TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEKALIAN

“Orang
yang mengenal Yesus Kristus selalu rindu melakukan perbutan baik, tetapi
orang
yang hidup bersama dengan Tuhan Yesus Kristus selalu berbuat baik”



||||||||||||||||||||||||||||||||||||

e...@il Dari TUHAN




Anak-Ku ,
Kamu boleh menganggap bahwa kamu adalah orang yang
kurang beriman, namun kamu memiliki iman yang lebih dari perkiraanmu. Kamu
menggunakannya setiap hari dalam perbuatan-perbuatan kecil.
Sebagai contoh, apakah kamu menguji kekuatan sebuah
kursi untuk mengetahui kekuatannya sebelum kamu duduk? Tidak, kamu memiliki
iman bahwa kursi itu akan menahan berat tubuhmu. Apakah kamu menguji
makananmu di laboratorium sebelum kamu memakannya untuk memastikannya tidak
beracun? Tidak kamu mempunyai iman bahwa makanan itu aman, sehingga kamu
memakannya.
Jikalau kamu membutuhkan bukti nyata dan ilmiah
terhadap segala sesuatu sebelum kamu melakukan sesuatu terhadapnya, kamu
akan
berubah menjadi seorang paranoid (=sakit jiwa yang ditandai dengan
kecurigaan) yang tidak dapat membuat suatu keputusan. Tetapi kamu tidak
demikian kamu hidup dengan iman dalam banyak hal. Bagaimana kalau kamu
menaruh sedikit iman terhadap-Ku yang bisa melakukan suatu hal yang baik!
Yang Tak Terlihat,

Tuhan
Hidup kami
ini adalah berdasarkan iman, bukan berdasarkan apa yang kelihatan (2Korintus
5:7)



|||||| sumber:  http://www.terangdunia.com// ||||||

YESUS, BATU
KARANG KITA

Maleakhi 3:6

Jum’at, 31 Juli 2009



Terkadang orang
berkata, “Satu-satunya yang tetap adalah perubahan”. Untungnya, hal ini
tidak
benar. Ada satu Pribadi yang tidak pernah berubah.
Yesus Kristus senantiasa tetap sama. Sungguh suatu penghiburan bagi orang
percaya! Namun sulit untuk mencari tempat berlindung pada seseorang yang
tidak
begitu kita kenal. Karena itu, mari kita menyelidiki tindakan Tuhan untuk
mengetahui lebih banyak mengenai sifatNya.



Yesus mengampuni orang lain. Ia menunjukan kemurahan hati, bukan
penghakiman kepada mereka yang menyadari dosa-dosanya. Contohnya, Yesus
menunjukan belas kasihan kepada wanita yang tertangkap karena melakukan
perzinahan dan menghentikan hukuman matinya hanya dengan beberapa kata
yang bijaksana. Kemudian, bukannya memberikan hukuman, Ia malah berkata
bahwa dosanya telah diampuni (Yohanes 8:1-11).



Yesus menghibur yang terluka. Ia mengunjungi Maria dan Marta, yang berduka
karena telah kehilangan saudara mereka Lazarus (Yohanes 11:1-45).



Yesus menyediakan bagi yang membutuhkan. Setelah melewatkan 3 hari untuk
menyembuhkan
berbagai penyakit, Ia peduli tentang orang banyak yang belum makan. Ia
bisa saja menyuruh ke-4000 orang itu untuk pergi mencari makan sendiri,
akan tetapi Ia menyediakan lebih dari cukup untuk memuaskan rasa lapar
mereka (Markus 8:1-9).



Yesus mendoakan murid-muridNya. Sebelum Ia disalibkan, Ia meminta kepada
Bapa
untuk melindungi dan menguduskan para pengikutNya, termasuk anda dan saya
(Yohanes 17:15; 17, 19-20).



Yesus menguatkan
hati orang percaya dan memberikan kuasa kepada mereka untuk melakukan karya
Allah. Dalam Kisah Para Rasul 1:8, Tuhan mengutus pada muridNya
untuk memberitakan Injil dan menguatkan hati mereka, “Kamu akan menerima
kuasa ketika Roh Kudus turun ke atas kamu”.



Yesus masih
mengampuni, masih memberi penghiburan, masih menyediakan, masih mendoakan
dan
masih memberi kuasa. Sungguh suatu anugerah, kita dapat menemukan tempat
perlindungan kita di dalam Tuhan kita yang luar biasa!

|||||| sumber: http://www.sentuhanhati.com/
||||||

Tak Bercacat


Bacaan
hari ini: 2 Petrus 3:9-15

Ayat mas hari ini: 2 Petrus 3:14

Bacaan Alkitab Setahun: Nahum
1-3






Kota Bandung terkenal dengan Factory Outlet-nya. Tempat orang bisa
berbelanja
produk fashion dari merek ternama dengan harga miring. Pakaian sisa ekspor
yang
dijajakan di sana bagus-bagus. Harganya pun jauh di bawah harga outlet
resmi. Namun, di
antaranya ada pula barang yang tidak lolos kendali mutu (quality control).
Produk ini cacat sedikit. Entah potongan, jahitan, bahan, atau warnanya
tidak
sesuai pesanan. Walaupun hanya cacat sedikit, pihak pemesan menganggapnya
tidak layak ekspor!

Ketika memberitakan bahwa hari Tuhan pasti akan datang, Rasul Petrus
menekankan betapa pentingnya kita hidup “tak bercacat dan tak bernoda” (ayat
14). Kata “tak bercacat” berkait erat dengan tradisi persembahan korban. Di
Perjanjian Lama, setiap hewan korban harus diteliti dulu sebelum
dipersembahkan. Ada semacam kendali mutu! Hanya yang
dipandang tidak bercacat, yang pantas dipersembahkan kepada Tuhan. Bagi
kita,
hidup “tak bercacat” berarti berjuang terus agar hidup kita layak
dipersembahkan bagi Tuhan. Masa penantian ini adalah kesempatan dari Tuhan
untuk kita berbenah diri (ayat 9,15). Roh Kudus bisa membentuk kita sedikit
demi sedikit, hingga kelak kita kedapatan tak bercacat saat kedatangan
Tuhan.


Bagian mana dalam hidup Anda yang merupakan “cacat” di mata Tuhan? Sudahkah
Anda berupaya membenahinya, atau masa bodoh dan berkata “cacat sedikit tidak
mengapa”? Cepat atau lambat, kita semua harus menghadap hadirat Tuhan.
Jangan
sia-siakan kesempatan berbenah diri ini. Buatlah “proyek berbenah diri”
jangka panjang, dengan pimpinan Roh Kudus!
MASALAHNYA BUKAN KAPAN DIA DATANG,
MELAINKAN SUDAH LAYAKKAH KITA KAPAN PUN DIA DATANG?


Penulis: Juswantori
Ichwan



|||||| sumber: http://www.renunganharian.net/ ||||||



[Non-text portions of this message have been removed]


Kirim email ke