TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEKALIAN
“Kita tidak dapat seketika mencapai karakter serupa Kristus dan hidup kudus
seluruhnya. Tetapi kita akan dan harus bertumbuh menuju kedewasaan dan
kesempurnaan”

||||||||||||||||||||||||||||||||||||

e...@il Dari TUHAN

Anak-Ku Tercinta,
Pernahkah kamu jatuh cinta kepada seseorang? Kamu tahu bagaimana rasanya;
Setiap kali orang itu berjalan ke dalam ruangan, kamu bergairah. Jika orang
itu duduk di sebelahmu atau berbicara denganmu, maka kamu tak ingin berada
di tempat lain. Jika orang itu pergi ke pesta, kamu ingin berada di sana.
Seperti itulah yang Kuinginkan dengan hubungan kita. Aku adalah suatu
pribadi. Aku mempunyai kepribadian. Ketika kamu mulai mengenal-Ku lebih
baik, kamu akan mengerti, tak ada tempat di dunia ini yang lebih baik
daripada berada di dalam hadirat-Ku. Jikalau kamu menyisihkan waktu untuk
berada sendirian bersama-Ku, harapkanlah sesuatu yang mengairahkan. Ada
hal-hal yang bersifat pribadi yang ingin Kukatakan kepadamu. Ada
rencana-rencana yang akan Kuberitahukan kepadamu. Aku ingin mengenalmu lebih
dalam. Dan Aku ingin kamu mengetahui sukacita karena mengenal-Ku. Maka
marilah kita meluangkan waktu bersama-sama!
Sahabat Terbaikmu,
Tuhan
Di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah Di tangan kanan-Mu ada hikmat
senantiasa (Mazmur 16:11)
|||||| sumber:  http://www.terangdunia.com// ||||||
MENGIKUTI WAKTU TUHAN
Mazmur 25:1-5
Rabu, 19 Agustus 2009

Menantikan Allah sampai kita menemukan kehendakNya merupakan disiplin yang
mendasar dalam kehidupan orang Kristen. Setelah mengenal rencanaNya, kita
juga harus berhati-hati melaksanakannya di dalam kerangka waktu Tuhan.

Mengikuti waktu Tuhan selalu baik bagi kita karena Dia maha mengetahui.
Tidak seperti kita, Bapa memiliki pengetahuan yang sempurna tentang seisi
dunia dan segala sesuatu tentang kehidupan tiap orang di masa lalu, sekarang
dan akan datang (Kisah Rasul 17:26).

Dia maha bijaksana. Tuhan mengenal motif setiap orang (1 Tawarikh 28:9) dan
bertindak tepat. Keputusan yang kita buat tidak sempurna karena kita tidak
dapat mengetahui maksud orang lain dengan jelas. Kita membuat pilihan
berdasarkan informasi yang ada saja, tetapi Allah memiliki kebijaksanaan
untuk memahami fakta-fakta dengan tepat dan bertindak berdasarkan kebenaran
(Roma 11:33). Dia tak pernah salah.

KasihNya tak berkesudahan. Melalui AnakNya, Bapa memberi kita kasih yang tak
bersyarat. Dengan mengutus Yesus untuk mati ganti kita, Allah sudah
membuktikan kasihNya yang kekal itu (1 Yohanes 4:10). Dia selalu memberikan
yang terbaik untuk kita.

PemeliharaanNya sempurna. Tuhan menawarkan segala sesuatu yang kita butuhkan
untuk menggenapi rencanaNya, kebijaksanaan, kekuatan dan kecakapan (2 Petrus
1:3).

Mengikuti waktu Tuhan memerlukan iman dan keberanian. Kita harus percaya
bahwa Dia tahu bagaimana seharusnya kita hidup, percaya bahwa rencanaNya
tepat dan bertekad untuk menunggu sampai Dia memberi tanda untuk bertindak.
Orang yang mengikuti waktu Tuhan akan bersukacita melihat Dia melakukan
segala sesuatu untuk kebaikan mereka dan bagi kemuliaanNya.
|||||| sumber: http://www.sentuhanhati.com/ ||||||

Tekun Bekerja

Bacaan hari ini: Rut 2:1-7
Ayat mas hari ini: Rut 2:7
Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 47-49

Bekerja sebagai regu pemadam kebakaran itu unik. Menurut Dr. Terence Keane,
seorang pengamat perilaku, hanya 5% waktu mereka dipakai untuk memadamkan
api. Sisanya, 95% waktu dipakai untuk menunggu. Ini membuat banyak pemadam
kebakaran kerap merasa bosan, sehingga mereka disarankan agar melakukan
pekerjaan lain untuk mengisi waktu, tetapi tetap siaga. Orang yang tidak
bekerja akan merasa hidupnya tak bermakna. Tak bersemangat. Sebaliknya,
kesibukan bekerja akan meningkatkan vitalitas hidup!

Rut dan mertuanya tiba di Israel tanpa membawa apa pun. Melarat. Fakta ini
mengharuskan Rut segera berjuang mencari makan agar mereka berdua bisa tetap
hidup. Rut tidak suka berpangku tangan, apalagi meminta-minta sambil
menunggu belas kasihan orang. Rut lebih suka bekerja. Maka, ia mohon
diperkenankan memungut sisa bulir-bulir jelai yang berceceran. Pekerjaan
kasar ini ia tekuni dari pagi sampai sore. Melelahkan. Namun, Rut bekerja
dengan tekun. “Seketika pun ia tidak berhenti,” karena didorong oleh rasa
tanggung jawabnya. Rut bekerja keras melakukan yang terbaik, meski
pekerjaannya sangat tidak menyenangkan. Dan, Tuhan memberkati karyanya.

Mungkin pekerjaan Anda lebih nyaman daripada Rut. Sudahkah Anda bekerja
segiat dia: melakukan yang terbaik? Ataukah kita bermalas-malasan dan
bekerja ala kadarnya? Ingatlah bahwa setiap pekerjaan adalah anugerah Tuhan.
Berapa pun upah yang Anda terima, pekerjaan membuat kita merasa diri
berharga. Pekerjaan membuat kita mampu mandiri. Jika dilakukan dengan giat
dan penuh dedikasi, pekerjaan akan membawa kemuliaan besar bagi Tuhan.

JANGAN BEKERJA ALA KADARNYA. BEKERJALAH SEOLAH TUHAN-LAH BOS ANDA

Penulis: Juswantori Ichwan |||||| sumber: http://www.renunganharian.net/||||||

[Non-text portions of this message have been removed]

 

Kirim email ke