TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEKALIAN

“Kita menyatakan Yesus adalah Tuha
bukan karena Dia bangkit dari kematianNya, tetapi karena memang Yesus
Kristus
adalah Tuhan sehingga Dia mampu bangkit”



||||||||||||||||||||||||||||||||||||

e...@il Dari TUHAN




Anak-Ku ,
Pada suatu waktu di Prancis, para buruh berunjuk
rasa karena mereka tidak mempunyai roti lagi untuk dimakan. Ratu yang tidak
tahu apa-apa mendengar tentang hal itu dan berkata," Ah, biarkan mereka
makan kue." Ia begitu terbiasa dikelilingi oleh kekayaan dan kemewahan
sehingga tidak dapat membayangkan rakyat yang tidak mempunyai makanan sama
sekali.
Sejumlah orang berpikir bahwa Aku seperti ratu itu.
"Tuhan tinggal di Surga. Bagaimana
Ia bisa tahu apa yang dialami
kita manusia?" Tetapi Aku tahu, karena Aku memilih untuk hidup
bersamamu. begitu mengerti, sehingga putra-Ku yang juga Tuhan, menjadi
seorang laki-laki. Ia tidak hanya mengunjungi bumi. ia menjadi manusia. Di
kayu salib, Yesus merasakan semua kesakitan yang pernah dirasakan manusia
lain. Maka, Aku merasakan kesakitanmu. Aku tahu seperti apa rasanya. Aku
bersamamu.
Bapamu,

Tuhan
Aku akan
menempatkan kemah suci-Ku di tengah-tengahmu dan hati-Ku tidak akan muak
melihat kamu. Tetapi Aku akan hadir di tengah-tengahmu dan Aku akan menjadi
Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku (Imamat 26:11-12)



|||||| sumber:  http://www.terangdunia.com// ||||||

KETAKUTAN

Mazmur 27:1-4

Kamis, 23 Juli 2009



Rasa takut telah
menjadi bagian dari emosi manusia sejak jatuh dalam dosa. Ketika Adam dan
Hawa
memberontak terhadap Tuhan, mereka menyembunyikan diri mereka dariNya dan
menjadi takut (Kejadian 3:10).
Banyak perkara yang tidak banyak berubah. Kekuatiran seringkali mempengaruhi
pikiran kita dan mengendalikan tindakan kita. Hal itu akan membuat kita
terperangkap di dalam kotak dan tidak mau menjelajahi daerah yang tidak
dikenal.



Ijinkanlah
kebenaran menolong anda mengalahkan rasa taku: Allah itu :



1.
Perkasa. Melalui kehidupan sang Juruselamat yang
sempurna serta pengorbananNya di kayu salib, dua musuh terbesar kita
dikalahkan
– setan dan kematian. Yesus membebaskan kita dari perbudakan dosa; iblis
tidak
memiliki kuasa atas hidup kita. Bahkan lebih lagi kita tidak lagi menghadapi
perpisahan kekal dengan Allah. Kematian fisik Yesus telah  menjadi jalan
masuk ke surga, dimana kita
dapat hidup bersama dengan Bapa selamanya.



2.
Senantiasa
menyertai kita. Allah
menyuruh Abraham untuk pergi dari segala yang tidak asing baginya, namun Ia
sendiri berjanji untuk tetap dekat dengannya. Dalam Matius 28:20, kitapun
dikuatkan
oleh Yesus. Melalui Roh Kudus yang berdiam di dalam kita, kita sebagai orang
percaya memiliki Allah yang bukan hanya dekat dengan kita melainkan juga ada
di
dalam kita. Tidak satupun yang akan memisahkan kita dariNya – baik itu
kesalahan masa lalu, situasi sekarang maupun orang-orang yang menyulitkan
kita
(Roma 3:38-39).



3.
Terlibat
secara aktif. Tuhan
menjanjikan pertolonganNya dan Ia senantiasa menepati janjiNya. Ia
mengetahui
apa yang terjadi dalam hidup kita dan dapat mengubah kesukaran menjadi suatu
periode pertumbuhan rohani dan pada akhirnya menerima berkat.



Allah sendiri
menjadi alasan mengapa kita tidak boleh takut. Pahami kuasa, kehadiran dan
keterlibatanNya dan pergunakanlah itu untuk melumpuhkan bahaya dari rasa
takut.

|||||| sumber: http://www.sentuhanhati.com/
||||||

Menyewa Hawaii


Bacaan
hari ini: Yesaya
44:1-5

Ayat mas hari ini: Yesaya
44:4

Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya
49-51






Corush Muzuni masih berusia tiga belas tahun ketika ia turut mendaftar
sebagai calon presiden Iran
tahun ini. Dalam sebuah wawancara, ia mengungkapkan alasannya mendaftar
sebagai calon presiden. “Aku ingin mengukir sejarah, karena aku akan
menandatangani kesepakatan dengan Barack Obama untuk menyewa beberapa pulau
di Hawaii, sehingga anak-anak Gaza beserta anak-anak
di seluruh dunia dapat merasa aman dan nyaman.” Kepulauan Hawaii terkenal
sebagai surga para
wisatawan karena tempatnya yang tenang dan indah. Tepat jika anak-anak
mendambakan tempat seperti ini. Anak-anak akan memiliki lingkungan yang
tenang, aman, dan nyaman bagi pertumbuhannya, baik pertumbuhan jasmani
maupun
rohani.

Tuhan, di dalam Yesaya 44, memberikan pengharapan bagi anak cucu dan
keturunan Yakub yang masih dalam pembuangan. Secara jasmani, mereka akan
mengalami pemeliharan Tuhan seperti rumput yang tumbuh di tengah-tengah air
dan seperti pohon gandarusa di tepi sungai (ayat 4); cukup mendapat asupan
makanan yang berguna bagi pertumbuhannya. Secara rohani, mereka pun
bertumbuh, sehingga mereka mengaku bahwa mereka kepunyaan Tuhan (ayat 5).
Dan, janji tersebut juga berlaku bagi anak-anak kita, anak cucu dan
keturunan
rohani Yakub.

Jika “beberapa pulau di Hawaii”
itu bergantung pada kita, kita dapat memulainya dengan memberikan lingkungan
bermain yang mendukung bagi anak-anak; membuka kesempatan agar mereka
belajar
berbagai hal positif yang mereka sukai; mendampingi menonton televisi; atau
mengajak jalan-jalan sore sembari kita menyampaikan pesan-pesan mengenai
kebaikan dalam setiap perbincangan.
Lingkungan yang aman dan nyaman pantas
diberikan kepada anak-anak—tumpuan masa depan


Penulis: Sunandar
Sirait



|||||| sumber: http://www.renunganharian.net/ ||||||



[Non-text portions of this message have been removed]


Kirim email ke