---------- Forwarded message ---------- From: Tefa <[email protected]> Date: 2009/10/16 Subject: [terangdunia] renungan hari ini : Jum’at, 16 Oktober 2009 To: [email protected]
TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEKALIAN “Janganlah kita mengabaikan atau menolak ujian dan tantangan yang menghadang didalam kehidupan kita, karena ini adalah kesempatan untuk kita bertumbuh” |||||||||||||||||||||||||||||||||||| e...@il Dari TUHAN Anak-Ku , Mungkin kamu pikir Yesus takkan pernah terluka perasaan-Nya. Mungkin kamu pikir Ia malah tak punya perasaan sepertimu karena Ia adalah Tuhan. Nah, Ia memang Tuhan, namun Ia juga manusia, sehingga Ia merasa dilukai dan ditolak ketika orang bersikap kasar terhadap-Nya. Aku memberitahumu lagi: Jika orang menyakiti-Nya, mereka menyakiti-Ku juga. Itu juga berlaku terhadapmu. jika orang menyakitimu, mereka menyakiti-Ku. Jika hatimu hancur, hati-Ku juga hancur. Oleh karena itu, pada suatu hari dari hari-hari yang sungguh-sungguh tak enak, ketika kamu merasa bahwa hatimu ditendang bagaikan bola kaki dan tiada orang yang peduli, ingatlah Aku peduli. Datanglah kepada-Ku, dan Aku akan menghiburmu sama seperti Aku menghibur Yesus. Aku berada disini untuk mu. Penghiburmu, Tuhan Ia dihina dan dihindari orang, seseorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan (Yesaya 53:3) |||||| sumber: http://www.terangdunia.com// |||||| SUPERMASI FIRMAN ALLAH 2 Samuel 3:16-17 Jum’at, 16 Oktober 2009 Dari Kejadian sampai Wahyu, Alkitab penuh berisi Firman Allah. Roh Kudus mengawasi penulisnya sehingga pesan Allah di dalamnya tetap relevan, dapat dipercaya dan tanpa kesalahan. Alkitab memuat penyingkapan Tuhan yang sempurna tentang karakter, kerjaan dan rancangan keselamatanNya. Bayangkan betapa beragam dan pentingnya topik-topik yang ada di dalam “kitab dari segala kitab” ini : penciptaan dunia, kejatuhan manusia, kemunculan dan kekuatan dosa, hukuman atas pemberontakan, penghakiman yang akan datang, kebutuhan akan Juruselamat, tawaran pengampunanNya, penebusan manusia, perjalanan iman dan kebijaksanaan hidup. Pertanyaan-pertanyaan tentang makna hidup, tujuan manusia, asal kejahatan dan kehidupan sesudah mati juga terdapat di dalamnya. Semua bagian dalam Firman Tuhan itu penting dan saling berhubungan. Misalnya, kitab-kitab Injil berbicara tentang penebusan, sementara Perjanjian Lama berisi nubuat-nubuat tentang kedatangan Mesias yang akan menyelamatkan kita. Yohanes 1:29 menyatakan bahwa, Yesus adalah domba Allah yang menanggung dosa kita dan kitab Imamat dan Bilangan membantu kita memahami konsep ini dengan menjelaskan tata cara mempersembahkan korban. Kitab pertama Alkitab mengajarkan tentang iman Abraham yang diperhitungkan sebagai kebenaran (Kejadian 15:6). Dan di Perjanjian Baru kita belajar bahwa orang hanya bisa selamat oleh karena iman dan bukan karena perbuatan (Efesus 2:8-9). Allah sudah memberi kita Alkitab agar kita dapat mengenalNya secara pribadi, menjadi anggota keluargaNya dan memuliakan namaNya. Jadikanlah pengenalan terhadap kitab yang paling berharga ini sebagai tujuan anda. |||||| sumber: http://www.sentuhanhati.com/ |||||| Jika Jasa Dilupakan Bacaan hari ini: Lukas 17:11-19 Ayat mas hari ini: Filipi 3:13,14 Bacaan Alkitab Setahun: Matius 5-7 Petuah China mengatakan, “Jika engkau menerima sesuatu dari orang lain, tulislah itu pada batu; tetapi jika engkau memberi sesuatu kepada orang lain, tulislah itu di atas pasir.” Yang di batu akan terukir. Yang di pasir akan terhapus. Ungkapan ini mengajar kita seni “mengingat” sekaligus seni “melupakan”. Mengingat budi baik orang lain. Melupakan kebaikan diri sendiri. Sebuah adegan dalam perjalanan Yesus menuju Yerusalem ingin mengajarkan hal serupa. Sosok orang Samaria yang sakit kusta hendak mengajarkan kepada kita seni mengingat kebaikan, terlebih kebaikan Tuhan (Mazmur 103:2). Yakni dengan mengucap syukur kepada-Nya. Sedangkan dari sikap sembilan orang kusta lain yang pergi begitu saja, kita belajar dari Yesus tentang seni melupakan kebaikan yang telah kita perbuat. Jika terus mengingatnya, kita akan tiba pada kekecewaan belaka. Sebab, akan lebih banyak orang yang tidak tahu berterima kasih dibandingkan yang sebaliknya. Namun, apakah Yesus kecewa dan berhenti melayani? Tidak! Sebab Dia tahu seni “melupakan” dan tidak berharap pada yang tidak ada. Anda sedang jengkel, sedih, atau kecewa karena jasa Anda dilupakan? Anda sedang geleng-geleng kepala menatap orang yang tak tahu berterima kasih atas budi baik Anda? Anda sedang bertekad untuk berhenti berbuat baik karena nyatanya percuma saja? Urungkan niat Anda! Hal itu akan menghambat pertumbuhan iman Anda. Pandanglah Yesus dan belajarlah kepada-Nya untuk “melupakan” jasa-jasa kita. Sebaliknya, jangan pernah lupakan kebaikan Tuhan kepada Anda. Lupakan kebaikan yang kita berikan dan selalu ingat setiap kebaikan yang kita terima Penulis: Pipi Agus Dhali |||||| sumber: http://www.renunganharian.net/ |||||| [Non-text portions of this message have been removed]
