----- Original Message ----- 
From: Lina Marliana Simanjuntak 
To: Milan Junimar ; Lanny Melania ; Lestyowati Adiwinoto ; Engelbert Pu ; Cindy 
Crisandra ; Theresia Setyawan ; Yuvi Lie ; Julliani, Herny ; Juli Effendy ; 
Iswandi ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL 
PROTECTED] 
Sent: Thursday, November 27, 2008 3:40 PM
Subject: Harga Kepala Pendeta Hanya $ 250 USD


Harga Kepala Pendeta Hanya $ 250 USD
WEDNESDAY, 26 NOVEMBER 2008


Berapa harga kepala seorang pendeta? Jika Anda ke Orissa, India maka harganya 
adalah senilai $250. Kaum militan Hindu meningkatkan tekanan pada umat Kristen 
di Orissa, India dengan menjanjikan bayaran berupa uang, makanan, minuman keras 
dari luar negeri, bensin dan juga banyak hal lain yang tujuannya memobilisasi 
orang Hindu ektrimis untuk melakukan pembersihan terhadap kaum minoritas yang 
jumlahnya hanya dua persen dari populasi seluruh orang India.

"Orang-orang diberi imbalan untuk membunuh dan menghancurkan gereja dan juga 
properti milik orang Kristen," demikian penjelasan dari Dewan Umat Kristen 
India (namanya tidak diungkap dengan alasan keamanan - red).

Imbalan untuk membunuh seorang pendeta adalah $ 250 USD, demikian yang 
dikatakan Dr. Faiz Rahman pemimpin Good News India (GNI).

Rahman adalah pemimpin beberapa panti asuhan di Orissa dimana kampanye 
anti-Kristen dimulai pada pertengahan Agustus lalu.

Menurut pengakuannya, dia telah menolong 25 pendeta meninggalkan camp 
pengungsian, namun saat ini masih ada 250 pemimpin gereja yang masih berada di 
camp pengungsian pemerintah yang sangat tidak aman.

Apa yang terjadi di negara bagian Orissa, dengan cepat menyebar ke beberapa 
negara bagian lain. Saat ini sudah 14 negara bagian yang mulai melakukan 
pembersihan terhadap kaum minoritas, dan diperkirakan lebih dari 200 orang 
meninggal dunia. 

Pemimpin umat Katolik dai negara bagian Orissa telah mengirimkan surat kepada 
pemerintah, dan telah memberikan peringatan akan adanya gelombang pembersihan 
terhadap umat Kristen ini, serta meminta perhatian yang serius dari pemerintah. 

India yang merupakan negara demokratis dengan penduduk terbanyak di dunia 
mendpat kritikan dari berbagai pihak karena membiarkan kekerasan terjadi 
terhadap kelompok minoritas selama tiga bulan tanpa tindakan tegas dari 
pemerintah. 

Mari berdoa agar pemerintah India memeliki keberanian dan ketegasan dalam 
menindak setiap tindakan anarkis dan dapat melindungi rakyatnya sekalipun 
mereka kaum minoritas. Selain itu mari kita terus dukung dan doakan umat 
Kristen di India yang masih berada dalam penganiayaan.

Sumber : Christian Post/VM 


Thank You & Best Regards,
Lina MS

<<261108-chn-a3.jpg>>

<<261108-chn-a2.jpg>>

<<261108-chn-a5.jpg>>

Kirim email ke