TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEKALIAN
“Sadarlah kesombongan merupakan media yang sering digunakan oleh iblis untuk
menjatuhkan atau menghancurkan anak2 Tuhan. Karena itu janganlah kita
sombong”

||||||||||||||||||||||||||||||||||||

e...@il Dari TUHAN

Anak-Ku ,
Orang bisa bersorak-sorai dan ekstrem terhadap para bintang rock, para
bintang film, dan para atlet kenamaan, tetapi mereka anggap hal yang tidak
hormat untuk menyoraki-Ku. Apakah kamu pikir cara satu-satunya untuk
memuji-Ku adalah dengan wajahmu yang hening, membungkukkan kepalamu, atau
berlutut? Orang telah mengecohmu.
Aku ingin agar kamu bersorak untuk-Ku. Firman-Ku mengatakan bahwa hal itu
boleh. Aku membuatmu menjadi seperti apa adanya, dan Aku membuatmu menjadi
bagian dari generasimu. Benar, Aku mengadakan waktu untuk berlutut, namun
Aku juga mengadakan waktu untuk perayaan.
Oleh karena itu, seandainya Aku telah melakukan sesuatu yang baik untukmu,
seandainya terdapat sesuatu dengan diri-Ku yang kamu senangi, maka
bersoraklah terima kasih kepada-Ku. Jika kamu dapat bermain musik, tulislah
lagu-lagu bagi-Ku, dan keraskan volumenya ketika kamu memainkannya. Kamu
mendapat izin-Ku untuk bersorak-sorak. Mulailah!
Yang Membuat Guntur,
Tuhan
Bersorak-soraklah di hadapan TUHAN, hai bumi! Taatilah Dia dengan senang
hati. Datanglah ke hadapan-Nya sambil bernyanyi-nyanyi dengan sukacita
(Mazmur 100:1)
|||||| sumber:  http://www.terangdunia.com// ||||||
KETIKA KITA MERASA TAK BERDAYA
2 Tawarikh 20:1-4
Kamis, 7 Mei 2009

Pernahkah anda merasa benar-benar tidak berdaya? Dapatkah anda mengingat
saat-saat dimana anda menghadapi situasi atau keadaan yang mendesak dan anda
benar-benar tak berdaya? Semua orang pasti mengalaminya. Bahkan mereka yang
bergantung sepenuhnya kepada Allah masih merasakan seolah-olah mereka tidak
berdaya.

Yosafat menghadapi situasi seperti itu. Dalam bacaan hari ini, raja yang
baik itu diperhadapkan dengan berita yang membahayakan; tiga pasukan tentara
yang berbeda telah bersekutu untuk menghancurkan Israel. Saat ia mendengar
laporan, “suatu laskar penyerbu yang besar” sedang menuju ke arah mereka
(ayat 2), bagaimana respon sang raja?

Ayat 3 mengatakan bahwa ia “menjadi takut”. Ini masuk akal. Tidak diragukan
lagi bahwa ia merasa tak berdaya. Namun demikian, pada saat tak berdaya
seperti itu pun, ia tahu benar apa yang harus dilakukan. Alkitab tidak
mengatakan, “Yosafat menjadi takut dan melarikan diri” atau “Yosafat menjadi
takut namun langsung memimpin pasukan ke medan perang”. Tidak demikian.
Alkitab mengatakan, “Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk
mencari Tuhan”.

Itulah respon sempurna saat kita tak berdaya. Sang raja tahu bahwa ini
bukanlah saat untuk menyerah ataupun saat untuk mengambil tindakan yang
dimotivasi oleh rasa takut. Sebaliknya, ia melakukan satu-satunya hal paling
bujaksana yang ia dapat lakukan; ia berdoa. Bahkan lebih dari pada itu, ia
memerintahkah yang lain juga untuk berdoa. Dan tiba-tiba, seluruh situasi
berubah. Sebab Allah telah diikutsertakan dalam situasi ketika kita tidak
berdaya..

Saat kita merasa tak berdaya, kata pertama yang seharusnya keluar dari mulut
kita adalah “Bapa”. Setelah itu, ketidakberdayaan tidak akan lagi menjadi
masalah. Sebab Tuhan akan menyediakan apa yang kita perlukan.
|||||| sumber: http://www.sentuhanhati.com/ ||||||

Memilih Pasangan Hidup

Bacaan hari ini: Nehemia 13:23-27
Ayat mas hari ini: Nehemia 13:25
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 79-81

Semasa kuliah, Maria dikenal sebagai seorang aktivis yang mencintai Tuhan
dan dikagumi oleh teman-teman serta adik-adik kelasnya. Hanya saja ada satu
ganjalan dalam kesaksian hidupnya, yaitu kekasihnya adalah seorang yang
tidak seiman. Sudah banyak yang berusaha menasihatinya untuk meninjau ulang
hubungannya ini. Namun, ia terus menjalin hubungan hingga akhirnya menikah.
Kini Maria sudah tidak lagi ke gereja, dan teman-temannya tidak tahu lagi
bagaimana kabarnya.

Kisah Maria ini hanya satu dari sekian banyak kisah serupa tentang bagaimana
memilih pasangan yang keliru membuat iman seseorang undur. Sebab itu,
Alkitab berulang-ulang mengatakan dengan jelas bahwa kita mesti memilih
pasangan yang seiman. Firman Tuhan hari ini adalah salah satunya. Di situ
Nehemia menegur keras bangsa Israel karena melakukan kawin campur dengan
bangsa-bangsa lain yang tidak seiman. Ia mengingatkan bahwa karena tindakan
serupa, Raja Salomo pun, yang sebetulnya adalah seorang raja yang berhikmat
dan diberkati luar biasa, akhirnya meninggalkan Allah dan jatuh ke dalam
penyembahan berhala.

Ada banyak alasan seseorang memilih pasangan yang tidak seiman. Mungkin
karena dibutakan oleh perasaan, takut tidak mendapat pasangan hidup,
berpikir bahwa si dia akan berubah, dan sebagainya. Namun, iman kita terlalu
berharga untuk dipertaruhkan demi sebuah hubungan yang sangat mungkin
membuat kita jauh dari Tuhan. Lebih baik kita menunggu sampai ada calon lain
yang seiman, yang akan menemani kita menjalani hidup dan membangun keluarga
yang setia mencintai dan melayani Dia.
BIARLAH YESUS MENJADI TUHAN ATAS SELURUH ANGGOTA DI RUMAH KITA

Penulis: Alison Subiantoro
|||||| sumber: http://www.renunganharian.net/ ||||||


[Non-text portions of this message have been removed]


Kirim email ke