Salam, Sonny Tutuarima
DSM-PPAd 021-2310108 ext 4921 Hijaukan Bumi Kita RENUNGAN HARI INI Kamis, 4 September 2008 PERTOBATAN YANG SUNGGUH-SUNGGUH Lukas 19:1-10 "Kata Yesus kepadanya: 'Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. Sebab Anak manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang (Ay. 9-10) Bertobat merupakan sesuatu yang sungguh mulia dalam kekristenan. Namun, menilai pertobatan seseorang dapat dilihat dari buahnya. Pertanyaannya, apakah kita mau sungguh-sungguh bertobat sebagai sebuah keputusan hidup? Ingat cerita tentang Zakheus yang berjumpa dengan Yesus. Itu merupakan contoh bagaimana orang mengambil keputusan untuk bertobat. Untuk mengetahui buah dari pertobatan melalui perubahan, paling tidak ada 3 hal yang dapat dilihat, yaitu : 1. Perubahan dalam hubungan kita dengan Tuhan. Ada nilai rohani yang kita lakukan dalam hidup ini sehingga ada pertumbuhan. Kita tidak lagi berdoa karena formalitas saja, tetapi kita berdoa karena betul-betul ingin berjumpa dengan Tuhan dan mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh. Doa-doa kita tidak lagi dipenuhi dengan permohonan-permohonan walaupun permohonan itu tidaklah salah, tetapi lebih banyak kita berbicara akrab dengan Tuhan seperti seorang sahabat atau seperti seorang anak dengan ayahnya. 2. Perubahan dalam hubungan kita dengan materi, kekayaan, jabatan dan karier. Kalau orang bertobat, ia akan berubah cara pandangnya tentang hal-hal tersebut (ay. 8). Waktu Zakheus bertobat, uang tidak lagi jadi prioritas dalam hidupnya tetapi prioritasnya adalah Tuhan. 3. Perubahan antara diri kita dengan orang lain. Ketika hubungan dengan orang lain berubah menjadi baik, maka kita bisa mengajak mereka untuk mengenal Yesus. Marilah periksa diri kita, apakah Tuhan menjadi prioritas dalam hidup ini? Atau apakah hubungan kita dengan Tuhan baik? Apakah hubungan kita dengan orang lain baik? Oleh karena itu marilah kita datang pada Tuhan untuk bertobat agar kita dapat berubah sehingga hubungan kita dengan Tuhan menjadi berkualitas. Tuhan menjadi prioritas utama dalam hidup kita bukan lagi hal-hal duniawi. Hubungan kita dengan orang lain menjadi baik sehingga buah yang kita hasilkan menjadi manis dan bisa dinikmati oleh orang lain. Ketika buah kita manis, maka orang lain dapat diberkati sehingga akan lebih mudah untuk diajak mengenal dan menerima Yesus. Doa: Teguhkan kami Bapa untuk mengambil keputusan melakukan pertobatan sesuai dengan firmanMu. Amin! PERTOBATAN ADALAH SEBUAH KUNCI UNTUK MERAIH BERKAT-BERKAT TUHAN “This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee and could contain information that is confidential; If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of e-mail transmission through Internet”
<<image001.jpg>>
