Seekor Semut dan Sebuah Softlens
* A true story by Josh & Karen Zarandona


Brenda adalah seorang gadis muda yang diajak mendaki tebing oleh
teman-temannya. Walau sebenarnya ia takut melakukannya, ia memutuskan
untuk tetap pergi bersama mereka mendaki sebuah tebing
granit yang curam.
Di luar rasa takutnya itu, ia memasang perlengkapannya, berpegang pada
tambang dan kemudian memulai pendakian. Akhirnya ia sampai pada suatu
pijakan di mana ia bisa menarik nafas sejenak. Tetapi di saat ia tengah
berhenti, secara tidak sengaja matanya terbentur tali pengaman yang
terikat di tubuhnya sehingga membuat soft-lensnya terlepas. Ia tengah di
suatu pijakan tebing yang berada ratusan meter di atas tanah dan ratusan
meter pula tebing di atasnya yang masih harus didaki.
Ia melihat dan melihat sekelilingnya, sambil berharap dapat menemukan
soft-lensnya yang terlepas itu, tapi ternyata ia tidak dapat
menemukannya. . Ia berada jauh dari rumah dan penglihatannya sekarang
buram. Ia putus asa dan mulai merasa gelisah, kemudian ia mulai berdoa
kapad Tuhan agar menolongnya menemukan soft-lens itu.
Ketika ia sampai di puncak tebing, temannya membantu mencari dengan
memeriksa bajunya dengan harapan dapat menemukannya, tetapi soft-lens
itu tetap tidak dapat ditemukan. Ia duduk dgn perasaan yang hilang
pengharapan, beristirahat dengan sebagian rombongan sambil menunggu
rombongan lainnya.
Sambil termenung, Brenda melihat gunung-gunung di sekitarnya, tiba-tiba
teringat olehnya sepotong bagian dari ayat Alkitab yang tertulis, 

"mata Tuhan menjelajah seluruh bumi" (II Tawarikh 16:9).

Ia kemudian berdoa di dalam hatinya, "Tuhan, Engkau dapat melihat semua
gunung-gunung. Engkau juga mengetahui setiap daun dan batu yang ada di
gunung ini, dan Engkaupun tahu dengan pasti di mana soft-lensku berada.
Ya Tuhan, tolonglah aku."
Akhirnya mereka turun ke bawah melalui jalan yang kecil. Sesampainya di
bawah, mereka bertemu dengan rombongan lain yang baru mau memulai
pendakian. Tiba-tiba seorang dari mereka berteriak, "Halo teman, adakah
di antara kalian yang kehilangan soft-lens?"
Tentu saja hal ini cukup mengejutkan, tetapi tahukah anda bagaimana
pendaki itu menemukannya?
Pendaki itu melihat seekor semut kecil sedang bergerak secara perlahan
di permukaan tebing sambil membawa sebuah soft-lens.
Brenda memberitahukan saya bahwa ayahnya adalah seorang kartunis.
Ketika bercerita kepada ayahnya mengenai kejadian luar biasa tentang
seekor semut, doa dan soft-lensnya yang hilang, ayahnya kemudian
menggambar sebuah kartun tentang seekor semut memikul sebuah
soft-lens dengan tulisan, "Tuhan, aku tidak tahu mengapa Engkau
menginginkan aku untuk membawa benda ini. Saya tidak dapat memakannnya
dan benda ini sangatlah berat.
Tetapi bila itu memang kehendakMu, aku akan membawakannya untukMu."

Tuhan Yesus telah merendahkan diriNya dan rela menderita menanggung
semua beban dosa kita. Biarlah kita juga belajar merendahkan diri,
sehati
sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa dan satu tujuan.
Adakalanya dalam keadaan yang sukar, kita dapat belajar untuk berseru,
"Tuhan, saya tidak mengerti mengapa Engkau menginginkan saya memikul
beban ini. Saya tidak melihat ada hal yang berguna di dalamnya dan
beban ini sangatlah berat. Tetapi kalau ini adalah kehendakMu, saya akan
melakukannya."

Janganlah meminta pelayanan sesuai kekuatan kita, tetapi mintalah
kekuatan sesuai dengan pelayanan kita.

"Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan
kepadaku." Filipil 4:13.

* A true story by Josh & Karen Zarandona

 

 

________________________________

"This e-mail (including any attachments) is intended solely for the
addressee and could contain information that is confidential; If you are
not the intended recipient, you are hereby notified that any use,
disclosure, copying or dissemination of this e-mail and any attachment
is strictly prohibited and you should immediately delete it. This
message does not necessarily reflect the views of Bank Indonesia.
Although this e-mail has been checked for computer viruses, Bank
Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus and
any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a
result of e-mail transmission through Internet" 

 

________________________________

* 



“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or 
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you 
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the 
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer 
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus 
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient 
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of 
e-mail transmission through Internet”

Kirim email ke