**
   1Korintus 7:12-16 <http://sabdaweb.sabda.org/?p=1Korintus+7%3A12-16>
 *Judul: Injil bagi pasangan hidup*
12Kepada orang-orang lain aku, bukan Tuhan, katakan: kalau ada seorang
saudara beristerikan seorang yang tidak beriman dan perempuan itu mau hidup
bersama-sama dengan dia, janganlah saudara itu menceraikan dia. 13Dan kalau
ada seorang isteri bersuamikan seorang yang tidak beriman dan laki-laki itu
mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah ia menceraikan laki-laki itu.
14Karena suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh isterinya dan isteri
yang tidak beriman itu dikuduskan oleh suaminya. Andaikata tidak demikian,
niscaya anak-anakmu adalah anak cemar, tetapi sekarang mereka adalah
anak-anak kudus. 15Tetapi kalau orang yang tidak beriman itu mau bercerai,
biarlah ia bercerai; dalam hal yang demikian saudara atau saudari tidak
terikat. Tetapi Allah memanggil kamu untuk hidup dalam damai sejahtera. 16Sebab
bagaimanakah engkau mengetahui, hai isteri, apakah engkau tidak akan
menyelamatkan suamimu? Atau bagaimanakah engkau mengetahui, hai suami,
apakah engkau tidak akan menyelamatkan isterimu?
============================================================================
Apakah Anda sudah menginjili seseorang? Apakah Anda menjawab panggilan Allah
untuk PI (Pekabaran Injil)?

Tak perlu pergi jauh untuk PI. Lihat orang yang terdekat di sisi-mu!
Pasangan hidupmu.

"Karena suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh isterinya dan isteri
yang tidak beriman itu dikuduskan oleh suaminya" (1Kor. 7:14)

Ayat ini ditulis untuk pasangan hidup yang belum percaya kepada Yesus. Bagi
Anda, yang memiliki pasangan hidup yang belum percaya, inilah panggilan
Allah dalam hidup pernikahanmu. Kesadaran akan pernikahan sebagai panggilan
Allah akan membawa banyak keluarga Kristen terselamatkan dari perceraian.

Simaklah surat imajiner ini:

Anakku, ibu mungkin tidak bisa menyelami betapa sakitnya hatimu saat ia
mengatakan lebih baik hidup sendiri-sendiri saja. Mudah-mudahan air mataku
dapat meringankan sedikit penderitaanmu saat ini. Ibu dapat bayangkan betapa
engkau \'iri hati\' kala dia lebih suka sms-an dengan teman istimewanya
daripada mengobrol denganmu. Tak heran engkau lebih banyak giat di luar
rumah sebab ia sering pulang malam. Engkau tekun untuk mengajak dia ke
gereja walaupun ia sangat tidak ingin beribadah.



 

Kirim email ke