TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEKALIAN “jangan sedih jika kita lakukan sesuatu bagi Allah tetapi tampaknya kecil. Ingat! Bagi Allah ukurannya bukan besar dan indah, malainkan ukurannya adalah yang benar”
|||||||||||||||||||||||||||||||||||| e...@il Dari TUHAN Anak-Ku , Apakah kamu kadang-kadang berharap untuk menjadi bagian dari suatu kumpulan "masa kini" - karena kamu benar-benar menyenangkan dan dianggap khusus oleh sebayamu? Yesus dan sahabat-sahabat-Nya juga bukanlah merupakan bagian dari kelompok yang menyenangkan. Sebagian orang mungkin malah mengganggap mereka sebagai orang-orang yang ditolak, namun Aku tidak. Aku melihat sekumpulan pria dan wanita sederhana dari segala usia yang tidak takut untuk mengakui kalau kehidupan mereka tidak seutuhnya baik. Mereka menginginkan lebih banyak lagi dalam kehidupan daripada sekadar berpura-pura bahwa segalanya beres. Mereka mau mengikuti Yesus karena mereka menginginkan kehidupan yang sesungguhnya. Yesus masih mencari jenis sahabat-sahabat yang serupa - mereka yang mau membagikan perasaan sesungguhnya, mengemukakan kepada-Nya permasalahan sebenarnya, mempersilakan-Nya mengenal mereka yang sebenarnya sehingga Ia dapat menjadi bagian dari kehidupan mereka. Bagaimana menurutmu? Dapatkah kamu cocok dalam kerumunan Yesus? Bapa-Nya dan Bapamu, Tuhan Ketika Yesus sedang berjalan menyusuri Danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara...Petrus dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka. "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." Mereka pun segera meninggalkan jalanya dna mengikuti Dia. (Matius 4:18-20) |||||| sumber: http://www.terangdunia.com// |||||| NAMA YESUS Matius 16:13-16 Jum’at, 9 Oktober 2009 Jika ada orang bertanya, :siapakah Yesus?”, apakah anda akan menjawab dengan menjelaskan adegan di palungan? Ataukah, dengan perkataan atau tindakan Yesus tertentu? Kita perlu tahu bagaimana menjawabnya, karena pertanyaan ini sangat penting. Anda tahu, orang pada umumnya cukup bebas berbicara tentang anda. Mereka bahkan bisa berbicara tentang malaikat kecil yang lucu, malaikat penjaga yang gagah perkasa atau mujizat yang supranatural. Naman, lain halnya jika anda berbicara tentang “Yesus”. Menyebut namaNya saja sudah bisa membuat galau dan tegang. Bagaimana mungkin namaNya menimbulkan kekecewaan, kebingungan dan kemarahan, sementara Tuhan sangat penuh kasih kepada semua orang? Masalahnya, nama Yesus menuntut suatu keputusan. Jika anda bergerak dan gagasan tentang “Allah” yang biasa-biasa saja ke tindakan penebusan Kristus yang spesifik dan mempertobatkan, orang akan mulai menjadi gelisah. Kematian Kristus bagi kita menuntut respon “menerima” atau “menolak” dari semua orang. Dengan mendengar namaNya, orang harus menghadapi Allah yang ada di surga dan Anak yang diutusNya. Dan itu membuat orang merasa tidak nyaman. Ketika Yesus meminta Petrus menggambarkan tentang diriNya, rasul itu spontan menjawab, “Engkau adalah Kristus, Anak Allah yang hidup (Matius 16:16)”. Tidak ada keraguan atau kebingungan sedikitpun. Petrus mengenal siapa Yesus dan ia tidak malu dengan jawabannya. Apakah anda begitu berani untuk menjawab pertanyaan penting ini? Sediakanlah waktu hari ini untuk merenungkan yang sudah dilakukan Yesus bagi anda dan mintalah keberanian dan ketetapan hati untuk memperkenalkan namaNya kepada dunia. |||||| sumber: http://www.sentuhanhati.com/ |||||| Orang Kristen Bacaan hari ini: Kisah Para Rasul 11:19-26 Ayat mas hari ini: Keluaran 20:7 Bacaan Alkitab Setahun: Ezra 8-10 Seiring berlalunya waktu, beberapa kata tertentu dalam bahasa Indonesia mengalami penurunan makna. Contohnya “mahasiswa”. Kata “mahasiswa” memiliki pengertian “siswa yang lebih tinggi atau agung derajatnya daripada siswa tingkat dasar dan menengah”. Namun, saat ini makna “mahasiswa” bisa dibilang turun. Kata ini hanya sebatas merujuk para pelajar yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi atau universitas. Tidak lebih. Apalagi di Indonesia, ketika mahasiswa kerap terlibat tawuran, maka nilai “namanya” semakin turun lagi. Di Antiokhia, para pengikut Kristus untuk pertama kalinya disebut Kristen. Dan orang-orang pada zaman itu sungguh-sungguh melihat perbedaan cara hidup para pengikut Kristus itu, juga dampak positif keberadaan mereka bagi sekelilingnya. Itu sebabnya kehadiran mereka dirindukan, bukan dihindari. Pada zaman ini, Kristen barangkali hanya merujuk pada orang-orang yang datang beribadah di gereja setiap hari Minggu. Jika demikian, maka sebutan Kristen sudah mengalami penurunan makna. Sebagai pemilik identitas Kristen, kita punya andil untuk turut memaknai kata tersebut. Yakni mencerminkan ajaran-ajaran-Nya, dengan membagikan kasih serta memberi dampak yang nyata kepada sesama. Sudahkah orang lain “mengecap dan mengalami” Kristus; saat berbincang, berelasi, hidup bersama selingkungan dengan kita? Berapa banyakkah di antara mereka yang berkata, “Aku melihat hidupmu berbeda dengan orang kebanyakan. Apa rahasianya?” Pada saat itulah, biar nama-Nya dimuliakan. Dan menjadi waktu yang sangat tepat untuk membagikan Injil. MENGIKUTI KRISTUS BERARTI BERPIKIR, BERKATA-KATA, DAN BERJALAN SEPERTI DIA Penulis: Davis Yohanes Arifin |||||| sumber: http://www.renunganharian.net/ |||||| [Non-text portions of this message have been removed]
