++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        Santapan Harian
        Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Tanggal: Selasa, 23 September 2008
Ayat SH: Hagai 1:1-2:1a

Judul:  "Dahulukan Allah"

Seorang hamba Tuhan bertugas memperhatikan kehidupan iman umat Tuhan.
    Bila umat melakukan hal yang tidak sesuai firman Tuhan, hamba
    Tuhan wajib menegur.

Teguran Hagai ditujukan kepada umat Tuhan yang kembali dari
    pembuangan. Mereka tahu bahwa Tanah Perjanjian adalah bagian
    rencana Allah bagi umat-Nya. Lalu mereka merespons maklumat raja
    Babel dengan kembali ke Yerusalem. Mereka juga ingin memulihkan
    peribadatan dengan membangun kembali Bait Allah yang telah
    diruntuhkan musuh. Namun misi yang sudah tertanam di hati menjadi
    luntur karena tantangan dan perlawanan yang mereka hadapi.
    Pembangunan mezbah dan fondasi Bait Allah yang telah mereka
    mulai, berakhir tanpa kejelasan. Mereka larut dalam kehidupan
    sendiri dan menunda-nunda pembangunan (ayat 2-4). Akibatnya Tuhan
    menghukum mereka dengan krisis ekonomi (ayat 5-6, 9-11)! Akan
    tetapi, mereka tidak sadar bahwa penderitaan yang mereka alami
    merupakan cara Tuhan menegur mereka. Maka Tuhan mendesak mereka
    untuk berpikir mengapa hasil kerja menjadi gagal (ayat 5-6).
    Sebab itu mereka harus kembali menjalankan misi semula. Mereka
    harus mengambil langkah konkret untuk mulai membangun Bait Allah
    (ayat 7).

Mundur dari pelayanan karena tidak berani menghadapi tantangan bukan
    sikap yang diperkenan Allah. Melalaikan kehendak Allah dan
    mengurus kepentingan diri sendiri juga bukan sikap yang
    dikehendaki Allah, bahkan dapat mengundang murka-Nya. Kita perlu
    menghindari sikap semacam ini. Mengurusi kepentingan diri tidak
    akan pernah selesai. Memenuhi kebutuhan fisik dan material saja
    tidak akan pernah mendatangkan kepuasan. Sebab itu ingatlah bahwa
    sikap cari aman, mendahulukan kepentingan diri, dan mengabaikan
    kemuliaan Allah adalah ciri orang yang kehilangan perspektif
    iman. Akibatnya jadi tuli terhadap suara Tuhan dan buta terhadap
    teguran-Nya. Sebab itu carilah dahulu Kerajaan Allah dan
    kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu (Mat.
    6:33).


    Hagai 1:1-2:1

  1. Pada tahun yang kedua zaman raja Darius, dalam bulan yang
    keenam, pada hari pertama bulan itu, datanglah firman TUHAN
    dengan perantaraan nabi Hagai kepada Zerubabel bin Sealtiel,
    bupati Yehuda, dan kepada Yosua bin Yozadak, imam besar,
    bunyinya:
  2  "Beginilah firman TUHAN semesta alam: Bangsa ini berkata:
    Sekarang belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah
    TUHAN!"
  3  Maka datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai,
    bunyinya:
  4  "Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami
    rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap
    menjadi reruntuhan?
  5  Oleh sebab itu, beginilah firman TUHAN semesta alam:
    Perhatikanlah keadaanmu!
  6  Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit;
    kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak
    sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas;
    dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang
    ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang!
  7  Beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu!
  8  Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu;
    maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku
    di situ, firman TUHAN.
  9  Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika
    kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh karena apa?
    demikianlah firman TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang
    tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan
    urusan rumahnya sendiri.
10  Itulah sebabnya langit menahan embunnya dan bumi menahan
    hasilnya,
11  dan Aku memanggil kekeringan datang ke atas negeri, ke atas
    gunung-gunung, ke atas gandum, ke atas anggur, ke atas minyak, ke
    atas segala yang dihasilkan tanah, ke atas manusia dan hewan dan
    ke atas segala hasil usaha."
12. Lalu Zerubabel bin Sealtiel dan Yosua bin Yozadak, imam
    besar, dan selebihnya dari bangsa itu mendengarkan suara TUHAN,
    Allah mereka, dan juga perkataan nabi Hagai, sesuai dengan apa
    yang disuruhkan kepadanya oleh TUHAN, Allah mereka; lalu takutlah
    bangsa itu kepada TUHAN.
13  Maka berkatalah Hagai, utusan TUHAN itu, menurut pesan TUHAN
    kepada bangsa itu, demikian: "Aku ini menyertai kamu, demikianlah
    firman TUHAN."
14  TUHAN menggerakkan semangat Zerubabel bin Sealtiel, bupati
    Yehuda, dan semangat Yosua bin Yozadak, imam besar, dan semangat
    selebihnya dari bangsa itu, maka datanglah mereka, lalu melakukan
    pekerjaan pembangunan rumah TUHAN semesta alam, Allah mereka,
15  (2-1a) pada hari yang kedua puluh empat dalam bulan yang
    keenam. (2-1b) Pada tahun yang kedua zaman raja Darius, 

Salam,

Sonny Tutuarima

DSM-PPAd

021-2310108 ext 4921

Hijaukan Bumi Kita

 



“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or 
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you 
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the 
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer 
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus 
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient 
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of 
e-mail transmission through Internet”

<<image001.jpg>>

Kirim email ke