Membaca renungan hari ini saya jadi teringat akan kisah ibu Rebbeca
yang memberi kesaksian di gereja saya 2 minggu lalu. Ibu Rebbeca
dipenjara karena warga sekitar tempat beliau mengajar sekolah minggu
tidak suka anak-anak mereka ikut sekolah minggu. Ibu Rebbeca di
penjara selama tiga tahun. Tapi sungguh luar biasa, Ibu Rebbeca tidak
patah hati dan marah2 karena justru karena pelayanannya, dia dipenjara.

Ibu Rebbeca menerimanya dengan bersyukur dan yang luar biasanya
beliau dapat mengadakan kebaktian setiap hari Minggu di penjara tersebut.
Jemaatnya jauh2 datang dari rumah mereka untuk beribadah di penjara.
Tetapi justru dengan adanya ibadah tersebut, ada 30 orang napi yang
akhirnya percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai juruselamat.
Bukan hanya 1 Onesimus yang diselamatkan, tapi 30 !

Begitu juga seharusnya sikap kita, dalam setiap keadaan baik itu
menyenangkan atau kurang menyenangkan, kita harus bersyukur.
Karena Allah turut bekerja dalam segala hal (Roma 8:28), sekalipun
kejadian tersebut tidak menyenangkan buat kita.

Hal yang kedua dari kitab Filemon ini (kitab yang sangat jarang sekali
dibuka, bahkan saya saja tadi sempat ragu, apa ada yach :)), kita
harus belajar mengampuni. Paulus meminta Filemon untuk mengampuni
Onesimus, budaknya yang kabur dan akhirnya 1 penjara dengan Paulus.
Bahkan Paulus sendiri berani menanggung dan menjamin Onesimus (18).
walaupun Filemon sebenarnya berhutang keselamatan dari Paulus (19).

Sebagai budak yang bersalah, Onesimus sudah tidak ada harganya lagi.
Bagi dia, jika dia kembali kepada tuannya, hukumannya pasti mati.
Tetapi karena Paulus yang menanggung dan menjaminnya, dia selamat.
Demikian juga dengan kita, kita yang berdosa di hadapan Allah, pasti
mati kerena dosa (roma 3:23), tetapi Yesus datang untuk menanggung
dosa kita.

Terima kasih Tuhan untuk FirmanMu hari ini
Kami boleh belajar untuk bersyukur dalam segala hal
termasuk jika hal yang kurang menyenangkan terjadi.
Dan juga belajar mengampuni, sekalipun tidak layak diberi ampun

Amien

Detail

Baca: Filemon 1:4-16

Mengucap syukurlah dalam segala hal. —1 Tesalonika 5:18

Bacaan Untuk Setahun: Yesaya 39—40, Kolose 4



Memerhatikan detail akan memberikan pengaruh. Cobalah bertanya kepada
seorang pria Jerman yang berencana mengunjungi tunangannya di hari
Natal, bukannya tiba di kota Sydney yang cerah di Australia, tetapi ia
justru terdampar di kota Sidney yang bersalju di Montana.

Pemakaian kata depan di dalam tata bahasa tampaknya bukan detail
yang penting untuk diperhatikan, tetapi kata depan dapat menimbulkan
perbedaan besar. Contohnya adalah kata depan "dalam" dan "untuk".

Rasul Paulus menulis, "Mengucap syukurlah dalam segala hal" (1 Tes. 5:18).
Ini tidak berarti kita harus bersyukur untuk segala hal. Kita tidak perlu
bersyukur untuk pilihan-pilihan buruk yang dibuat oleh seseorang, tetapi
kita dapat bersyukur dalam segala keadaan karena Tuhan dapat memakai
kesulitan-kesulitan yang timbul untuk kebaikan.
Surat kepada Filemon menjelaskan hal ini. Paulus dipenjara
bersama dengan Onesimus, seorang budak pelarian. Ia tentu tidak harus
mengucap syukur untuk situasinya yang buruk. Akan tetapi, suratnya
penuh ucapan syukur karena Paulus mengetahui bahwa Allah memakai
keadaannya untuk kebaikan. Onesimus lebih dari seorang budak, karena ia
sekarang menjadi saudara kekasih di dalam Tuhan (ay.16).

Mengetahui bahwa Allah dapat memakai segala hal untuk kebaikan
adalah alasan yang lebih dari cukup untuk bersyukur dalam segala hal.
Mengucap syukur dalam keadaan-keadaan sulit adalah suatu detail kecil
yang menimbulkan perbedaan besar. —JAL

Bapa, terima kasih bahwa dalam setiap pencobaan, tantangan,

dan kesulitan, Engkau ada dibalik semuanya 'tuk mendatangkan

kebaikan bagi kami. Tolong kami agar dapat melihat

campur tangan-Mu di dalam segala sesuatu. Amin.

Tuhan tidak berjanji membebaskan kita dari badai hidup, tetapi Dia akan
menjaga kita untuk melaluinya.

Mencari semua teman di Yahoo! Messenger? Undang teman dari Hotmail, Gmail ke
Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang!
http://id.messenger.yahoo.com/invite/

[Non-text portions of this message have been removed]


Kirim email ke