Jumat, 11 Juli
Memandang Muka
Sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia,
janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka (Yakobus 2:1)

Bacaan: Yakobus 2:1-9
Setahun: Mazmur 110-114

Dalam bukunya Blink, Malcolm Gladwell membuktikan bahwa kita sering
salah menilai orang. Misalnya, sebuah tim juri ingin memilih penyanyi
dengan suara terbaik. Ketika para calon penyanyi diminta menyanyi dari
balik tirai, juri bisa menilai dengan objektif berdasarkan kualitas
suara mereka. Namun, begitu tirai dibuka dan juri bisa melihat
penampilan fisik para penyanyi, hasil penilaian mereka pun berbeda. Juri
dipengaruhi oleh kesan pertama mereka terhadap penampilan fisik para
penyanyi. 

Sadar atau tidak, kita sering memandang sesama berdasarkan penampilan
fisik. Yakobus mencontohkan, orang kaya yang berpenampilan mewah kerap
menerima perlakuan khusus, termasuk di gereja. Mereka dihormati. Diberi
tempat utama. Suaranya didengar. Sebaliknya tukang parkir, sopir bus,
atau kuli pelabuhan yang berpakaian kumal, kurang dipandang. Mereka
dianggap sepi dan direndahkan. Kebiasaan menilai sesama hanya
berdasarkan apa yang kelihatan bisa menyesatkan, bahkan berdosa. Yakobus
mengingatkan, orang miskin pun dapat dipilih Tuhan untuk menjadi teladan
iman (ayat 5). Sebaliknya, ada juga orang yang tampak kaya tetapi
berhati jahat dan menghujat Tuhan (ayat 6,7). Jangan tertipu oleh kesan
pertama.

Rupanya kita perlu belajar menilai orang lain tidak hanya dari kesan dan
penampilan fisik. Pandanglah setiap orang dengan kacamata kasih,
sebagaimana kita memandang diri sendiri (ayat 8). Hari ini, jika Anda
melihat seorang montir berpakaian dekil dengan wajah belepotan oli,
ingatlah: ia dicintai Tuhan. Pandanglah setiap orang dengan penuh hormat
-JTI

KEMULIAAN TUHAN BISA tAMPAK NYATA
DI BALIK WAJAH ORANG YANG PALING HINA 

________________________________

Yakobus 2:1-9
2:1 Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus,
Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang
muka. 
2:2 Sebab, jika ada seorang masuk ke dalam kumpulanmu dengan memakai
cincin emas dan pakaian indah dan datang juga seorang miskin ke situ
dengan memakai pakaian buruk, 
2:3 dan kamu menghormati orang yang berpakaian indah itu dan berkata
kepadanya: "Silakan tuan duduk di tempat yang baik ini!", sedang kepada
orang yang miskin itu kamu berkata: "Berdirilah di sana!" atau:
"Duduklah di lantai ini dekat tumpuan kakiku!", 
2:4 bukankah kamu telah membuat pembedaan di dalam hatimu dan bertindak
sebagai hakim dengan pikiran yang jahat? 
2:5 Dengarkanlah, hai saudara-saudara yang kukasihi! Bukankah Allah
memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi
kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan yang telah
dijanjikan-Nya kepada barangsiapa yang mengasihi Dia? 
2:6 Tetapi kamu telah menghinakan orang-orang miskin. Bukankah justru
orang-orang kaya yang menindas kamu dan yang menyeret kamu ke
pengadilan? 
2:7 Bukankah mereka yang menghujat Nama yang mulia, yang oleh-Nya kamu
menjadi milik Allah? 
2:8 Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis
dalam Kitab Suci: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri",
kamu berbuat baik. 
2:9 Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh
hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran.

 


Send instant messages to your online friends
http://uk.messenger.yahoo.com 

 

________________________________

* 



“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or 
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you 
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the 
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer 
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus 
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient 
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of 
e-mail transmission through Internet”

Kirim email ke