--- On Tue, 28/4/09, Paulina <[email protected]> wrote:
From: Paulina <[email protected]> Subject: FW: Penting untuk dibaca To: "Ade Yusuf Y" <[email protected]>, "Adila Arief Djalil" <[email protected]>, "Andry Pane " <[email protected]>, "Aprilia Kayadu" <[email protected]>, "Arief " <[email protected]>, "Bayu S. Tjahjono" <[email protected]>, "Bernadetti" <[email protected]>, "Danny Hadju" <[email protected]>, "Dewi Noesanty Soetrisno" <[email protected]>, "Djody Pratondo" <[email protected]>, "Elita Wenas" <[email protected]>, "Esti Poespaningsih " <[email protected]>, "Farida Deasy Riasari" <[email protected]>, "G. Hadikusumah" <[email protected]>, "Gladys Sahetapy" <[email protected]>, "Heri Kadengkian" <[email protected]>, "Ida Bunadi" <[email protected]>, "Ina Rosiana" <[email protected]>, "Indriyani" <[email protected]>, "Inez Magdalena" <[email protected]>, "Irwan Prasetyo" <[email protected]>, "Janixon Rambe" <[email protected]>, "Jenny Intan" <[email protected]>, "Kathy Pelenkahu" <[email protected]>, "Nila" <[email protected]>, "Linda Purwanti" <[email protected]>, "Lita Marlina" <[email protected]>, "Lucy Simanjuntak" <[email protected]>, "Maryunus Harefa" <[email protected]>, "Meity Pandegirot" <[email protected]>, "Meity Triana" <[email protected]>, "Meiyanne Saad" <[email protected]>, "Mia Hadju" <[email protected]>, "Mia P. Budoyo" <[email protected]>, "Moh. Suudi" <[email protected]>, "Muchtaruddin Sitorus" <[email protected]>, "Murtadho" <[email protected]>, "Niu Siok Lie" <[email protected]>, "Novery Roni" <[email protected]>, "Oni Nurwati" <[email protected]>, "Poppy Agustina" <[email protected]>, "Ratna Apriyanti" <[email protected]>, "Renny Reksodipuro" <[email protected]>, "Rina Samosir" <[email protected]>, "Roni Erjanto" <[email protected]>, "Sarmartinez Tamback" <[email protected]>, "Sentot Prijanggodo" <[email protected]>, "Sondang Manurung" <[email protected]>, "Uli Gultom" <[email protected]>, "Usman Wardhana" <[email protected]>, "Uud Suhaedi" <[email protected]>, "Venny Septianita" <[email protected]>, "Vivi Sidabutar" <[email protected]>, "W. Nugroho" <[email protected]>, "Windi Salomo" <[email protected]> Received: Tuesday, 28 April, 2009, 2:24 PM BEWARE!!! From: Anto [mailto:[email protected]] ----- Original Message ----- From: eka ----- Original Message ----- From: Dewi Andifa ----- Original Message ----- From: [email protected] Hati hati untuk orangtua yang punya putra/putri: Ini adalah kisah nyata yang terjadi dikota Pekan baru, tetangga propinsi Sumatera barat. Beberapa saat yang lalu seorang ibu yang merupakan Istri seorang dosen di Kota Pekan baru telah kehilangan anak laki-lakinya berusia be lia . Kira-kira umurnya 8 hingga 9 tahun ( kelas 2 SD) Anak itu berparas cukup ideal sehat dan pintar. Setelah seminggu hilang dengan segala upaya dicari tetapi tidak membuahkan hasil. Limabelas hari Kemudian salah seorang dosen lain yang merupakan teman dari suaminya melihat seorang anak dengan pakaian lusuh compang camping dan telah menjadi pengemis yang Fakir dan papa. Teman dosen itu melihat anak yang dimaksud di salah satu kota besar di Jepang. Dia kaget dan mengira-ngira rasanya dia pernah lihat anak itu. Akhir kata dia ingat, itu adalah putra teman yang seprofesi dengan nya di Pekan baru. Kemudian dengan segera dia menelpon ke Pekan baru dari Jepang. Ternyata benar anak itu adalah anak temannya. Singkat cerita anak itu akhirnya diboyong kembali ke Indonesia . Alangkah gembiranya si Ibu ketika tahu anaknya akan kembali. Tapi apa yang terjadi??? Anak itu memang bisa pulang dan bertemu dengan kedua orang tuanya tetapi tidak bisa lagi bicara karena telah kehilangan lidahnya yang sengaja dipotong supaya tidak bisa memberikan informasi. Apa yang terjadi dengan anak itu?? Setelah diperiksakan ke dokter ternyata salah satu ginjalnya telah diambil secara paksa melalui operasi untuk di jual kepada yang membutuhkan. Alangkah malangnya nasib anak itu, setelah ginjalnya di ambil dia harus kehilangan lidahnya agar tidak bisa dikorek informasi darinya. Dan ibu si anak sangat stress dengan kejadian ini. Dimana hati nurani orang yang telah berbuat zalim ini. Dia dapat keuntungan dari menjual dan mencuri ginjal tetapi balasanya dia menuntut untuk memotong lidah anak yang telah diambil ginjalnya tadi. Ini pelajaran buat kita semua untuk hati-hati terhadap anak-anak kita. Jangan sekali-kali lepas dari perhatian kita. Apalagi ketika membawa mereka ketempat keramaian seperti pasar dan mall serta tempat wisata lainnya.. Kemudian kalau anak-anak tersebut pergi ke sekolah sebaiknya ada kakak atau temannya yang menemani kalau orang tuannya tak bisa. Semoga kisah pilu ini tidak terjadi pada keluarga kita. Dan semoga orang zalim seperti itu mendapat ganjaran yang setimapal. Kok ada manusia yang begitu zalim didunia ini. Mulanya saya mengira hanya adadi film dan sinetron. Dr. Leo Marcelinus Handoko HP., SpKJ, MSc Psychiatrist & Consultant of Nerve Revitalization Di copas dari Milis Femina. Tolong disebarkan untuk teman2 yang lainnya. >From : SENIOR CARGO RESERVATION OFFICER, JKT (55912265) ________________________________________________________________________ Visit us at http://www.singaporeair.com ________________________________________________________________________ This message may contain confidential and privileged information to Singapore Airlines Limited(SIA).If you are not the intended addressee, please notify SIA by return email immediately, and delete the message from your computer.Any use, copy or disclosure of the message or any information contained therein to anyone for any purpose other than as permitted by SIA is strictly prohibited, and any such use may result in legal proceedings. SIA does not guarantee and is not liable for the security of any information electronically transmitted or for the proper and complete transmission of the information contained in this communication, or for any delay in its receipt. Singapore Airlines Limited, Co Regn No:197200078R Yahoo!7 recommends that you update your browser to the new Internet Explorer 8.Get it now.
