+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        Santapan Harian
        Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Tanggal: Kamis, 10 Juli 2008
Ayat SH: 1Samuel 24:1-23

Judul:  "Tidak Main Hakim Sendiri"

Apa yang Anda akan lakukan bila kepemimpinan Anda terancam oleh
    seseorang yang menonjol dan terlihat berhasrat untuk
    menyingkirkan Anda?

Sekali lagi, Daud, si 'pelarian', dikontraskan dengan Saul, sang
    raja. Sang raja menggebu-gebu untuk membasmi 'musuh'. Ia
    dikendalikan oleh ketakutan dan kekuatiran yang tidak rasional.
    Padahal tak satupun tindakan Daud yang dapat dijadikan petunjuk
    bahwa ia berniat memberontak. Saul bertindak bukan dalam hikmat
    dan kecerdasan yang seharusnya dimiliki seorang pemimpin. Coba
    bayangkan, betapa tak sebandingnya bila harus mengerahkan
    kekuatan militer demi melindas 'seekor kutu' atau 'anjing mati'?

Di pihak lain, walau tertindas bahkan terjepit, Daud tidak kehilangan
    kepekaan akan pimpinan Tuhan. Walau ada kesempatan untuk membunuh
    Saul, Daud tidak memanfaatkan saat itu. Mengapa? Daud tahu bahwa
    Saul adalah raja yang diurapi Tuhan (ayat 7). Ia tidak merasa
    mempunyai hak atas nyawa Saul, walaupun Saul begitu membenci dia.
    Daud tidak menganggap Saul sebagai musuhnya. Daud tidak mau main
    hakim sendiri karena sadar bahwa hanya Tuhan yang berhak untuk
    menghakimi dan menghukum orang yang bersalah (ayat 13). Hanya
    Tuhan yang adil dan memiliki pertimbangan yang menyeluruh. Dengan
    menahan diri dari "menjamah" Saul, Daud membuktikan kepada Saul
    dan semua orang bahwa ia memang tak memiliki niat buruk pada
    Saul.

Banyak orang yang juga seperti Saul, begitu ketakutan terhadap
    orang-orang yang dianggap berpotensi merebut kedudukannya.
    Orang-orang yang berkecimpung dalam dunia pelayanan pun tak
    terlepas dari ketakutan seperti itu. Bila kita berada dalam
    posisi seperti Daud dan menerima perlakuan seperti yang Daud
    alami, direndahkan, dianggap tak becus, bahkan difitnah, tak
    perlu dendam dan main hakim sendiri. Ingatlah bahwa pelayanan
    yang kita kerjakan berasal dari Tuhan dan bagi kemuliaan Dia.
    Maka yang penting kita lakukan adalah mengerjakan pelayanan
    dengan setia.


    1Samuel 24:1-23

29  (24-1) Daud pergi dari sana, lalu tinggal di kubu-kubu
    gunung di En-Gedi.

    1 Samuel 24:1

  1. (24-2) Ketika Saul pulang sesudah memburu orang Filistin
    itu, diberitahukanlah kepadanya, demikian: "Ketahuilah, Daud ada
    di padang gurun En-Gedi."
  2  (24-3) Kemudian Saul mengambil tiga ribu orang yang terpilih
    dari seluruh orang Israel, lalu pergi mencari Daud dan
    orang-orangnya di gunung batu Kambing Hutan.
  3  (24-4) Ia sampai ke kandang-kandang domba di tepi jalan. Di
    sana ada gua dan Saul masuk ke dalamnya untuk membuang hajat,
    tetapi Daud dan orang-orangnya duduk di bagian belakang gua itu.
  4  (24-5) Lalu berkatalah orang-orangnya kepada Daud: "Telah
    tiba hari yang dikatakan TUHAN kepadamu: Sesungguhnya, Aku
    menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, maka perbuatlah kepadanya
    apa yang kaupandang baik." Maka Daud bangun, lalu memotong punca
    jubah Saul dengan diam-diam.
  5  (24-6) Kemudian berdebar-debarlah hati Daud, karena ia telah
    memotong punca Saul;
  6  (24-7) lalu berkatalah ia kepada orang-orangnya: "Dijauhkan
    Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian
    kepada tuanku, kepada orang yang diurapi TUHAN, yakni menjamah
    dia, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN."
  7  (24-8) Dan Daud mencegah orang-orangnya dengan perkataan
    itu; ia tidak mengizinkan mereka bangkit menyerang Saul.
    Sementara itu Saul telah bangun meninggalkan gua itu hendak
    melanjutkan perjalanannya.
  8  (24-9) Kemudian bangunlah Daud, ia keluar dari dalam gua itu
    dan berseru kepada Saul dari belakang, katanya: "Tuanku raja!"
    Saul menoleh ke belakang, lalu Daud berlutut dengan mukanya ke
    tanah dan sujud menyembah.
  9. (24-10) Lalu berkatalah Daud kepada Saul: "Mengapa engkau
    mendengarkan perkataan orang-orang yang mengatakan: Sesungguhnya
    Daud mengikhtiarkan celakamu?
10  (24-11) Ketahuilah, pada hari ini matamu sendiri melihat,
    bahwa TUHAN sekarang menyerahkan engkau ke dalam tanganku dalam
    gua itu; ada orang yang telah menyuruh aku membunuh engkau,
    tetapi aku merasa sayang kepadamu karena pikirku: Aku tidak akan
    menjamah tuanku itu, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN.
11  (24-12) Lihatlah dahulu, ayahku, lihatlah kiranya punca
    jubahmu dalam tanganku ini! Sebab dari kenyataan bahwa aku
    memotong punca jubahmu dengan tidak membunuh engkau, dapatlah
    kauketahui dan kaulihat, bahwa tanganku bersih dari pada
    kejahatan dan pengkhianatan, dan bahwa aku tidak berbuat dosa
    terhadap engkau, walaupun engkau ini mengejar-ngejar aku untuk
    mencabut nyawaku.
12  (24-13) TUHAN kiranya menjadi hakim di antara aku dan
    engkau, TUHAN kiranya membalaskan aku kepadamu, tetapi tanganku
    tidak akan memukul engkau;
13  (24-14) seperti peribahasa orang tua-tua mengatakan: Dari
    orang fasik timbul kefasikan. Tetapi tanganku tidak akan memukul
    engkau.
14  (24-15) Terhadap siapakah raja Israel keluar berperang?
    Siapakah yang kaukejar? Anjing mati! Seekor kutu saja!
15  (24-16) Sebab itu TUHAN kiranya menjadi hakim yang
    memutuskan antara aku dan engkau; Dia kiranya memperhatikannya,
    memperjuangkan perkaraku dan memberi keadilan kepadaku dengan
    melepaskan aku dari tanganmu."
16. (24-17) Setelah Daud selesai menyampaikan perkataan itu
    kepada Saul, berkatalah Saul: "Suaramukah itu, ya anakku Daud?"
    Sesudah itu dengan suara nyaring menangislah Saul.
17  (24-18) Katanya kepada Daud: "Engkau lebih benar dari pada
    aku, sebab engkau telah melakukan yang baik kepadaku, padahal aku
    melakukan yang jahat kepadamu.
18  (24-19) Telah kautunjukkan pada hari ini, betapa engkau
    telah melakukan yang baik kepadaku: walaupun TUHAN telah
    menyerahkan aku ke dalam tanganmu, engkau tidak membunuh aku.
19  (24-20) Apabila seseorang mendapat musuhnya, masakan
    dilepaskannya dia berjalan dengan selamat? TUHAN kiranya
    membalaskan kepadamu kebaikan ganti apa yang kaulakukan kepadaku
    pada hari ini.
20  (24-21) Oleh karena itu, sesungguhnya aku tahu, bahwa engkau
    pasti menjadi raja dan jabatan raja Israel akan tetap kokoh dalam
    tanganmu.
21  (24-22) Oleh sebab itu, bersumpahlah kepadaku demi TUHAN,
    bahwa engkau tidak akan melenyapkan keturunanku dan tidak akan
    menghapuskan namaku dari kaum keluargaku."
22  (24-23) Lalu bersumpahlah Daud kepada Saul. Kemudian
    pulanglah Saul ke rumahnya, sedang Daud dan orang-orangnya pergi
    ke kubu gunung. 

 

Femmy Patty

Seksi Operasional Kas

Bank Indonesia Ambon

Telp. 0911-352762 (1029)

 



“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or 
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you 
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the 
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer 
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus 
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient 
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of 
e-mail transmission through Internet”

Kirim email ke