bisa saja akibatnya akan merugikan
    orang lain.

Kedua, pembantaian ini merupakan penggenapan nubuat melawan keluarga
    Eli (1Sam. 2:27-33; 3:13-14). Ahimelekh adalah imam keturunan
    Eli. Allah murka kepada Eli dan keluarganya karena tidak
    menguduskan, bahkan menajiskan ibadah Israel di Silo. Salah satu
    hukuman itu adalah keluarga keturunan Eli akan dibantai dengan
    pedang (1Sam. 2:33).

Ketiga, dari sisi Saul. Pembantaian itu adalah tindakan Saul yang
    hilang kendali karena Roh Tuhan sudah meninggalkan dia. Saul
    tidak dapat lagi memakai akal sehat untuk menimbang salah
    benarnya suatu perkara, karena ia sudah memandang Daud sebagai
    musuh utamanya. Siapa pun yang terlibat dengan Daud, otomatis
    menjadi musuh yang harus disingkirkan. Dalam pertimbangan Saul,
    yang tidak rasional lagi, tindakan Ahimelekh adalah tindakan
    makar!

Sungguh menyedihkan kalau melihat bahwa ada juga pemimpin Kristen
    yang memiliki jiwa dan roh Saul, yakni dikendalikan oleh rasa
    dengki dan takut bila melihat penyertaan Allah atas orang lain.
    Akibatnya, mereka rela melakukan apa saja demi melanggengkan
    jabatan atau kuasa. Sebab itu, mari belajar menyerahkan hidup dan
    kendali atas hidup kita pada Tuhan. Tuhan sendiri yang akan
    memelihara hidup kita dalam damai sejahtera-Nya yang tak
    berkesudahan.



    1Samuel 22:1-19

1. Lalu Daud pergi dari sana dan melarikan diri ke gua Adulam.
    Ketika saudara-saudaranya dan seluruh keluarganya mendengar hal
    itu, pergilah mereka ke sana mendapatkan dia.
2  Berhimpunlah juga kepadanya setiap orang yang dalam
    kesukaran, setiap orang yang dikejar-kejar tukang piutang, setiap
    orang yang sakit hati, maka ia menjadi pemimpin mereka.
    Bersama-sama dengan dia ada kira-kira empat ratus orang.
3  Dari sana Daud pergi ke Mizpa di Moab dan berkata kepada raja
    negeri Moab: "Izinkanlah ayahku dan ibuku tinggal padamu, sampai
    aku tahu, apa yang dilakukan Allah kepadaku."
4  Lalu diantarkannyalah mereka kepada raja negeri Moab, dan
    mereka tinggal bersama dia selama Daud ada di kubu gunung.
5  Tetapi Gad, nabi itu, berkata kepada Daud: "Janganlah tinggal
    di kubu gunung itu, pergilah dan pulanglah ke tanah Yehuda." Lalu
    pergilah Daud dan masuk ke hutan Keret.
6. Hal itu terdengar oleh Saul, sebab Daud dan orang-orang yang
    bersama-sama dengan dia telah diketahui tempatnya. Adapun Saul
    ada di Gibea, sedang duduk di bawah pohon tamariska di bukit,
    dengan tombaknya di tangan dan semua pegawainya berdiri di
    dekatnya.
7  Lalu berkatalah Saul kepada para pegawainya yang berdiri di
    dekatnya: "Cobalah dengar, ya orang-orang Benyamin! Apakah anak
    Isai itu juga akan memberikan kepada kamu sekalian ladang dan
    kebun anggur, apakah ia akan mengangkat kamu sekalian menjadi
    kepala atas pasukan seribu dan atas pasukan seratus,
8  sehingga kamu sekalian mengadakan persepakatan melawan aku
    dan tidak ada seorangpun yang menyatakan kepadaku, bahwa anakku
    mengikat diri dengan anak Isai itu? Tidak ada seorangpun dari
    kamu yang cemas karena aku, atau yang menyatakan kepadaku, bahwa
    anakku telah menghasut pegawaiku melawan aku menjadi penghadang
    seperti sekarang ini."
9  Lalu menjawablah Doeg, orang Edom itu, yang berdiri dekat
    para pegawai Saul, katanya: "Telah kulihat, bahwa anak Isai itu
    datang ke Nob, kepada Ahimelekh bin Ahitub.
10  Ia menanyakan TUHAN bagi Daud dan memberikan bekal
    kepadanya; juga pedang Goliat, orang Filistin itu, diberikannya
    kepadanya."
11  Lalu raja menyuruh memanggil Ahimelekh bin Ahitub, imam itu,
    bersama-sama dengan seluruh keluarganya, para imam yang di Nob;
    dan datanglah sekaliannya menghadap raja.
12  Kata Saul: "Cobalah dengar, ya anak Ahitub!" Jawabnya: "Ya,
    tuanku."
13  Kemudian bertanyalah Saul kepadanya: "Mengapa kamu
    mengadakan persepakatan melawan aku, engkau dengan anak Isai itu,
    dengan memberikan roti dan pedang kepadanya, menanyakan Allah
    baginya, sehingga ia bangkit melawan aku menjadi penghadang
    seperti sekarang ini?"
14  Lalu Ahimelekh menjawab raja: "Tetapi siapakah di antara
    segala pegawaimu yang dapat dipercaya seperti Daud, apalagi ia
    menantu raja dan kepala para pengawalmu, dan dihormati dalam
    rumahmu?
15  Bukan ini pertama kali aku menanyakan Allah bagi dia.
    Sekali-kali tidak! Janganlah kiranya raja melontarkan tuduhan
    kepada hambamu ini, bahkan kepada seluruh keluargaku, sebab
    hambamu ini tidak tahu apa-apa tentang semuanya itu, baik tentang
    perkara kecil maupun perkara besar."
16  Tetapi raja berkata: "Engkau mesti dibunuh, Ahimelekh,
    engkau dan seluruh keluargamu."
17  Lalu raja memerintahkan kepada bentara yang berdiri di
    dekatnya: "Majulah dan bunuhlah para imam TUHAN itu sebab mereka
    membantu Daud; sebab walaupun mereka tahu, bahwa ia melarikan
    diri, mereka tidak memberitahukan hal itu kepadaku." Tetapi para
    pegawai raja tidak mau mengangkat tangannya untuk memarang
    imam-imam TUHAN itu.
18  Lalu berkatalah raja kepada Doeg: "Majulah engkau dan
    paranglah para imam itu." Maka majulah Doeg, orang Edom itu, lalu
    memarang para imam itu. Ia membunuh pada hari itu delapan puluh
    lima orang, yang memakai baju efod dari kain lenan.
19  Juga penduduk Nob, kota imam itu, dibunuh raja dengan mata
    pedang; laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak yang
    menyusu, pula lembu, keledai dan domba dibunuhnya dengan mata
    pedang.

 

 

 

Femmy Patty

Seksi Operasional Kas

Bank Indonesia Ambon

Telp. 0911-352762 (1029)

 



“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or 
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you 
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the 
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer 
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus 
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient 
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of 
e-mail transmission through Internet”

Kirim email ke