+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                                 Santapan Harian
        Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Tanggal: Jumat, 24 Oktober 2008
Ayat SH: Yehezkiel 19:1-14

Judul: "Pemimpin yang Dihempaskan"

Ilustrasi pasal 19 ini mirip dengan yang di pasal 17. Hanya tidak ada
    penjelasan sejarah mengenai siapakah yang dilambangkan oleh kedua
    singa itu, demikian juga dengan kebun anggur tersebut. Para
    penafsir berbeda pendapat mengenai siapakah kedua singa tersebut.

Mungkin singa betina yang menjadi ibu bagi kedua singa itu dan kebun
    anggur itu melambangkan kerajaan Yehuda. Singa pertama adalah
    Yoahas (ayat 3-4). Catatan mengenai pemerintahannya bisa di baca
    di 2Raj. 23:31-35. Ia seorang raja yang jahat. Tuhan menghukum
    Yoahas dengan menyerahkan dia ke tangan Firaun Nekho yang
    menawan dia ke Mesir (ayat 4; 2Raj. 23:34). Singa kedua adalah
    Yoyakim (ayat 5-9), saudara Yoahas yang diangkat menjadi raja
    menggantikan dia oleh Nekho (2Raj. 23:34-24:4). Dia tidak kalah
    jahatnya dengan saudaranya, Yoahas. Tangannya berlumuran darah
    manusia (ayat 6; 2Raj. 24:4).

Ilustrasi ini diungkapkan dalam bentuk ratapan (ayat 1). Keadaan umat
    Yehuda sungguh sangat mengenaskan. Raja-raja terakhir Yehuda
    sibuk meninggikan dan menyombongkan diri dengan mengkhianati
    Tuhan dan melupakan perjanjian-Nya, serta terus berkanjang di
    dalam dosa dan kejahatan. Nasib mereka sudah pasti. Tuhan akan
    menyerahkan mereka masing-masing ke tangan para musuh. Seperti
    kebun anggur yang musnah dilalap si jago merah (ayat 14) demikian
    pula kerajaan Yehuda akan hancur oleh ulah para pemimpinnya.

Dari zaman ke zaman, sejarah menunjukkan bahwa Tuhan adil dan
    berdaulat. Tidak ada pemimpin jahat yang akan dapat bertahan di
    atas singgasana kuasanya dengan menindas dan menyengsarakan
    rakyatnya. Pemimpin-pemimpin seperti itu akan dihukum dengan
    keras. Mari kita doakan para pemimpin bangsa kita agar mereka
    takut akan Tuhan dan menyelenggarakan pemerintahan dengan benar
    dan bertanggung jawab. Dengan demikian bangsa kita akan bangkit
    dari keterpurukan.


    Yehezkiel 19:1-14

  1. Hai, ucapkanlah suatu ratapan mengenai raja Israel,
  2  dan katakanlah begini: "Betapa ibumu menjadi seekor singa
    betina di antara singa-singa! Ia berbaring di antara singa-singa
    muda, dan menyusui anak-anaknya.
  3  Ia membesarkan seekor dari anak-anaknya, sehingga menjadi
    singa muda; ia belajar menerkam, malah manusia ditelannya.
  4  Bangsa-bangsa menyerukan: Singa mengamuk! akhirnya ia
    terjebak dalam pelubang mereka; mereka mengelikir dia dan
    menggiringnya ke Mesir.
  5  Sesudah induk singa menyadari bahwa usahanya gagal dan
    pengharapannya hilang lenyap, ia mengambil anaknya yang lain dan
    membesarkannya menjadi singa muda.
  6  Anaknya ini berjalan-jalan di antara kawanan singa, ia
    menjadi seekor singa muda; ia belajar menerkam, malah manusia
    ditelannya.
  7  Ia merusak puri-puri mereka dan menumpas kota-kotanya; bumi
    serta segala isinya diam ketakutan mendengar suara aumnya.
  8  Maka bangsa-bangsa bangkit melawan dia dari daerah-daerah
    sekelilingnya, mereka memasang jaring untuk menangkapnya dan
    menjebaknya dalam pelubang.
  9  Ia dikurung dalam kandang, sambil dikelikir, dibawa ke
    hadapan raja Babel dan dimasukkan dalam penjara, supaya suaranya
    jangan kedengaran lagi di atas gunung-gunung Israel.
10. Ibumu seperti pohon anggur dalam kebun anggur, yang
    tertanam dekat air, berbuah dan bercabang karena air yang
    berlimpah-limpah.
11  Padanya tumbuh suatu cabang yang kuat yang menjadi tongkat
    kerajaan; ia menjulang tinggi di antara cabang-cabangnya yang
    rapat, dan menjadi kentara karena tingginya dan karena rantingnya
    yang banyak.
12  Tetapi ia tercabut di dalam kemarahan dan dilemparkan ke
    bumi; angin timur membuatnya layu kering, buahnya disentakkan,
    cabang yang kuat menjadi layu kering; dan api menghabiskannya.
13  Dan sekarang ia tertanam di padang gurun, di tanah yang
    kering dan haus akan air.
14  Maka keluarlah api dari cabangnya yang memakan habis ranting
    dan buahnya, sehingga tiada lagi padanya cabang yang kuat dan
    tiada tongkat kerajaan." Ini adalah ratapan dan sudah menjadi
    ratapan. 

Salam,

Sonny Tutuarima

DSM-PPAd

021-2310108 ext 4921

Hijaukan Bumi Kita

 

 



“This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee 
and could contain information that is confidential; If you are not the intended 
recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or 
dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you 
should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the 
views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer 
viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus 
and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient 
should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of 
e-mail transmission through Internet”

<<image001.jpg>>

Kirim email ke