++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Senin, 28 Juli 2008
Ayat SH: 2Petrus 3:14-18
Judul: "Nilai Suatu Penantian"
Orang percaya harus memiliki keyakinan yang mantap tentang kepastian
kedatangan Yesus yang kedua kali. Keyakinan akan membuat orang
menantikan (ayat 12, 14). Kata menantikan bukan kata kerja pasif
melainkan aktif karena bermakna "menaruh pikiran dengan penuh
kerinduan".
Akan tetapi, fokus Petrus bukan hanya pada keyakinan tentang
kedatangan Yesus. Menurut Petrus, keyakinan harus diikuti sikap
hidup yang benar, sebab keyakinan akan pengajaran yang benar akan
mentransformasi hidup ke arah yang benar pula. Mengingat bahwa
semua orang akan menghadapi pengadilan Kristus (2Kor. 5:10),
orang percaya harus hidup kudus di hadapan Tuhan (ayat 14). Hidup
kita harus berbeda dari hidup para guru palsu yang kotor dan
penuh noda (2Ptr. 2:13). Meski bukan berarti kita tidak mungkin
jatuh ke dalam dosa lagi. Namun walaupun kita jatuh, ada
pendamaian dengan Tuhan karena jasa Kristus (ayat 14; Rm. 5:1-2).
Petrus juga mengingatkan kembali tentang kesabaran Tuhan yang memberi
kesempatan kepada manusia untuk bertobat sebelum kedatangan Yesus
(ayat 9, 15). Kesempatan ini harus direspons dengan semangat
penginjilan, yakni membawa sebanyak mungkin jiwa kepada Tuhan. Di
sisi lain, kepastian keselamatan di dalam Kristus tidak boleh
membuat orang percaya bersikap ceroboh dalam iman hingga terseret
ke dalam kesesatan. Kita memiliki tanggung jawab untuk tetap
berpegang teguh pada Kristus dan firman-Nya (ayat 17). Berpegang
teguh pada firman bukan hanya bermakna menaatinya, melainkan juga
tidak menafsirkan dan mengajarkan firman Tuhan secara sembarangan
(ayat 16). Keserampangan macam itu justru akan membuat iman
tersesat.
Iman yang dinyatakan melalui penantian dan kedatangan Kristus kedua
kali, seharusnya membuat kita tidak hidup seenak hati. Teruslah
bertumbuh dalam anugerah dan pengenalan akan Tuhan kita, Yesus
Kristus (ayat 18; 1 Ptr. 1:5-10). Milikilah kehidupan rohani yang
berkualitas, dan hasilkanlah buah-buah kebenaran dalam hidup
kita.
2Petrus 3:14-18
14 Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan
semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak
bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan
Dia.
15 Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu
untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang
kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan
kepadanya.
16 Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia
berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu
ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak
memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya
menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka
buat dengan tulisan-tulisan yang lain.
17 Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, kamu telah
mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu waspadalah, supaya kamu
jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal
hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh.
18 Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam
pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.
Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.
Femmy Patty
Seksi Operasional Kas
Bank Indonesia Ambon
Telp. 0911-352762 (1029)
“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee
and could contain information that is confidential; If you are not the intended
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of
e-mail transmission through Internet”