---------- Forwarded message ----------
From: Elia Stories Care <[email protected]>
Date: 2009/10/4
Subject: [elia-stories] [AT] Saksi Jehova Sinyal Yang Membinasakan
To: [email protected]


 *SAKSI JEHOVA SINYAL YANG MEMBINASAKAN*

*Kategori*: Artikel – Bidat



Rekan-rekan member, Jika menginginkan artikel-artikel lama, silahkan kirim
permintaan Anda dengan menyebut JUDUL yang dimaksud dan kirim ke
[email protected]

Para member Elia’s Stories bisa berkumpul dan bergabung di friendster
http://www.friendster.com/39537228



[image: 
cid:[email protected]]<[email protected]>
 Ingin berlangganan gratis “*Elia’s Stories*” kirimkan email kosong ke
[email protected] atau click *Sign Up*, selanjutnya, ‘*
reply*’ balasan dari yahoogroups sebagai konfirmasi



Seandainya dari awal Saksi Jehova masuk Indonesia seperti denominasi lain,
tanpa dihimpit oleh pemerintah, maka mungkin mereka akan hanya memiliki
beberapa beberapa gereja seperti Mormon dan Christian Science. Terlebih lagi
jika gereja-gereja Protestan membekali anggota jemaat tentang poin-poin
kesesatan Saksi Jehova, maka mereka pasti tidak bisa mendapatkan banyak
orang.



Namun kelompok Protestan telah salah sikap, memakai tangan pemerintah
meng­hadang mereka di permukaan, sehingga memaksa mereka bergerak di bawah.
Akhirnya bukan rahasia lagi bahwa mereka berjalan dua-dua orang memasuki
rumah orang Kristen, mempertanyakan komposisi iman mereka, dan mulai
memasukkan pengajaran mereka. Hasilnya, jumlah mereka tak terhitung, dan
jaringan mereka menggurita.



Kebiasaan menggunakan tangan pemerintah bukan hanya tidak efektif bahkan
selain membuktikan yang bersangkutan tidak memiliki argumentasi, juga
menciptakan tantangan bagi yang dihimpit untuk berjuang lebih keras.
Sepatutnya gereja yang merasa dirinya lebih alkitabiah dari Saksi Jehova
menyelenggarakan seminar, dan menerbitkan berbagai traktat dan buklet untuk
memperkuat iman jemaat dan menjelaskan poin-poin kesalahan pengajaran Saksi
Jehova.



*Sejarah Singkat Saksi Jehova*

Charles Taze Russel lahir 16 Februari 1852, Pittsburgh, Pennsylvania. Sejak
remaja Ia sangat menentang adanya Neraka yang menghukum orang, dan ia sangat
menentang institusi agama (gereja). Pada saat umur 18, tahun 1870 ia
mengumpulkan orang-orang untuk pelajaran Alkitab, dan pada tahun 1878
kelompok PA-nya mentahbiskannya sebagai Pastor.



Dari tahun 1876 hingga 1878 Russell adalah seorang asisten editor dari
sebuah majalah bulanan di Rochester, New York. Kemudian ia berhenti karena
kontroversi dari tulisannya tentang *Penebusan Kristus. *Setelah
meninggalkan posisi asisten editor, Russell menerbitkan *The Herald of the
Morning *(1879), yang hari ini berkembang menjadi *The Watchtower Announcing
Jehova's Kingdom. *Diawali dengan oplah 6000 examplar menjadi 20 juta dan
diterjemahkan ke lebih seratus bahasa. Terbitan lain dari *Watchtower *yang
berjudul Awake! dicetak lebih 15 juta examplar dan diterjemahkan ke lebih
dari tiga puluh bahasa.



Namun C.T. Russell adalah seorang yang sangat percaya diri, sekalipun ia
hanya sekolah sampai kelas-7 (SMP kelas satu), namun ia berusaha mengajar
dan memimpin. Sangat tidak heran kalau pengajarannya hanya kebenaran yang
parsial bukan kebenaran harmonis yang ditafsir­kan dari seluruh ayat Alkitab
dan melalui per­timbangan arti kata dalam bahasa aslinya.



Pada bulan Juni 1912, Gembala Gereja Baptis James Street, Hamilton, Ontario,
Rev. J. J. Ross, menerbitkan sebuah pamflet yang isinya mengupas kehidupan
moral yang tidak beres dan pengetahuan theologi yang *cetek *dari C.T.
Russell. Tentu Russell kebakaran jenggot dan menuntut Ross ke pengadilan
atas tuduhan menghina seseorang. Tetapi tanpa disangka oleh Russell ternyata
tuntutannya akhirnya menjadi bumerang yang mempermalukan dirinya amat
sangat. Karena ternyata pengadilan memenang­kan Rev. Ross, berhubung semua
yang dituliskan oleh Rev. J.J. Ross tentang Russell terbukti benar. Bahwa
Russell bukan kepala keluarga yang baik karena bercerai dengan istrinya,
bahwa ia tidak pernah mengecap pendidikan tinggi yang cukup, tidak pernah
sekolah theologi, dan bahwa ia tidak mengerti bahasa Ibrani maupun Yunani.



Lucunya ketika Russell ditanya, apakah ia mengerti bahasa Yunani, ia
menjawab mengerti. Dan kemudian pengacara membukakan kitab bahasa Yunani dan
memintanya membaca satu kata yang paling atas dan dia tidak dapat
melaku­kannya. Tentu semua orang yang ada dalam ruang sidang
menertawakannya. Dan akhirnya ia harus dengan wajah yang sangat malu mengaku
bahwa ia tidak mengerti bahasa Yunani. [Walter Marth, *The Kingdom of the
Cults, *Miniapholis: Bethany House Publishers, 1985, pp 42-47].



Fakta yang sangat mengherankan lagi adalah Russell tidak pernah ditahbiskan
oleh organisasi apapun namun menyebut dirinya, dan disebut oleh pengikutnya
"Pastor". Walter Marth berkata bahwa sebagai pengkhotbah ia memukau banyak
orang, namun sebagai theolog ia tidak memukau siapapun terutama theolog yang
terpelajar. Ia tidak memiliki argumentasi theologi yang memiliki dasar,
melainkan hanya mengandalkan keberanian dan spekulasi serta kepintaran
mengolah kata-kata, berani membuat pernyataan, bahkan berani mengajarkan
hal-hal yang bertolak belakang dengan kebanyakan gereja tanpa argumentasi
yang mamadai.



Dalam terbitan *The Watchtower, *15 September 1910, halaman 298, Russell
menyatakan bahwa orang- orang cukup membaca tulisannya, tidak perlu membaca
Alkitab karena tulisannya telah menjelaskan Alkitab bahkan adalah sama
dengan Alkitab. Ia berkata kepada pengikutnya bahwa mereka tidak akan
sanggup memahami Alkitab dengan jelas dan Ia memahaminya dan akan
menjelaskannya untuk mereka. Menurut Russell jika semua orang mengaminkan
pengajarannya maka umat manusia akan segera masuk ke dalam sebuah kerajaan
yang penuh damai. Jualannya laku keras karena tidak lama kemudian terjadi
konflik yang memimpin ke Perang Dunia I. Jualannya lebih laku lagi setelah
PD I karena banyak orang yang mengalami depresi oleh PD I.

Setelah kematian C.T. Russell pada tanggal 31 Oktober 1916, selanjutnya
Komunitas Menara Pengawas (*Watchtower Society*) dipimpin oleh Joseph
Franklin Rutherford, seorang hakim di kota Boonville, Missouri. Ia adalah
seorang yang sangat hebat dalam menulis. Dalam hidupnya ia telah menulis
lebih dari seratus buku. Sesungguhnya selain Russell dialah orang yang
paling berjasa dalam memba­ngun ajaran sesat Saksi Jehova ini. Pada zaman
Russell kumpulan mereka belum disebut Saksi Jehova (SJ). Nama ini
diperkenalkan pada masa Rutherford. Kemudian ia meninggal 8 Januari 1942 di
Kalifornia karena kanker.



Segera sesudah kematian Rutherford mereka memilih Nathan Homer Knorr
se­bagai presiden dari kelompok ajaran sesat Saksi Jehova ini. Knorr adalah
rektor dari Gilead Missionary Training School, di New York. GMTS ini tidak
menitik berat pada pembahasan Alkitab secara benar melain sekedar pusat
latihan (*training*) bagi pasukan penjual buku yang mengetuk pintu demi
pintu. Mereka tidak menghasilkan theolog yang bisa berpikir melainkan hanya
mengandalkan tulisan pemimpin mereka yang telah berupa traktat dan buku.
Knorr meninggal bulan Juni 1977 kemudian kepemimpinan di bidat Saksi Jehova
dipegang oleh Frederick W. Franz, seorang yang sudah sangat dikenal di
kalangan mereka.



*Penyimpangan Pengajaran Mereka*

Kita merasa sangat kasihan pada orang-orang yang menyerahkan nasib akhir
mereka kepada pengajaran dari hasil penafsiran orang yang tidak pernah
sekolah theologi, tidak bisa membaca tulisan bahasa asli Alkitab, yang masa
kecilnya pernah mengalami tekanan sehingga tanpa alasan ia menyatakan Neraka
itu tidak ada. Tentu bukan maksud saya bahwa orang yang tidak pernah sekolah
theologi dan tidak bisa baca tulisan bahasa asli tidak akan bisa menafsirkan
Alkitab dengan benar, tetapi jika seseorang berani membuat sebuah kesimpulan
yang sangat bertentangan dengan pendapat kebanyakan orang ia harus memiliki
dasar yang sangat kuat. Kesimpulannya harus pada bahasa asli Alkitab karena
Alkitab terjemahan memiliki resiko perubahan arti kata sehubungan kekayaan
bahasa yang berbeda antara satu bahasa dengan yang lain.



Pengajaran SJ ini jelas adalah hasil sebuah kesalahfahaman dari berbagai
ayat Alkitab. Ia bagaikan faham komunisme yang diindoktrinasikan oleh
pemimpin pemimpin mereka ke bawahan sedemikian intens dan sistematis
sehingga terpatri ke dalam hati anggota mereka seperti orang komunis
memegang teguh faham komunisme mereka.



Pertama, dari pemilihan nama Saksi Jehova (SJ) itu sudah awal dari bukti
ketidakfahaman mereka terhadap konsep kekristenan yang alkitabiah. Nama
Jehova adalah nama yang dipilih oleh Sang Pencipta sebagai nama (simbol)
dirinya ketika Ia memperkenalkan diri kepada manusia terutama kepada bangsa
Israel. Sejak kejatuhan manusia ke dalam dosa maka manusia tidak bisa hidup
bersama Allah yang Maha Kudus. Dosa harus diselesaikan, dan penyelesaian
dosa hanya dengan penghukuman. Allah berjanji mengirim Juruselamat untuk
dihukumkan mengganti kan manusia. Sementara Sang Juruselamat belum tiba,
Allah perintahkan ibadah simbolik untuk menggambarkan-Nya. Nah, sehubungan
dengan kebutuhan ibadah simbolik inilah nama Jehova diberikan sebagai simbol
yang menunjuk kepada Sang Pencipta.



Ketika janji Allah akan pengiriman Juruselamat digenapi, yaitu kedatangan
Sang Juruselamat, yang adalah pribadi Allah sendiri, Ia tidak memakai nama
Jehova melainkan memakai nama Yesus, yang artinya Juruselamat. Kalau mereka
mengerti kebenaran seharusnya mereka menamakan perkumpulan mereka sebagai
Saksi Yesus, bukan Jehova. Kalau mereka mau menjadi Saksi Jehova seharusnya
mereka lahir di zaman sebelum penggenapan janji Allah.



Kedua, kesalahfahaman tentang pribadi Yesus yang adalah Allah dalam tubuh
manusia. Bukan cuma satu-dua ayat melainkan sangat banyak ayat yang langsung
maupun tidak langsung menyatakan bahwa Yesus Sang Juruselamat adalah pribadi
Sang Pencipta atau Jehova itu sendiri.



Ketika Yohanes Pembaptis ditanya siapakah dia sesungguhnya, ia berkata bahwa
ia bukan Mesias tetapi ia adalah "suara yang berseru-seru: Persiapkanlah di
padang gurun jalan untuk TUHAN (Bahasa Ibrani dibalik kata TUHAN adalah
Jehova), luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!" (*Yes
40:3*). Siapakah yang dimaksudkan oleh Yesaya dengan Jehova yang
dipersiapkan jalannya oleh Yohanes Pembaptis? Yesus Kristus adalah yang
memperkenalkan diri dengan nama Jehova dalam PL, dan kemudian memperkenalkan
diri dengan nama Yesus. Bedanya hanya ketika memperkenalkan diri sebagai
Jehova dilakukan di tengah badai dan guntur sedangkan ketika memperkenalkan
diri sebagai Yesus melalui kelahiran dan pertumbuhan sejak bayi. Yohanes
Pembaptis menyatakan bahwa ia datang untuk mempersiapkan jalan bagi Yesus
dan mengutip *Yesaya 40:3*, dengan demikian menyatakan bahwa Yesus adalah
Jehova yang datang mengenakan daging.



Kepada siapakah ayat ini dimaksud, "Sebab seorang anak telah lahir untuk
kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di
atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang
Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai."(*Yes 9:6*)? Siapakah yang dimaksudkan
oleh nabi Yesaya dengan " Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang
Kekal, Raja Damai"?



Dan di dalam kitab PB, *I Yohanes 5:20 *dengan jelas menyatakan bahwa Yesus
adalah Allah (theos), " . . . di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah
Allah yang benar dan hidup yang kekal. Bagaimanakah mungkin ada seorang yang
jujur dan setia kepada ayat-ayat Alkitab yang bisa menyimpulkan bahwa Yesus
Kristus bukan Allah yang menjadi manusia (*Fil 2:5*).



Namun itulah faham yang diciptakan oleh Russell yang katanya berdasarkan
Alkitab, padahal pengajarannya hanya berdasarkan beberapa ayat Alkitab yang
mengekpos kemanusiaan Kristus, untuk membangun sebuah komunitas pengikut
yang kemudian oleh Rutherford disebut Saksi Jehova. Karena"pasukan"nya
selalu mendapat tantangan dari orang-orang yang mengerti Alkitab, dan mereka
seringkali kehilangan kata-kata, maka belakangan baik yang di USA maupun
yang di Indonesia, mereka menerbitkan Alkitab dengan mengubah kata-kata
Alkitab untuk disesuaikan dengan pemahaman mereka.



Seorang pengikut SJ berkata kepada penulis bahwa dia tidak temukan
organisasi kekristenan yang lebih rapi dari SJ, maka dia senang dan meyakini
bahwa mereka benar. Bukankah komunisme di Rusia di bawah Stalin dan Lenin
lebih rapi dan di China di bawah Mao lebih rapi, dan bukankah Katolik di
bawah kepausan mereka jauh lebih rapi? Masalahnya tentu bukan pada rapinya
melainkan pada kesesuaiannya dengan Alkitab, dan bukan sesuai dengan *sebagian
*ayat Alkitab, melainkan harus sesuai dengan *seluruh* ayat Alkitab.



Menurut Walter Martin, dalam buku The Kingdom of the Cults, kelompok SJ
telah berani sekali menyimpangkan topik-topik utama pengajaran kekristenan,
mengajarkan bahwa tidak ada Neraka padahal Tuhan lebih banyak menyebut
Neraka daripada Sorga di dalam Alkitab. Karena Tuhan sangat memperingatkan
orang akan Neraka sehingga Ia berkata, "Maka jika matamu yang kanan
menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu
jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh
dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan
engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari
anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka"(*Mat
5:29-30*). Namun kelompok SJ menyangkali keberadaan neraka, kemungkinan agar
orang-orang lebih berani menjadi pengikut mereka karena tidak ada resiko
akan masuk Neraka.



Pembaca yang kami kasihi, penulis tahu bahwa dengan buletin setipis ini
mustahil bisa mengungkap seluruh penyimpangan kelompok Saksi Jehova (SJ).
Uraian singkat ini hanya sekedar merangsang pembaca untuk menyelidiki lagi
kelompok-kelompok yang telah memberi sinyal yang salah, sehingga kalau di
analogikan dengan sinyal kendaraan, mereka telah dan akan menyebabkan
malapetaka kecelakaan yang dahsyat. Kiranya Tuhan memberi hikmat kepada
pembaca serta kemampuan untuk memahami kebenaran dan mengidentifikasi
sinyal-sinyal yang menyesatkan.



*Artikel Yang Lain:*

- Yesus Adalah Michael?

- Yesus Lebih Rendah Daripada Malaikat?



*Bertobatlah Hai Pengikut Saksi Jehova!*



[image: 
cid:[email protected]]<[email protected]>
 Ingin berlangganan gratis “*Elia’s Stories*” kirimkan email kosong ke
[email protected] atau click *Sign Up*, selanjutnya, ‘*
reply*’ balasan dari yahoogroups sebagai konfirmasi

<<image001.gif>>

Kirim email ke