TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEKALIAN

“Seorang sahabat yang sangat peduli dengan
kita mungkin saja sewaktu2 harus memberi nasehat yang tidak menyenangkan,
tetapi kita tahu hal itu untuk kebaikan kita”



||||||||||||||||||||||||||||||||||||

e...@il Dari TUHAN




Anak-Ku Tercinta,
Berapa orang dari temanmu menirukan
karakter-karakter yang mereka lihat di televisi setiap hari? Tahukah kamu
bahwa otakmu menyimpan hal-hal yang kamu dengar dan kamu lihat? Maka jika
kamu menonton orang yang memaki, meledakkan gedung-gedung dan menembak
orang,
kamu menyimpannya di dalam otakmu. Entah kamu menyadarinya atau tidak, hal
yang kamu tonton mempengaruhi tingkah laku dan sikapmu dalam hal-hal
tertentu.
Namun kebenaran itu bisa bekarja untuk hal-hal
yang baik juga. Jika kamu mengarahkan matamu kepada-Ku, kamu akan menjadi
lebih mirip dengan Aku. Aku tidak berada di televisi, sehingga bagaimana
kamu
dapat menonton-Ku? Kamu bisa membaca tentang Yesus dalam Alkitab. Segala hal
yang dilakukan oleh Yesus merupakan suatu pantulan dari Diri-Ku. Bacalah
kitab Yohanes. Buku itu menceritakan tentang mukjizat-mukjizat yang
dilakukan
oleh Yesus.
Pada waktu kamu memperhatikan Yesus, kamu akan
mulai bertingkah lebih mirip seperti Dia. kamu akan meniru gaya-Nya.
Sehingga
Aku bisa memakaimu untuk melakukan sejumlah hal yang dilakukan-Nya.
Selidikilah Putra-Ku di Alkitab. Itu merupakan bacaan yang berharga.
Bapamu,

Tuhan
Tetapi kepada-Mulah, ya Allah Tuhanku, mataku tertuju; pada-Mulah aku
berlindung (Mazmur 141:8)



|||||| sumber:  http://www.terangdunia.com// ||||||

MENJADI
SEPERTI YESUS

2 Petrus 3:18

Rabu, 14 Oktober 2009



Allah punya
rencana dalam setiap kehidupan dan keselamatan hanyalah langkah awalnya. Dia
mau anak-anak angkatNya makin menunjukan “kemiripan keluarga” denganNya. Roh
Kudus bertanggung jawab untuk mengubah kita menjadi seperti Yesus.



Pada saat kita
mempercayai Kristus sebagai Juruselamat pribadi, kita secara rohani
dilahirkan
kembali sebagai bayi-bayi rohani; yang perlu terus diberi makan agar
bertumbuh
dalam kekudusan. Sumber makanan utama kita adalah Firman Allah. Dengan
makanan
Firman ini, cara berpikir kita yang lama, yang mementingkan diri sendiri,
diganti dengan pola pikir yang berpusat pada Kristus. Roh Kudus memakai
kebenaran Alkitab untuk mengganti pikiran dan tindakan yang mengacu pada
diri
sendiri dengan kesadaran tentang siapa kita di dalam Tuhan serta kerinduan
untuk memuliakanNya melalui ketaatan.



Merenungkan
Firman Tuhan itu penting bagi pertumbuhan rohani. Demikian pula kesadaran
untuk
bertanggung jawab atas dosa dan kesalahan kita, serta mengakuinya dihadapan
Tuhan. 1 Yohanes 1:9 berkata, jika kita mengakui segala dosa kita, Dia akan
mengampuni dan menyucikan kita. Dia juga akan menyingkapkan segala kebiasaan
atau
tindakan kita yang tidak berkenan kepadaNya. Dia mau kita berpaling dari
semua
itu dan bertumbuh menjadi orang Kristiani yang dewasa. Bapa berharap kita
membuat perubahan sikap, perilaku dan gaya hidup yang diperlukan untuk
menjadi
seperti Kristus.



Membaharui pikiran,
mengakui kesalahan dan melakukan perubahan, sangat diperlukan dalam
pertumbuhan
rohani. Apakah anda dikenyangkan oleh Firman Allah setiap hari? Perubahan
apa
saja yang sudah anda lakukan setahun ini untuk menjadi makin seperti Yesus?

|||||| sumber: http://www.sentuhanhati.com/
||||||

Teori dan Praktik

Bacaan hari ini: Filipi 4:8,9

Ayat mas hari ini: Filipi 4:9

Bacaan Alkitab Setahun: Maleakhi 1-4

Epiktetus, seorang guru filsafat Stoa, pernah berkata, “Domba tidak
memuntahkan
makanan untuk menunjukkan kepada gembalanya seberapa banyak rumput yang
telah
ia makan. Sebaliknya, mereka
mengunyah dan memanfaatkannya untuk menghasilkan wol dan susu.” Saat membaca
kalimat itu, saya berpikir tentang hal yang seharusnya terjadi terhadap
“sesuatu yang baik” yang masuk dalam diri seseorang. Faktanya, berbagai
pengetahuan yang baik tidak selalu menghasilkan penerapan yang baik. Bahkan,
setiap firman Tuhan yang diberitakan tak selalu menghasilkan tindakan
nyata—ada
orang-orang yang sudah tahu isi Alkitab, tetapi dengan sadar enggan
melakukan
karena sulit. Lalu, tidakkah kita tergelitik dengan perkataan Epiktetus?
Untuk
apa semua hal baik itu masuk dalam diri kita: sekadar teori, atau sudah
dipraktikkan?

Paulus dalam suratnya kepada jemaat Filipi mengingatkan bahwa segala sesuatu
yang telah mereka pelajari, terima, dengar, dan lihat harus bermuara pada
satu
hal: lakukanlah semua itu (ayat 9). Paulus tidak ingin jemaat Filipi hanya
sekadar tahu atau mengerti firman Tuhan. Adalah baik untuk tahu dan
mengerti,
tetapi itu belum cukup. Semua pengertian itu harus dilakukan. Teori yang
baik
harus disertai dengan praktik yang baik. Dan, ada sesuatu yang indah
menyertai
perbuatan nyata tersebut: maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai
kamu.

Di mana pun, dalam keadaan apa pun, kita diajak menerapkan pengetahuan iman
kita. Jangan berhenti pada tataran pengetahuan. Kita diajak masuk lebih
dalam,
menerapkan, mengalami sendiri; melakukan firman itu meski di saat paling
sulit
sekalipun.



PAHAMILAH APA YANG
KAUPELAJARI; LAKUKANLAH APA YANG KAUPAHAMI

Penulis: Helen Aramada
Setyoputri

|||||| sumber: http://www.renunganharian.net/ ||||||

[Non-text portions of this message have been removed]


Kirim email ke