"Sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah
serigala."
(Neh 8:1-4a.5-6.7b-12; Luk 10:1-12)

"Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu
mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang
hendak dikunjungi-Nya. Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi
pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya
Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah, sesungguhnya Aku
mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.Janganlah membawa
pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa
pun selama dalam perjalanan.Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah
lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang
yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya.
Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu,
makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja
patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Dan jikalau kamu
masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang
dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ
dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu. Tetapi
jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak diterima di situ,
pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah: Juga debu kotamu yang
melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah ini:
Kerajaan Allah sudah dekat. Aku berkata kepadamu: pada hari itu Sodom akan
lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu."(Luk 10:1-12), demikian
kutipan Warta Gembira hari ini

Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Teresa dari
Kanak-kanak Yesus, perawan dan pujangga Gereja, hari ini saya sampaikan
catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
• "Yesus, tentu Engkau senang mempunyai mainan. Biarlah saya menjadi
mainanMu. Anggap saja saya ini bolaMu. Bila akan Kauangkat, betapa senang
hariku. Jika hendak Kausepak kian kemari, silahkan. Dan kalau hendak
Kautinggal di pojok kamar lantaran bosan, boleh saja. Saya akan menunggu
dengan sabar dan setia. Tetapi kalau hendak Kautusuk…O, Yesus, tentu itu
sakit sekali, namun terjadilah kehendakMu" (Yayasan Cipta Loka Caraka:
Ensiklopedi Orang Kudus, Jakarta 1985, hal 292), demikian kata-kata atau doa
Teresa. Apa yang didoakan didoakan Teresa ini kiranya menanggapi sabda Yesus
:"Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke
tengah-tengah serigala". St.Teresa kiranya menjadi teladan dalam penyerahan
diri seutuhnya kepada Tuhan dan kaul/keutamaan ketaatan serta kerendahan
hati. Maka baiklah kita sebagai orang beriman meneladannya dalam hidup kita
sehari-hari. Tantangan untuk taat dan rendah hati pada masa kini memang
cukup berat, mengingat dan memperhatikan cukup banyak orang di sekitar kita
cenderung untuk menjadi sombong dan kurang taat pada aneka macam aturan daan
tatanan hidup bersama. Tantangan juga dapat muncul dari dalam diri kita
sendiri antara lain ketakutan dan kemalasan. Kamu berharap para orangtua
atau pemimpin dapat menjadi teladan dalam hal penghayatan ketaatan dan
kerendahan hati. Di samping itu kami juga berharap kepada rekan muda-mudi
atau pelajar untuk berani mempersembahkan diri kepada Tuhan dengan hidup
membiara atau imamat.
• "Pergilah kamu, makanlah sedap-sedapan dan minumlah minuman manis dan
kirimlah sebagian kepada mereka yang tidak sedia apa-apa, karena hari ini
adalah kudus bagi Tuhan kita! Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita
karena TUHAN itulah perlindunganmu!" (Neh 8:11). Kutipan ini kiranya baik
menjadi permenungan kita. Berbagai tantangan dan keterbatasan diri kita
sering membuat kita bersusah hati karena kita harus bekerja keras dan berat
serta berjuang dengan pengorbanan diri. "Tuhan itulah perlindunganmu",
demikian peringatan atau nasihat yang selayaknya menjadi pegangan kita.
Bersama dan bersatu dengan Tuhan kita akan mampu mengatasi aneka tantangan
dan hambatan, maka biarkanlah Dia hidup dan bekerja dalam dan melalui diri
kita yang lemah dan rapuh. Marilah kita hayati apa yang dihayati Paulus ini:
"Harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan
yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami "(2Kor
4:7). Harta kita adalah panggilan, fungsi, jabatan atau kedudukan kita
masing-masing. Jika kita sukses atau berhasil dalam panggilan, fungsi,
jabatan atau kedudukan, marilah hal itu kita hayati sebagai karya dan
kekuatan Tuhan yang melimpah-ruah dalam diri kita yang rapuh dan lemah.
Dengan kata lain semakin sukses atau berhasil hendaknya juga semakin rendah
hati. "Hari ini adalah kudus bagi Tuhan kita", artinya setiap hari hendaknya
kita mempersembahkan diri seutuhnya kepada Penyelenggaraan Ilahi, taat dan
setia pada kehendak Tuhan.

"Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh,
memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. Titah TUHAN itu
tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya.
Takut akan TUHAN itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum TUHAN itu
benar, adil semuanya, lebih indah dari pada emas, bahkan dari pada banyak
emas tua; dan lebih manis dari pada madu, bahkan dari pada madu tetesan dari
sarang lebah" (Mzm 19:8-11). Jakarta, 1 Oktober 2009
Note: bulan Oktober adalah bulan Rosario dan diharapkan setiap hari berdoa
Rosario, entah pribadi atau bersama.


Kirim email ke